Satelit Nusantara Lima Dorong Akses Internet Merata Nasional

Teknologi BRH 13 Mei 2026 05:36 WIB 7
Satelit Nusantara Lima Dorong Akses Internet Merata Nasional

Satelit Nusantara Lima memiliki kapasitas besar mencapai 160 Gbps, menurut keterangan Menkominfo Meutya Hafid. Kapasitas itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan konektivitas di daerah terpencil. Kata Meutya Hafid, operasionalisasi satelit domestik merupakan bagian dari kedaulatan digital negara.

Pemerintah melihat satelit ini sebagai solusi untuk menutup celah akses internet Indonesia. Peningkatan kapasitas diharapkan mempercepat layanan online bagi warga di 3T. Selain itu, Nusantara Lima diharapkan mengurangi ketergantungan pada layanan luar negeri.

Penggunaan satelit nasional juga dipandang menstabilkan konektivitas saat terjadi gangguan kabel bawah laut. Kementerian berupaya menjaga kualitas layanan melalui regulasi dan kemitraan industri. Sementara itu, publik diimbau tetap mengutamakan keamanan siber dan privasi data.

Target 3T 2026

Pemerintah menargetkan 2.500 desa belum terhubung bisa menikmati layanan internet pada akhir 2026. Langkah tersebut merupakan bagian dari percepatan ekosistem Indonesia Digital. Program ini fokus pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kebijakan ini didorong kerja sama antara pemerintah, operator, dan sektor teknologi. Investasi infrastruktur digital di wilayah 3T dianggap vital untuk kesejahteraan warga. Kebijakan perlindungan siber juga menjadi fokus untuk menjaga kualitas konektivitas.

Konektivitas direncanakan menyasar Sabang hingga Merauke, Rote hingga Miangas. Target penggunaan satelit Nusantara Lima dan peningkatan jaringan kabel akan diuji. Kebijakan evaluasi berkala dan transparansi publik menjadi bagian pelaksanaan.

Perlindungan Digital Nasional

Meutya menegaskan perlindungan digital menjadi prioritas nasional. Kebijakan mencakup pencegahan kekerasan siber, perjudian online, dan radikalisasi. Pemerintah berharap konektivitas luas tidak mengorbankan keamanan publik.

Penegakan kebijakan dilakukan melalui regulasi dan program literasi digital di daerah. Pelibatan komunitas dan lembaga nasional diutamakan untuk edukasi online. Lembaga perlindungan anak diberikan peran penting dalam pengawasan konten.

Sumber daya manusia di sektor digital diarahkan untuk inovasi yang bertanggung jawab. Satelit Nusantara Lima diposisikan sebagai infrastruktur pendukung transformasi digital yang aman. Upaya kedaulatan digital didorong melalui produksi domestik perangkat dan layanan pendukung.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!