Saputra Kori Mulai Babak Baru di Dunia Akting

Lifestyle Anindya Kirana Putri 21 Mei 2026 18:07 WIB 6
Saputra Kori Mulai Babak Baru di Dunia Akting

Saputra Kori memasuki babak baru dalam kariernya di industri hiburan Indonesia dengan menekuni dunia akting. Kreator konten asal Bali yang memiliki 20 juta pengikut di TikTok itu kini terlibat dalam film horor 402: Rumah Sakit Angker Korea, garapan sutradara Anggy Umbara. Keputusan tersebut menandai langkahnya keluar dari zona nyaman setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pembuat konten digital.

Setelah sekitar enam tahun berkarya di TikTok dan YouTube, ia merasa perlu mencoba medium seni yang lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatannya di film bukan sekadar mengandalkan popularitas media sosial, melainkan hasil proses casting yang panjang. Dari situ, Saputra Kori ingin membuktikan bahwa perjalanan menuju layar lebar tetap membutuhkan kerja keras.

Langkah Baru Di Film

Saputra Kori menyebut keinginannya masuk ke dunia film muncul secara alami, bukan karena target yang dibangun sejak awal. Ia ingin mengeksplorasi kemampuan seni yang belum sepenuhnya terpakai selama aktif sebagai kreator konten. Bagi dirinya, akting menjadi ruang baru untuk menghadapi tantangan yang berbeda dari dunia digital.

Ia mengaku tertarik mencoba film, sinetron, dan bentuk produksi lain yang dapat memperkaya pengalaman bermain peran. Peralihan ini menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin berhenti pada identitas sebagai seleb TikTok. Langkah tersebut juga menjadi sinyal bahwa karier digital bisa berkembang ke industri hiburan yang lebih luas.

Dalam keterangannya di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Mei 2026, Saputra Kori menegaskan bahwa keputusan terjun ke film bukanlah strategi singkat. Ia merasa waktunya tepat untuk memulai pengalaman baru setelah bertahun-tahun berkarya di ranah konten. Menurutnya, tantangan di dunia akting justru menjadi daya tarik utama.

Film 402: Rumah Sakit Angker Korea menjadi salah satu proyek terbesar yang mengisi fase baru perjalanan kariernya. Keterlibatannya dalam film horor itu menempatkan dirinya di hadapan penonton yang berbeda dari basis penggemar media sosial. Dari proyek tersebut, ia berharap dapat membangun reputasi yang lebih serius di dunia seni peran.

Perjuangan Di Casting

Meski memiliki jumlah pengikut yang besar, Saputra Kori membantah anggapan bahwa popularitas otomatis membuka pintu ke dunia film. Ia menuturkan, proses seleksi tetap dijalani seperti calon pemain lain. Bahkan, ia mengaku sempat menerima banyak penolakan sebelum mendapat kesempatan bermain.

Menurutnya, puluhan kali penolakan casting menjadi bagian penting dari perjalanan yang jarang terlihat publik. Ia menilai persepsi bahwa aktor media sosial selalu mendapat peran dengan mudah tidak sesuai kenyataan. Pengalaman itu justru membuatnya memahami kerasnya persaingan di industri perfilman.

Saputra Kori juga menyinggung anggapan publik yang kerap menilai kehadirannya di film hanya untuk mendongkrak viralitas. Ia menolak pandangan tersebut dan menegaskan bahwa setiap kesempatan yang diterima tetap melalui seleksi. Baginya, hasil akhir di layar lebar tidak bisa dipisahkan dari proses panjang yang ia jalani.

Ia menilai pengalaman ditolak berkali-kali adalah pembelajaran yang berharga. Dari situ, ia memahami bahwa popularitas di media sosial belum tentu sejalan dengan penerimaan di dunia akting. Hal tersebut membuatnya lebih menghargai setiap peluang yang akhirnya datang.

Rasa Syukur Dan Empati

Saputra Kori mengaku bersyukur karena latar belakangnya sebagai content creator memberinya jembatan untuk masuk ke industri film. Ia menyadari tidak semua aktor memiliki akses yang sama saat memulai karier. Karena itu, ia tidak ingin menyamakan pengalamannya dengan para pemain yang berangkat dari nol.

Ia menilai perjalanan aktor lain sering kali jauh lebih berat karena harus menembus industri tanpa dukungan basis penggemar besar. Pandangan tersebut membuatnya lebih berhati-hati saat berbicara soal kariernya sendiri. Baginya, setiap pemain memiliki perjuangan yang layak dihormati.

Meski demikian, ia tetap memandang dukungan dari dunia konten sebagai modal yang dapat dimanfaatkan secara positif. Koneksi yang dibangun selama bertahun-tahun di platform digital menjadi salah satu pintu yang membawanya ke layar lebar. Namun, ia menegaskan bahwa modal itu tetap harus diimbangi kemampuan akting yang terus diasah.

Rasa syukur itu menjadi bagian penting dari sikapnya menghadapi babak baru di dunia hiburan. Ia tidak ingin popularitas membuat dirinya lupa pada proses dan kerja keras para pelaku industri lain. Sikap tersebut juga menjadi penanda bahwa dirinya ingin tumbuh dengan cara yang lebih matang.

Harapan Untuk Bioskop

Salah satu motivasi terbesar Saputra Kori adalah mengajak generasi muda kembali ramai ke bioskop. Ia berharap kehadirannya di layar lebar dapat menjadi jembatan antara dunia digital dan perfilman nasional. Dengan demikian, penonton muda bisa lebih dekat dengan karya-karya lokal.

Ia menilai fanbase yang selama ini mengikuti dirinya di TikTok dan YouTube dapat diarahkan untuk memberi dukungan kepada film Indonesia. Menurutnya, dampak positif akan terasa jika penggemar tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir sebagai penonton di bioskop. Cara itu dianggap dapat membantu perputaran industri film nasional.

Saputra Kori menegaskan bahwa film lokal perlu mendapat tempat lebih besar di hati anak muda. Ia percaya eksistensi kreator digital dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas minat menonton. Dengan basis penggemar yang solid, ia optimistis pesan tersebut bisa tersampaikan lebih efektif.

Pada akhirnya, ia ingin kehadirannya di dunia akting tidak hanya dikenal sebagai langkah karier pribadi. Ia berharap perjalanan barunya turut memberi kontribusi terhadap promosi film Indonesia di kalangan generasi muda. Dari sana, industri perfilman Tanah Air diharapkan semakin hidup dan kompetitif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!