Stres Bisa Picu Kembung, Ini Penjelasan Ahli

Lifestyle Anindya Kirana Putri 24 Mei 2026 03:17 WIB 6
Stres Bisa Picu Kembung, Ini Penjelasan Ahli

Stres dan emosi yang memuncak dapat memicu reaksi fisik pada tubuh, termasuk perut kembung dan begah. Para ahli menjelaskan, gangguan pencernaan bisa muncul meski pola makan seseorang tidak berubah.

Menurut konselor makan dan pemilik praktik Nutrition by RD di New York City, Rebecca Ditkoff, usus sangat dipengaruhi oleh sistem saraf. Karena itu, kondisi emosional dapat berdampak langsung pada kerja sistem pencernaan.

Stres dan Kembung

Saat tubuh mengalami stres, sistem saraf enterik ikut bereaksi dan memengaruhi proses pencernaan. Sistem ini bekerja sebagai penghubung antara kondisi saraf dan fungsi usus.

Melissa Groves Azzaro, RDN, menjelaskan bahwa manusia pada dasarnya berada dalam dua kondisi, yaitu fight-or-flight dan rest-and-digest. Tekanan modern, seperti tenggat waktu yang terlewat, dapat memicu respons stres yang intens.

Ketika respons stres aktif, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin. Akibatnya, sistem pencernaan berhenti bekerja optimal karena tubuh memprioritaskan upaya bertahan hidup.

Mengapa Perut Begah

Pada saat stres, aliran darah dialihkan dari saluran pencernaan ke otot-otot tubuh. Kontraksi otot pencernaan dan produksi sekresi pencernaan juga menurun.

Perubahan itu membuat makanan tidak terurai dengan baik dan bertahan lebih lama di dalam perut. Kondisi tersebut memudahkan gas terperangkap di saluran cerna.

Rebecca Ditkoff menyebut, itulah sebabnya perut bisa terasa kembung dan begah. Pada sebagian orang, reaksi stres bahkan dapat berupa kram perut atau diare.

Respons Tubuh Berbeda

Efek stres terhadap pencernaan tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang merasa mual, ada pula yang justru makan berlebihan saat tertekan.

Dalam beberapa kasus, keluhan ini berkaitan dengan gangguan pencernaan kronis yang dapat kambuh saat stres meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kesehatan usus sangat dipengaruhi oleh keadaan emosional.

Ditkoff menegaskan bahwa respons ini umum terjadi dan dialami hampir semua orang. Meski begitu, bentuk reaksinya dapat berbeda tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Cara Meredakan Kembung

Langkah utama untuk mengurangi kembung akibat stres adalah mengembalikan tubuh ke fase rest-and-digest. Dalam kondisi ini, aliran darah kembali lancar dan pencernaan bekerja lebih baik.

Ditkoff menyarankan seseorang untuk makan dalam keadaan tenang agar proses cerna berlangsung optimal. Namun, melewatkan makan saat stres juga tidak dianjurkan karena dapat memperburuk kondisi tubuh.

Menjaga napas tetap teratur, memberi jeda sebelum makan, dan mengelola tekanan emosional dapat membantu meredakan keluhan. Jika kembung terus berulang, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan lain.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!