Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Teknologi Moh. Royhan Nahado 24 Mei 2026 09:38 WIB 6
Satelit Nusantara Lima Dorong Pemerataan Internet Nasional

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pengoperasian satelit Nusantara Lima milik Pasifik Satelit Nusantara akan mempercepat pemerataan akses internet di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat peresmian pengoperasian satelit tersebut di Jakarta, Senin malam, 11 Mei 2026.

Meutya menjelaskan, lebih dari 80 persen populasi Indonesia kini telah terhubung ke internet, namun masih ada sekitar 20 persen warga yang belum menikmati konektivitas digital. Pemerintah menargetkan layanan internet menjangkau hingga 280 juta penduduk, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Satelit Nusantara Lima

Satelit Nusantara Lima dinilai menjadi infrastruktur penting untuk memperluas jaringan internet ke berbagai daerah di Indonesia. Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, satelit ini diharapkan dapat menopang kebutuhan konektivitas di wilayah pelosok.

Meutya menyebut, kehadiran satelit tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan layanan digital yang belum terlayani secara merata. Pemerintah ingin memastikan masyarakat di Sabang hingga Merauke, serta dari Pulau Rote sampai Miangas, memiliki akses yang setara.

Ia menegaskan, pembangunan konektivitas tidak hanya berfokus pada daerah dekat Pulau Jawa. Pemerataan akses harus dirasakan oleh seluruh warga negara tanpa kecuali.

Target desa belum terhubung

Pemerintah menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung layanan internet dapat menikmati konektivitas digital pada akhir 2026. Target ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan ekosistem Indonesia Digital.

Fokus utama diarahkan ke wilayah 3T yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur telekomunikasi. Langkah ini juga diharapkan dapat menutup kesenjangan digital antardaerah.

Menurut Meutya, pemerintah perlu memastikan layanan internet hadir bukan hanya di kota besar, tetapi juga di wilayah yang paling membutuhkan. Dengan begitu, manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Perlindungan ruang digital

Meutya menegaskan, konektivitas yang dibangun pemerintah harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia menilai internet tidak boleh berhenti pada penyediaan jaringan semata.

Pemerintah juga ingin memastikan ruang digital tetap aman bagi pengguna, terutama anak-anak. Ancaman seperti kekerasan siber, judi online, dan radikalisasi disebut perlu ditangani secara serius.

Ia menekankan bahwa perlu ada keseimbangan antara perluasan akses dan perlindungan pengguna. Menurutnya, konektivitas yang baik harus mendorong kemajuan sosial dan ekonomi, bukan justru memunculkan risiko baru.

Kolaborasi industri digital

Satelit Nusantara Lima disebut sebagai salah satu penopang agenda transformasi digital nasional. Infrastruktur ini dinilai strategis karena mampu membantu pemerataan layanan sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Meutya mengatakan pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju dan berkelanjutan. Kehadiran perusahaan nasional seperti PSN dianggap menunjukkan keberanian dalam mengembangkan teknologi dalam negeri.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan pentingnya sumber daya manusia yang unggul dan berani untuk mendorong kemajuan digital. Pemerintah, menurutnya, akan terus menjaga arah pembangunan agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!