Seratus UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 02:29 WIB 6
Seratus UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 untuk mengikuti pembinaan lanjutan agar menjadi agregator mandiri, global, dan berkelanjutan.

Program ini menyasar UMKM yang telah berkolaborasi dengan pelaku usaha lain dan siap memperluas jejaring bisnis. Para peserta nantinya akan didampingi mentor untuk memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan profesionalisme, dan memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

UMKM Pertamina Lolos PAG

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk membangun daya saing bangsa di tingkat global.

Baron menegaskan bahwa Pertamina melihat UMKM sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Karena itu, program Pertapreneur Aggregator dirancang untuk melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga memiliki kepemimpinan sosial.

Melalui program ini, Pertamina ingin membangun ekosistem usaha yang lebih kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan pasar. Pendekatan tersebut diharapkan membuat UMKM binaan mampu naik kelas secara berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa Pertapreneur Aggregator bukan sekadar program pendampingan biasa, melainkan ruang pembentukan pemimpin perubahan. Para peserta diarahkan untuk tumbuh dalam tiga aspek sekaligus, yakni ekonomi lokal, sosial, dan hijau.

Seleksi Dan Pembinaan Intensif

Sebelum terpilih, para peserta telah melewati proses seleksi dari 730 UMKM yang mengikuti UMK Academy 2025. Dari jumlah itu, hanya 100 UMKM yang dinilai layak melanjutkan ke tahap pembinaan yang lebih intensif.

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu melalui beberapa tahapan, mulai dari desk evaluation, wawancara, hingga bootcamp dan mentoring intensif. Seluruh rangkaian tersebut disusun untuk mengukur kesiapan bisnis dan kapasitas kolaborasi peserta.

Dalam pendampingan itu, peserta akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Materi tersebut disiapkan untuk memperkuat daya saing usaha di pasar yang semakin kompetitif.

Pertamina menempatkan mentoring sebagai bagian penting agar UMKM tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam operasional sehari-hari. Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki fondasi bisnis yang lebih profesional dan terukur.

Sektor UMKM Dan Persebaran

Dari sisi sektor, peserta PAG 2025 didominasi oleh bidang food and beverage dengan porsi 45 persen. Sektor fashion dan wastra menyusul sebesar 31 persen, sedangkan craft dan jewellery mencapai 22 persen.

Adapun sektor agribisnis dan jasa masing-masing menyumbang 1 persen dari total peserta. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa program ini menjangkau ragam usaha yang memiliki potensi pertumbuhan berbeda.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Setelah itu, Jawa Barat mencatat 20 persen dan Jawa Tengah sebesar 15 persen.

Penyebaran peserta di berbagai daerah memperlihatkan upaya Pertamina dalam menjangkau UMKM dari berbagai karakter pasar. Hal ini juga menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem bisnis daerah melalui jejaring antarwilayah.

Target UMKM Go Global

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap final pitching dan awarding. Sepuluh UMKM terpilih tersebut akan memperoleh pendampingan eksklusif selama enam bulan.

Pendampingan lanjutan itu ditujukan agar para pelaku usaha mampu menjadi agregator mandiri dan siap memasuki pasar internasional. Mereka akan dibekali mentoring dari CEO, simulasi pitching ala Dragon's Den, serta strategi penguatan bisnis yang lebih matang.

Peserta terbaik juga berpeluang mengikuti global market matching dan memanfaatkan platform internasional seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International. Selain itu, mereka akan mendapatkan sertifikasi pendukung untuk memperkuat kredibilitas usaha di pasar global.

Pertamina menilai penguatan ekosistem UMKM penting untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di berbagai daerah. Melalui program ini, perusahaan berharap UMKM binaan mampu tumbuh secara finansial, memperkuat rantai pasok, dan menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!