Remaja Prancis Bangun Koma, Mengira Punya Tiga Anak

Lifestyle Clara Monica 02 Juni 2026 05:20 WIB 3
Remaja Prancis Bangun Koma, Mengira Punya Tiga Anak

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier menjadi sorotan setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan ketiga putrinya. Padahal, ia belum pernah menikah maupun melahirkan, sehingga pengalaman yang diyakininya itu ternyata hanya terjadi di alam bawah sadar.

Kisah ini muncul setelah Clelia membuka mata usai tiga minggu koma pada 2025, setelah menjalani perawatan medis usai percobaan bunuh diri dengan meminum obat pada Juni 2025. Alih-alih bertanya tentang kecelakaan atau kondisinya sendiri, remaja berusia 19 tahun itu justru merasa kehilangan keluarga yang hanya ia kenal lewat mimpi.

Mimpi Koma yang Nyata

Clelia mengaku merasa sangat terpukul saat menyadari bahwa kehidupan sebagai ibu yang ia ingat ternyata tidak pernah terjadi. Dalam ingatannya, ia telah menjalani peran sebagai orang tua selama tujuh tahun dengan tiga anak kembar tiga yang ia beri nama Mila, Miles, dan Mailee.

Menurut pengakuannya, mimpi itu terasa begitu nyata karena ia mengingat proses melahirkan, rasa sakit, dan stres yang menyertainya. Ia juga mengaku merasakan duka mendalam ketika salah satu bayi yang ia bayangkan, Mailee, meninggal tak lama setelah lahir.

Clelia menyebut pengalaman itu meninggalkan rasa sedih dan rasa bersalah yang sangat kuat. Ia bahkan mengatakan bahwa emosi yang hadir dalam mimpi tersebut terasa seperti pengalaman hidup yang sesungguhnya.

Ingatan Ibu dari Lyon

Dalam keterangan yang dilansir DailyMail, Clelia mengaku masih mengingat momen kontak kulit ke kulit pertama dengan bayi-bayinya. Ia menyebut pengalaman itu sebagai sesuatu yang luar biasa karena dipenuhi gelombang cinta yang sangat besar.

Tidak hanya kelahiran, ia juga mengingat rutinitas sehari-hari sebagai ibu dalam mimpi itu. Ia bercerita tentang jalan-jalan bersama, makan bersama, hingga cerita sebelum tidur yang membuat dirinya merasa benar-benar memiliki keluarga.

Meski begitu, kenyataan yang dihadapinya sangat berbeda karena staf medis memastikan bahwa ia tidak pernah hamil. Dokter menyatakan bahwa tujuh tahun masa kehamilan yang diyakininya sama sekali tidak nyata.

Respons Medis dan Psikologis

Penjelasan dokter membuat Clelia awalnya tidak percaya karena semua detail dalam ingatannya terasa sangat jelas. Ia merasa seolah-olah telah menjalani kehidupan yang utuh, meski hal itu hanya terjadi dalam mimpi selama masa koma.

Kondisi tersebut juga mengejutkan tenaga medis yang menanganinya karena respons pasien dalam koma memang dapat sangat beragam. Sebagian pasien bisa membawa pulang mimpi yang sangat detail, sementara sebagian lain tidak mengingat apa pun setelah sadar.

Dalam kasus Clelia, mimpi itu meninggalkan dampak emosional yang besar setelah ia sadar dari koma. Ia mengaku masih merasa terputus dari orang lain dan terus merindukan putri-putrinya, meski mereka tidak pernah ada di dunia nyata.

Fenomena Mimpi Koma

Kasus ini mengingatkan publik pada kisah-kisah serupa yang kerap muncul dalam film dan dikaitkan dengan tokoh fiksi seperti Wanda Maximoff. Namun, ahli neurologi menegaskan bahwa mimpi koma bukanlah fenomena yang langka, terutama setelah cedera otak traumatis.

Para ahli menjelaskan bahwa pasien dalam kondisi koma tidak selalu berada dalam kegelapan atau tidur tanpa pengalaman sadar. Banyak di antaranya melaporkan mimpi yang sangat jelas, detail, dan terasa nyata saat mereka kembali sadar.

Meski demikian, pengalaman setiap pasien tetap berbeda karena ada pula yang bangun tanpa ingatan apa pun. Kasus Clelia Verdier menunjukkan bahwa mimpi dapat meninggalkan jejak emosional yang kuat, bahkan ketika kenyataan berkata sebaliknya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!