Robries Ubah Sampah Botol Plastik Jadi Furnitur Ekspor

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 13 Mei 2026 00:48 WIB 8
Robries Ubah Sampah Botol Plastik Jadi Furnitur Ekspor

Robries didirikan pada 2018 oleh CEO Syukriyatun Niamah dan Co-Founder Lumosh Raymond Tjiadi, dengan misi mengubah sampah botol plastik menjadi furnitur yang bernilai. Inisiatif ini menekankan desain yang menarik sambil menjaga lingkungan, sehingga berpeluang untuk ekspor skala internasional. Kisahnya dipaparkan di Trede Expo Indonesia 2025 pada 18 Oktober 2025 sebagai upaya memperluas pasar global.

Meskipun produk berbasis sampah unik, pemasaran tetap menantang karena edukasi pasar yang luas. Selain itu, pasokan sampah tutup botol plastik yang tidak selalu konsisten menjadi kendala utama. Untuk mengatasinya, Robries terus memperluas jaringan pemasok dan memanfaatkan dukungan IDDC serta pameran TEI 2025 untuk memasarkan produk secara global.

Transformasi Sampah

Robries didirikan pada 2018 oleh Syukriyatun Niamah dan Lumosh Raymond Tjiadi.

Fokus utama perusahaan adalah menyulap sampah botol plastik menjadi furnitur yang memiliki nilai estetika dan fungsional.

Tujuannya adalah menjaga lingkungan sambil membuka peluang ekonomi bagi UMKM.

Upaya ini menuntut edukasi pasar yang luas.

Masyarakat perlu dipahami bahwa sampah botol plastik bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Kendala lain adalah ketersediaan pasokan sampah tutup botol plastik yang tidak selalu konsisten.

Meskipun demikian, Robries tetap berupaya menjaga kualitas produk.

Kendala pasokan sampah yang tidak konsisten diatasi melalui kemitraan dengan pemasok dan program pengumpulan.

Tim saat ini fokus pada peningkatan proses produksi agar produk tetap konsisten bagi pelanggan.

IDDC & UMKM

IDDC Kemendag membantu UMKM menembus pasar ekspor.

Program fasilitasi IDDC menyediakan kurasi, pendampingan, dan peluang mengikuti TEI 2025 bagi UMKM yang lulus.

Keberadaan IDDC dinilai penting untuk memperluas akses produk nasional ke pasar internasional.

Selama empat tahun, Robries mengajukan Good Design Award dengan bimbingan IDDC.

Pada akhirnya, produk Robries meraih Penghargaan Best Design Indonesia dan Good Design Award Japan.

Milestone ini meningkatkan kepercayaan pembeli luar negeri serta memperluas peluang ekspor.

Lumosh Raymond Tjiadi menilai IDDC sebagai wadah penting untuk masuk ke pasar global.

Lumosh juga menyoroti dukungan riset dan desain berbasis limbah keramik yang didorong IDDC.

Konsultasi IDDC dipandang sebagai kanal untuk memahami pasar global serta negara sasaran.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!