Self-Care Tak Perlu Mahal, Istirahat Jadi Kunci

Lifestyle Clara Monica 13 Mei 2026 17:27 WIB 9
Self-Care Tak Perlu Mahal, Istirahat Jadi Kunci

Self-care tidak identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja, seperti yang selama ini diasumsikan publik. Psikolog Annisa Axelta, M.Psi menyampaikan pandangan itu dalam acara Wolipop bertajuk Kartini di Cartini. Menurutnya self-care bisa dilakukan dengan cara sederhana dan tanpa mengeluarkan uang, sehingga lebih inklusif untuk berbagai kalangan.

Mitos bahwa self-care harus mengeluarkan biaya besar sering berkembang di kalangan muda. Padahal istirahat cukup bisa menjadi bagian penting dari self-care. Penjelasannya menunjukkan bahwa pola hidup sederhana bisa menjaga energi fisik dan mental tanpa belanja besar.

Cara Sederhana Self-Care

Menurut Annisa Axelta, self-care adalah upaya untuk mengisi ulang energi fisik dan mental yang terkuras akibat aktivitas harian. Self-care tidak identik dengan kemewahan atau liburan mahal. Definisi ini menekankan pentingnya keseimbangan dalam cara merawat diri.

Mitos bahwa self-care harus mengeluarkan biaya besar sering berkembang di kalangan muda. Padahal istirahat saja bisa menjadi bagian penting dari proses tersebut. Ketika istirahat dilakukan secara teratur, energi bisa pulih tanpa pengeluaran besar.

Selain itu, ia menekankan perlunya keseimbangan agar istirahat tidak membuat produktivitas menurun. Istirahat tetap penting, tetapi perlu dikontrol agar tidak berubah menjadi kebiasaan yang menghambat aktivitas. Self-care juga bisa dilakukan tanpa harus menambah beban waktu atau biaya.

Banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk beristirahat atau rebahan. Menurut Annisa, hal tersebut sebenarnya bagian dari self-care. Rebahan bisa menjadi bagian me-time jika dilakukan secara tepat.

Rebahan bisa menjadi bagian self-care jika dilakukan sebagai pemulihan energi. Kita bisa menyusun waktu untuk rebahan di sela aktivitas. Self-care tetap memerlukan batasan agar tidak menghambat keseharian.

Self-care memiliki beragam bentuk, mulai dari spiritual hingga olahraga ringan. Journaling dan refleksi diri juga bisa dipandang sebagai opsi emosional dan mental. Intinya, rebahan hanyalah salah satu cara, bukan satu-satunya pilihan.

Self-care adalah upaya mengisi ulang energi fisik dan mental. Ia menggunakan metafora baterai untuk menggambarkan kebutuhan recharge tubuh. Ketika energi terisi kembali, kemampuan untuk menjalani hari juga meningkat.

Self-care tidak identik dengan kemewahan semata, melainkan kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan diri. Melakukan self-care secara konsisten dapat menjaga semangat menjalani hari. Energi yang stabil mendukung fokus dan keputusan yang lebih baik.

Dengan demikian, self-care menjadi fondasi kesehatan fisik dan mental. Integrasi pola hidup seimbang mendorong produktivitas dan kesejahteraan. Energi terjaga membantu kita menjalankan rutinitas harian dengan lebih optimal.

Banyak stigma yang mengatakan self-care harus dilakukan dengan traveling. Namun ada banyak alternatif sederhana yang juga efektif. Contohnya adalah istirahat cukup di akhir pekan.

Menonaktifkan ponsel dari urusan kerja memberi kesempatan untuk recharge. Menentukan waktu sendiri membantu menjaga batasan antara pekerjaan dan kehidupan. Menolak ajakan jika memang butuh waktu sendiri adalah bentuk self-care.

Self-care juga bisa berupa spiritual, olahraga, journaling, atau membaca. Annisa menyebutkan variasi ini memberi ruang bagi individu memilih cara yang paling sesuai. Dengan demikian, konsep self-care menjadi inklusif dan mudah dilakukan siapa saja.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!