Rupiah Melemah ke Rp17.795, Menkeu Nilai Tak Masuk Akal

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 01 Juni 2026 21:19 WIB 5
Rupiah Melemah ke Rp17.795, Menkeu Nilai Tak Masuk Akal

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hampir menyentuh level Rp17.800 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. Mata uang Garuda ditutup melemah 0,29 persen atau 52 poin ke posisi Rp17.795 per dolar AS.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah tersebut tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Ia menyampaikan pandangan itu saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, pada Rabu, 27 Mei 2026.

Rupiah dan APBN

Purbaya menegaskan pelemahan rupiah tidak seharusnya terjadi jika kondisi dasar ekonomi tetap terjaga. Menurut dia, pelemahan mata uang biasanya muncul ketika ada gangguan pada fundamental.

Ia menyebut situasi saat ini justru berlawanan dengan pola umum yang kerap terjadi di pasar. Karena itu, ia menilai tekanan terhadap rupiah belum mencerminkan kondisi ekonomi nasional secara utuh.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan uji ketahanan atau stress test terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Purbaya menolaknya. Ia mengatakan simulasi fiskal sudah dilakukan dengan skenario harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel.

Dalam skenario tersebut, asumsi nilai tukar rupiah juga sudah diperhitungkan sejak awal. Purbaya bahkan berkelakar bahwa dirinya yang justru stres jika harus menghitung ulang APBN.

Rupiah di Pasar Obligasi

Meski rupiah melemah, Purbaya mengatakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah justru mengalami penurunan. Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan pasar surat utang domestik masih relatif terkendali.

Ia menjelaskan penurunan yield tidak lepas dari intervensi pemerintah melalui treasury operation di pasar Surat Berharga Negara. Langkah tersebut dilakukan oleh jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk menjaga stabilitas pasar.

Purbaya menilai pengendalian yield menjadi penting karena pasar obligasi yang stabil dapat menjaga kepercayaan investor. Stabilitas itu juga dinilai membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, kondisi pasar obligasi yang terjaga disebut dapat mendorong minat investor asing tetap masuk. Dengan demikian, tekanan dari pelemahan rupiah diharapkan tidak berlanjut lebih jauh.

Rupiah dan Arus Modal

Purbaya mengatakan pemerintah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi domestik. Arus dana tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa kepercayaan investor masih ada terhadap instrumen keuangan Indonesia.

Ia menambahkan, selama pasar obligasi terkendali, minat investor asing untuk berinvestasi akan tetap terjaga. Menurut dia, kondisi itu juga berpengaruh terhadap ketahanan pasar surat utang pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah disebut akan menyiapkan langkah lanjutan untuk mendukung stabilitas rupiah. Kebijakan tersebut akan diarahkan agar dampaknya terhadap nilai tukar lebih signifikan.

Purbaya menekankan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan pengelolaan pasar akan terus dilakukan. Upaya ini diharapkan dapat menjaga aliran modal tetap masuk sekaligus mengurangi tekanan di pasar valuta asing.

Prospek Rupiah ke Depan

Ke depan, pemerintah menilai stabilitas rupiah masih dapat dijaga sepanjang pasar obligasi tetap sehat. Pandangan itu menjadi dasar keyakinan bahwa tekanan yang terjadi saat ini masih dapat dikelola.

Fundamental ekonomi Indonesia yang disebut kuat menjadi pijakan utama dalam membaca arah pergerakan mata uang. Dengan kondisi tersebut, pemerintah menilai pelemahan rupiah tidak semestinya dibesar-besarkan.

Namun, pasar valuta asing tetap dipengaruhi sentimen global, termasuk pergerakan dolar AS dan harga energi. Karena itu, langkah mitigasi dipandang tetap perlu dilakukan secara terukur.

Dengan kombinasi intervensi pasar, pengelolaan APBN, dan aliran modal asing, pemerintah berharap rupiah kembali stabil. Pemantauan terhadap pasar keuangan pun disebut akan terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!