Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi untuk Akses Internet

Teknologi BRH 24 Mei 2026 21:55 WIB 6
Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi untuk Akses Internet

Satelit Nusantara Lima resmi beroperasi dan akan menjadi tulang punggung layanan internet berbasis satelit di Indonesia, terutama untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal. Peresmian pengoperasian satelit berkapasitas 160 Gbps itu disaksikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Komisaris Utama PSN Sofyan Djalil.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyebut kehadiran Satelit Nusantara Lima sebagai simbol penting bagi kemandirian nasional. Menurut dia, satelit ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam menghadirkan konektivitas digital di kawasan ASEAN.

Satelit Nusantara Lima Resmi Beroperasi

Adi menegaskan bahwa satelit tersebut memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Pada saat yang sama, PSN menempatkan kebutuhan nasional sebagai prioritas utama dalam pemanfaatan kapasitas satelit itu.

Ia menjelaskan bahwa sebagian kapasitas dialokasikan untuk Filipina dan Malaysia, sementara porsi terbesar tetap digunakan di Indonesia. Dari total 160 Gbps, sekitar 140 Gbps disiapkan untuk kebutuhan Tanah Air.

PSN menilai keberadaan satelit ini menjawab kebutuhan konektivitas yang semakin penting di tengah dinamika global. Layanan tersebut ditujukan bagi pemerintah, swasta, dan berbagai lembaga yang membutuhkan akses internet andal.

Kapasitas Besar Untuk Internet

Satelit Nusantara Lima disebut sebagai salah satu satelit dengan kapasitas terbesar di Asia. Kapasitas itu diharapkan mampu memperluas pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

PSN juga menyiapkan dukungan bagi konektivitas nasional di Filipina, sementara penjajakan kerja sama dengan Malaysia masih berlangsung. Langkah ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan kawasan terhadap infrastruktur digital yang mandiri dan stabil.

Dengan kapasitas yang besar, satelit ini diharapkan mampu menjadi opsi utama bagi layanan internet di berbagai sektor. PSN menekankan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk dapat diandalkan dalam jangka panjang.

Perjalanan Menuju Orbit

Satelit N5 pertama kali diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025. Setelah itu, satelit menjalani fase Electric Orbit Raising sebelum menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur pada Januari 2026.

Resminya pengoperasian satelit ini diperoleh setelah PSN mengantongi izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Izin tersebut keluar usai Satelit N5 lolos Uji Laik Operasi di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23 hingga 24 April 2026.

PSN menyebut seluruh infrastruktur ruas bumi, termasuk tujuh stasiun bumi dari Aceh hingga Tarakan, sudah terintegrasi dengan segmen luar angkasa. Integrasi itu menjadi fondasi penting bagi operasional layanan internet satelit secara nasional.

Investasi Dan Dampak Nasional

PSN mengalokasikan investasi sekitar Rp8 triliun sejak tahap awal hingga pengoperasian Satelit Nusantara Lima. Nilai tersebut mencerminkan besarnya komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur konektivitas nasional.

Dengan usia operasional lebih dari 15 tahun, satelit ini diproyeksikan mendukung internet cepat bagi masyarakat, dunia usaha, dan lembaga publik. Kehadirannya juga diharapkan memperkuat keamanan nasional melalui jaringan komunikasi yang lebih merata.

Satelit N5 menjadi penanda penting bagi penguatan ekosistem digital Indonesia di tengah kebutuhan internet yang terus meningkat. Pemerataan akses di wilayah 3T pun diharapkan semakin terbantu dengan hadirnya infrastruktur antariksa tersebut.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!