Rizki Fauzi Rawat Usaha Ikan Hias Keluarga

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 20:02 WIB 2
Rizki Fauzi Rawat Usaha Ikan Hias Keluarga

Merawat usaha keluarga yang telah dirintis sejak lama bukan perkara ringan, apalagi saat pasar terus berubah dan biaya operasional meningkat. Rizki Fauzi membuktikan hal itu melalui keterlibatannya dalam kios ikan hias milik keluarga selama 12 tahun di Depo Pemasaran Ikan Hias, Jalan Bina Marga, Kota Bogor.

Berkat ketekunan dan kerja keras dalam menjaga roda bisnis, ia kini berhasil memiliki rumah sendiri. Kisahnya berawal dari usaha yang dirintis sang ayah, Sudiyaman, pada 2008, lalu berkembang menjadi sumber penghidupan keluarga yang bertahan hingga kini.

Usaha keluarga ikan hias

Sudiyaman memulai usaha ikan hias setelah memperoleh tawaran lapak dari Dinas Perikanan di Depo Pemasaran Ikan Hias. Kesempatan itu dimanfaatkan karena ia memang memiliki minat pada dunia aquascape.

Kios berukuran 4x3 meter tersebut kemudian diisi perlengkapan akuarium, media filter, dan berbagai jenis ikan hias. Dari ruang usaha yang kecil, aktivitas dagang perlahan tumbuh dan membentuk pelanggan tetap.

Pertumbuhan itu terjadi secara bertahap, seiring meningkatnya minat pasar terhadap ikan hias. Dari sana, usaha keluarga ini mulai dikenal sebagai Pesona Aquarium.

Peran Rizki di kios

Melihat peluang usaha yang menjanjikan, Rizki memutuskan untuk turun tangan membantu ayahnya pada 2014. Sejak itu, ia ikut menjaga operasional kios dan terlibat dalam aktivitas harian bisnis keluarga.

Rizki mengaku keterlibatannya berlanjut hingga sekarang tanpa jeda panjang. Ia menilai keberlangsungan usaha tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada konsistensi dalam melayani konsumen.

Kehadirannya membuat bisnis keluarga tetap berjalan meski menghadapi perubahan zaman. Peran anak pertama itu juga memperkuat regenerasi dalam usaha yang telah dibangun sejak belasan tahun lalu.

Tantangan pasar ikan hias

Dinamika tren pasar menjadi tantangan utama yang harus dihadapi dalam bisnis ikan hias. Permintaan konsumen dapat berubah cepat, sehingga pelaku usaha harus peka membaca selera pembeli.

Rizki menyebut kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar usaha tetap relevan. Tanpa pembaruan strategi, kios berisiko tertinggal dari pergerakan pasar yang semakin kompetitif.

Selain soal tren, pelaku usaha juga harus menjaga kualitas produk dan layanan. Dalam bisnis ikan hias, ketepatan memilih stok menjadi faktor yang sangat menentukan.

Biaya operasional yang berat

Menjaga kualitas air menjadi pekerjaan rutin yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Pompa udara atau aerator harus menyala selama 24 jam agar ikan tetap sehat.

Di samping itu, pembersihan filter secara berkala juga tidak bisa diabaikan. Rangkaian perawatan tersebut menguras energi sekaligus menambah beban pengeluaran harian.

Meski demikian, disiplin dalam operasional membuat usaha tetap bertahan. Dari kerja keras itu, Rizki membuktikan bahwa usaha keluarga dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!