Satelit Nusantara Lima Siap Komersial, Dukung Internet Nasional

Teknologi BRH 25 Mei 2026 00:07 WIB 7
Satelit Nusantara Lima Siap Komersial, Dukung Internet Nasional

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) selangkah lagi mengoperasikan secara komersial Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 setelah mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Keputusan itu menyusul kelulusan Uji Laik Operasi (ULO) yang digelar di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23-24 April 2026. Dengan kapasitas 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menjadi salah satu satelit terbesar di Asia dan memperkuat pemerataan akses internet di Indonesia.

Satelit N5 Lolos Uji Operasi

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kelulusan ULO menjadi fase krusial sebelum satelit melayani masyarakat luas. Ia menegaskan Satelit Nusantara Lima telah melewati evaluasi teknis dan kini berada pada tahap akhir menuju layanan komersial.

Menurut Adi, pencapaian itu menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang canggih sekaligus patuh pada regulasi nasional. PSN juga menempatkan proyek ini sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda pemerataan konektivitas di Nusantara.

Adi menambahkan, kapasitas Satelit N5 diarahkan untuk memperkuat akses internet di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal atau 3T. Ia berharap layanan tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan berbagai sektor.

Komdigi Pastikan Kelayakan Teknis

ULO dilakukan oleh Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Komdigi untuk memastikan sarana dan prasarana Satelit N5 memenuhi standar keamanan dan fungsionalitas. Proses ini mengacu pada Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Pengujian mencakup validasi infrastruktur jaringan tetap tertutup berbasis satelit dan VSAT. Pemeriksaan tersebut bertujuan menjamin kualitas layanan, keandalan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi spektrum frekuensi di Indonesia.

Pelaksanaan ULO di Banjarbaru turut ditinjau Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi Edwin Hidayat Abdullah, JF Penata dan Penyelenggara Pos dan Informatika Ahli Utama Geryantika Kurnia, serta Ketua Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi Falatehan. Kehadiran para pejabat ini menandai pentingnya pengawasan terhadap kesiapan infrastruktur satelit nasional.

Target Pemerataan Konektivitas

Edwin Hidayat Abdullah menilai Satelit N5 merupakan aset strategis dalam mendukung transformasi digital nasional. Ia menekankan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia.

Menurut Edwin, kapasitas 160 Gbps diharapkan dapat memperkuat layanan publik di daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital. Ia juga mengaitkan kehadiran satelit ini dengan target kecepatan internet rata-rata Indonesia sebesar 100 Mbps pada 2029.

Pemerintah berharap infrastruktur ini segera dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan digital, termasuk bagi masyarakat di wilayah terpencil. Dengan dukungan Satelit N5, agenda transformasi digital nasional diharapkan berjalan lebih cepat dan merata.

Jangkauan Luas Hingga ASEAN

Falatehan selaku Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi menyebut proses pengujian dilakukan secara komprehensif dan ketat. Ia menegaskan pemeriksaan mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT.

Hasil pengujian menunjukkan sistem Satelit N5 layak dioperasikan secara komersial. Kepastian itu dinilai penting untuk melindungi hak pengguna jasa telekomunikasi agar memperoleh layanan yang berkualitas dan andal.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band dan menjangkau kawasan ASEAN, termasuk Malaysia dan Filipina. Satelit ini diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025, lalu menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026 setelah melalui fase Electric Orbit Raising.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!