Rendang Uni Lili Raih Award, Siap Ekspansi Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 18:56 WIB 7
Rendang Uni Lili Raih Award, Siap Ekspansi Global

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah kembali menunjukkan daya saing kuat di sektor pangan nasional. Rendang Uni Lili, produsen bumbu tradisional asal Solok Selatan, Sumatra Barat, meraih UMKM Pangan Award 2025 dari Kementerian Perdagangan pada ajang Trade Expo Indonesia 2025 di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.

Penghargaan itu menjadi penegasan bahwa produk kuliner lokal mampu berinovasi, menjaga identitas daerah, dan bersaing di pasar yang lebih luas. Founder Rendang Uni Lili, Ermaneli, menyebut capaian tersebut sebagai dorongan untuk terus mengembangkan produk berbasis kearifan lokal agar menembus pasar internasional.

Inovasi Rendang Uni Lili

Rendang Uni Lili dikenal sebagai pelopor bumbu rendang siap pakai dengan santan terpisah. Dalam proses produksinya, santan diolah menjadi minyak kelapa yang lebih stabil, sementara bumbu rempah tetap dijaga kesegarannya.

Inovasi ini dirancang untuk mempertahankan cita rasa autentik rendang khas Minang. Di saat yang sama, produk tersebut dibuat agar lebih efisien digunakan oleh konsumen di rumah maupun pelaku usaha kuliner.

Ermaneli menegaskan bahwa identitas rasa menjadi kekuatan utama produk yang dibangun dari daerah. Ia mengatakan misi perusahaan adalah menghadirkan cita rasa rendang autentik ke berbagai negara. Menurut dia, produk lokal tetap dapat bersaing selama kualitas dan keaslian dijaga dengan konsisten.

Keberhasilan inovasi itu juga memperlihatkan perubahan cara UMKM memandang pasar. Produk tradisional kini tidak hanya dijual sebagai makanan khas, tetapi juga sebagai komoditas bernilai tambah. Pendekatan ini membuka peluang lebih besar bagi UMKM kuliner untuk naik kelas.

Sertifikasi Dorong Kepercayaan

Untuk menjaga kepercayaan pasar, perusahaan telah mengantongi sertifikat Halal, BPOM, HACCP, dan SNI. Deretan sertifikasi tersebut menunjukkan komitmen terhadap mutu dan keamanan pangan berstandar internasional.

Langkah itu penting karena konsumen kini semakin memperhatikan asal-usul, kebersihan, dan kelayakan produk pangan. Sertifikasi juga menjadi bekal utama ketika produk ingin masuk ke jaringan distribusi modern dan pasar ekspor.

Rendang Uni Lili tidak hanya mengandalkan varian rendang daging sebagai produk utama. Perusahaan juga mengembangkan rendang ayam, paru, ikan, sambalado, dan bumbu masak lainnya.

Diversifikasi produk membuat perusahaan lebih adaptif terhadap selera pasar yang beragam. Strategi ini membantu menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperluas basis konsumen di dalam negeri. Dengan portofolio yang lebih luas, peluang ekspansi juga menjadi semakin terbuka.

Ekspansi Pasar Rendang Uni Lili

Setelah mencatat kinerja positif di pasar lokal, Rendang Uni Lili kini menyiapkan langkah ekspansi ke pasar global. Perusahaan telah memasarkan produk melalui Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, lalu bersiap masuk ke platform Alibaba.

Platform tersebut dinilai dapat memperluas akses ke pembeli lintas negara. Melalui jalur digital, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih besar tanpa harus bergantung sepenuhnya pada saluran distribusi konvensional.

Pemerintah turut memberi dukungan melalui fasilitasi ekspor dan akses ke ritel modern bagi pemenang UMKM Pangan Award 2025. Dukungan ini diharapkan mempercepat pengenalan produk lokal di pasar internasional.

Ermaneli menyebut perusahaan tengah memperkuat rantai pasok, kapasitas produksi, dan inovasi berkelanjutan. Menurut dia, kesiapan operasional menjadi syarat penting agar ekspansi global bisa berjalan stabil dan berkelanjutan.

Dukungan UMKM Pangan

Keberhasilan Rendang Uni Lili mencerminkan potensi besar UMKM kuliner Indonesia. Produk pangan berbasis tradisi terbukti mampu berkembang jika didukung inovasi, standar mutu, dan pemasaran yang tepat.

Penghargaan dari Kementerian Perdagangan juga memberi sinyal bahwa pemerintah melihat sektor UMKM sebagai penggerak penting ekonomi daerah. Di saat yang sama, pelaku usaha dituntut untuk terus meningkatkan kualitas agar mampu bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Ermaneli menilai dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan diri pelaku usaha kecil. Ia meyakini produk lokal dapat menjadi bagian dari rantai pasok kuliner dunia jika dikelola secara serius.

Capaian ini memperlihatkan bahwa produk tradisional tidak kalah bersaing dengan merek besar. Selama inovasi dijaga dan kualitas konsisten, UMKM Indonesia berpeluang memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing pangan nasional. Dengan pijakan itu, rendang dari Solok Selatan kini membawa ambisi yang jauh lebih besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!