Ratu Sofya Buka Suara Usai Disomasi HAS Pictures

Lifestyle Nadia Safira Putri 28 Mei 2026 20:53 WIB 3
Ratu Sofya Buka Suara Usai Disomasi HAS Pictures

Ratu Sofya akhirnya angkat bicara usai disomasi rumah produksi milik Haldy Sabri dan Irish Bella, HAS Pictures, terkait dugaan penolakan promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Polemik ini mencuat setelah dirinya mengungkap keberatan atas sejumlah adegan intim dalam film tersebut.

Dalam keterangannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5/2026), Ratu menegaskan bahwa persoalan yang bermula dari masalah keluarga seharusnya tidak menjadi konsumsi publik. Ia juga memilih tidak memperpanjang perdebatan yang kini terlanjur melebar ke ruang media.

Ratu Sofya Bicara Soal Polemik

Ratu Sofya menilai urusan pribadinya dengan keluarga semestinya diselesaikan secara tertutup. Ia menegaskan bahwa masalah tersebut bukan untuk konsumsi publik.

Menurutnya, situasi yang berkembang saat ini sudah bercampur dengan persoalan keluarga. Kondisi itu, kata dia, membuat perkara yang awalnya pribadi menjadi semakin rumit.

Ia menyebut tidak ada niat dari dirinya untuk menjadikan masalah itu sebagai bahan pembicaraan publik. Namun, karena pihak HAS Pictures sudah lebih dulu membuka persoalan tersebut ke publik, ia merasa perlu memberikan pernyataan.

Ratu juga mengiyakan saat ditanya apakah ia menyayangkan masalah ini menjadi berkepanjangan. Sikapnya menunjukkan bahwa ia berharap polemik tersebut segera mereda.

Sikapnya Soal Proyek Film

Saat disinggung tentang awal mula menerima proyek film itu, Ratu Sofya enggan menjelaskan lebih jauh. Ia memilih berhenti pada batas yang dianggapnya penting untuk dijaga.

Ia mengatakan sudah lelah menghadapi polemik yang terus berlarut. Karena itu, ia tidak ingin memberikan keterangan yang justru memicu perdebatan baru.

Ratu menegaskan bahwa dirinya tidak ingin masalah pribadi bercampur dengan urusan profesional. Menurutnya, ranah keluarga dan pekerjaan seharusnya dipisahkan.

Ia juga menilai pembahasan soal proyek film itu sudah keluar dari konteks awal. Karena itu, ia memilih berhati-hati dalam memberikan komentar lanjutan.

Respons Atas Sorotan Publik

Ratu Sofya menyayangkan persoalan tersebut kini melebar ke ruang publik. Ia menilai kondisi itu tidak terjadi atas keinginannya.

Ia menyebut pada dasarnya tidak berniat membuka masalah pribadi ke media. Namun, menurutnya, keadaan berubah setelah pihak lain lebih dulu menyampaikan persoalan itu secara terbuka.

Karena situasi sudah terlanjur menjadi perhatian publik, ia merasa perlu memberikan klarifikasi seperlunya. Ia tetap menekankan bahwa ada batas yang tidak ingin ia lewati.

Sikap itu memperlihatkan bahwa Ratu berupaya meredam konflik, bukan memperbesar polemik. Ia tampak ingin agar isu yang berkembang tidak terus memengaruhi kehidupan pribadinya.

Honor Dan Kuasa Hukum

Menanggapi kabar honor bernilai ratusan juta rupiah yang disebut berada di tangan orang tuanya, Ratu Sofya memilih irit bicara. Ia menegaskan bahwa penjelasan soal hal itu bukan untuk dirinya sampaikan secara terbuka.

Ia menyebut persoalan tersebut sebagai urusan pribadi yang tidak bisa diungkap di ruang publik. Menurutnya, pihak lain mungkin saja membuka informasi itu, tetapi hal tersebut bukan haknya untuk dijelaskan.

Ratu juga menegaskan bahwa berbagai pertanyaan terkait polemik ini akan dijawab oleh kuasa hukumnya. Ia memilih tidak menambah keterangan di luar jalur resmi.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Ratu ingin menjaga batas antara urusan pribadi, keluarga, dan persoalan profesional. Di tengah sorotan publik, ia menempatkan kuasa hukum sebagai pihak yang paling tepat memberi penjelasan lanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!