Ruben Onsu menegaskan bahwa haknya sebagai ayah kandung untuk bertemu anak-anak belum berjalan sesuai kesepakatan pascaperceraian. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menyampaikan kekhawatiran soal jarak emosional yang bisa terbentuk jika waktu bertemu terus berkurang.
Persoalan itu mencuat di tengah sorotan publik terhadap kedekatan anak-anak Ruben dengan Giorgio Antonio, kekasih Sarwendah. Ruben, menurut Minola, tidak mempermasalahkan kehadiran pihak lain, tetapi menuntut porsi peran ayah kandung tetap dijalankan sebagaimana mestinya.
Hak Bertemu Anak Ruben
Minola Sebayang menjelaskan bahwa Ruben merasa haknya sebagai ayah kandung belum dilaksanakan sesuai perjanjian. Kesepakatan yang telah dibuat semestinya memberi ruang bagi Ruben untuk bertemu anak-anak secara rutin.
Ia menegaskan, persoalan utama bukanlah kecemburuan terhadap kehadiran orang lain di sekitar anak. Menurutnya, yang dikhawatirkan Ruben adalah hubungan yang makin renggang akibat minimnya kesempatan berinteraksi.
Minola mengatakan porsi ayah kandung yang telah diatur dalam perjanjian tidak dijalankan dengan berbagai alasan. Sementara itu, sosok yang tidak memiliki hubungan darah justru disebut mendapat keleluasaan lebih besar.
Ia menilai kondisi tersebut perlu dicegah agar anak tidak tumbuh dengan jarak emosional terhadap orang tua kandung. “Yang harus dicegah bukan masalah cemburu,” ujarnya saat ditemui di Tebet, Jakarta Selatan, kemarin.
Respons Soal Kedekatan Anak
Menanggapi perhatian publik terhadap kedekatan anak-anak Ruben dengan Giorgio Antonio, Minola menyatakan kliennya tidak merasa tergantikan. Ia menekankan bahwa Ruben hanya ingin perannya sebagai ayah tetap mendapat ruang yang adil.
Menurut Minola, kehadiran figur lain tidak seharusnya menghapus posisi orang tua kandung. Ia menyebut yang paling penting adalah memastikan anak tetap memiliki hubungan yang sehat dengan ayah biologisnya.
Ia juga menyoroti risiko jika anak menerima informasi yang keliru tentang orang tua kandung. Dalam situasi seperti itu, kata dia, anak bisa memandang ayahnya sebagai sosok asing.
Minola menilai keadaan tersebut berpotensi menimbulkan jarak yang sulit diperbaiki di kemudian hari. Karena itu, ia meminta agar komunikasi antara semua pihak tetap dijaga secara proporsional.
Komunikasi Pascaperceraian
Ruben mengaku telah berupaya berkomunikasi agar bisa bertemu anak-anak sesuai kesepakatan pascaperceraian. Dalam perjanjian itu, ia disebut berhak bertemu anak tiga sampai empat hari dalam sepekan.
Melalui sambungan telepon, Ruben mengatakan seluruh upaya komunikasinya sudah dilampirkan kepada pihak terkait. Ia berharap ada jalan tengah yang bisa diterima kedua belah pihak tanpa mengabaikan kesepakatan awal.
Ruben menilai persoalan tersebut seharusnya dibahas kembali melalui kuasa hukum masing-masing. Ia menegaskan dirinya tidak menuntut di luar kesepakatan, melainkan hanya meminta hak yang sudah ditetapkan.
Ia juga menyebut bahwa penyelesaian terbaik perlu menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas. Dengan begitu, hubungan ayah dan anak tetap terjaga meski orang tua telah berpisah.
Nafkah dan Tanggung Jawab
Selain soal pertemuan dengan anak, Ruben juga menanggapi sorotan publik terkait nafkah anak. Presenter berusia 42 tahun itu merasa kontribusinya selama bertahun-tahun seolah diabaikan karena hanya dinilai dari enam bulan terakhir.
Ruben menyebut dirinya keberatan jika tanggung jawabnya sebagai ayah direduksi hanya pada isu nafkah yang belakangan berhenti. Ia menegaskan bahwa pengorbanannya dalam membesarkan anak telah berlangsung jauh lebih lama.
Menurut Ruben, pembahasan mengenai nafkah seharusnya tidak menghapus rekam jejak tanggung jawab yang telah ia jalankan sebelumnya. Ia menilai penilaian yang tidak utuh dapat menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Dalam pernyataan yang tegas, Ruben mengatakan bahwa jika ada pihak yang tidak sanggup membesarkan anak, maka anak-anak itu sebaiknya diserahkan kepadanya. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengambil alih peran penuh sebagai ayah yang membesarkan anak-anaknya.
