Sarwendah Ungkap Didekati Debt Collector Lagi

Lifestyle Anindya Kirana Putri 01 Juni 2026 09:07 WIB 2
Sarwendah Ungkap Didekati Debt Collector Lagi

Sarwendah kembali menjadi sorotan setelah mengungkap bahwa dirinya diduga kembali diusik oleh debt collector terkait urusan aset yang dikaitkan dengan Ruben Onsu. Kuasa hukumnya menyebut penagihan itu bukan kali pertama terjadi, sementara pihak Sarwendah meminta agar dirinya tidak lagi diseret dalam persoalan yang menurut mereka bukan tanggung jawabnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah juga membeberkan adanya persoalan lain yang menyangkut kewajiban biaya pendidikan anak. Pihaknya menilai ada ketidaksesuaian antara kesepakatan pascaperceraian dan kondisi yang terjadi sejak akhir 2025 hingga kini.

Sarwendah dan Penagihan Utang

Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengatakan kliennya kembali dihubungi debt collector untuk penagihan salah satu mobil. Menurut dia, mobil tersebut merupakan aset milik Ruben Onsu, bukan milik Sarwendah.

Abraham menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu, 31 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa penguasaan aset tersebut berada di tangan Ruben Onsu.

Karena itu, pihak Sarwendah menilai penagihan kepada kliennya tidak tepat sasaran. Mereka meminta pihak terkait tidak lagi mengganggu Sarwendah dengan tunggakan yang bukan menjadi tanggung jawabnya.

Pertanyaan Soal Tagihan Mobil

Abraham juga mempertanyakan mengapa tagihan cicilan mobil justru dikirimkan kepada Sarwendah. Menurutnya, posisi kliennya sudah tidak lagi berkaitan langsung dengan aset tersebut.

Pihak Sarwendah menegaskan kepada bank agar tidak menghubungi kliennya untuk urusan itu. Mereka menilai aset yang ditagihkan sepenuhnya dikuasai oleh Ruben Onsu.

Abraham menambahkan, pengusikan semacam itu tidak seharusnya terus berlanjut. Ia meminta agar masalah tersebut diarahkan kepada pihak yang benar-benar terkait dengan kewajiban pembayaran.

Sarwendah Tanggung Biaya Anak

Selain soal penagihan utang, Abraham mengungkapkan bahwa Ruben Onsu disebut belum membayar biaya pendidikan anak sejak akhir 2025. Padahal, dalam akta perjanjian setelah perceraian, Ruben disebut sepakat menanggung pendidikan anak-anak hingga lulus kuliah.

Menurut Abraham, kondisi di lapangan justru berbalik, karena Sarwendah yang membiayai kebutuhan anak-anak sejak akhir 2025 sampai 2026. Biaya itu mencakup pemeliharaan sehari-hari yang semestinya menjadi bagian dari tanggung jawab Ruben.

Ia menyebut Sarwendah masih menanggung uang sekolah, les, bimbingan belajar, hingga biaya kesehatan anak. Bila anak sakit dan harus ke dokter, biaya tersebut juga disebut dibayar oleh kliennya.

Bukti Chat dan Kesepakatan

Pihak Sarwendah turut menunjukkan bukti percakapan chat dengan Ruben Onsu sebelum akta perjanjian ditandatangani. Dalam percakapan itu, Ruben disebut memastikan bahwa biaya pendidikan ketiga anaknya akan ditanggung hingga kuliah.

Abraham menilai bukti tersebut memperkuat posisi kliennya dalam persoalan biaya pemeliharaan anak. Ia menegaskan bahwa kesepakatan tertulis semestinya menjadi pedoman bagi kedua pihak.

Hingga saat ini, pihak Sarwendah belum mengungkap langkah hukum lanjutan yang akan ditempuh. Namun mereka menegaskan akan terus menjaga hak-hak anak dan meminta agar urusan pribadi tidak dibebankan kepada kliennya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!