Raline Shah Tampil Elegan dengan Gaun Sapto di Cannes 2026

Lifestyle Clara Monica 29 Mei 2026 00:59 WIB 2
Raline Shah Tampil Elegan dengan Gaun Sapto di Cannes 2026

Raline Shah kembali menarik perhatian di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, saat mengenakan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi kolaborasi keduanya di ajang film internasional bergengsi tersebut.

Gaun tersebut dipakai Raline saat menghadiri pemutaran perdana film The Beloved, dengan sentuhan glamor klasik yang dipadukan detail warisan Indonesia. Sapto merancang busana itu agar tampil anggun, modern, dan tetap relevan di bawah sorotan red carpet.

Gaun Raline di Cannes

Sapto Djojokartiko menjelaskan bahwa inspirasi utama gaun tersebut berasal dari keinginan menghadirkan siluet klasik yang terasa modern. Untuk Raline, ia ingin membangun kesan glamor yang abadi, tetapi tetap memiliki sentuhan personal.

Detail heritage Indonesia dihadirkan secara halus melalui bordir motif Yayi Ukir pada seluruh permukaan ballgown. Menurut Sapto, pendekatan itu membuat gaun tidak hanya memancarkan kemewahan visual, tetapi juga menunjukkan craftsmanship yang menjadi identitas rumah mode tersebut.

Raline Shah sendiri tampil percaya diri saat mengenakan busana itu di hadapan publik internasional. Kehadirannya kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu wajah Indonesia yang konsisten tampil di panggung mode dunia.

Kesan keseluruhan dari tampilan tersebut adalah elegan, lembut, dan terukur. Kombinasi siluet, detail bordir, serta pilihan warna membuat busana itu langsung mudah dikenali di antara deretan penampilan lain di Cannes.

Motif Yayi Ukir Dihadirkan

Motif Yayi Ukir lahir dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional yang kemudian diinterpretasikan ulang bersama motif Penara. Dari proses itu, tercipta pola baru yang terasa lebih kaya detail namun tetap halus.

Sapto menyebut struktur motif tersebut dirancang agar tampil serasi dengan perhiasan Chopard yang dipakai Raline. Nuansa art-deco pada aksesori itu membuat keseluruhan tampilan terlihat lebih dimensi dan elegan.

Sinkronisasi antara busana dan perhiasan menjadi salah satu kekuatan utama penampilan Raline di karpet merah. Harmoni itu membuat setiap elemen tampak saling menguatkan tanpa saling mendominasi.

Dalam konteks fashion red carpet, pemilihan motif semacam ini juga memberi nilai cerita yang lebih dalam. Gaun tersebut bukan hanya soal bentuk, melainkan juga soal narasi budaya yang disampaikan secara visual.

Proses Pengerjaan Panjang

Untuk gaun Cannes 2026 ini, proses pengerjaan memakan waktu sekitar 800 jam. Angka tersebut menunjukkan tingkat ketelitian tinggi yang dibutuhkan untuk menghasilkan busana dengan struktur kompleks.

Setiap tahap dikerjakan dengan perhatian besar, mulai dari konstruksi, bordir, hingga penyelesaian akhir. Sapto menekankan bahwa detail seperti itu penting agar siluet gaun terlihat effortless saat dikenakan.

Berbeda dengan busana Raline di Cannes 2024 yang disebut memerlukan 1.200 jam pengerjaan, karya kali ini memiliki karakter pengerjaan yang berbeda. Meski demikian, fokus utamanya tetap sama, yakni menghadirkan hasil yang presisi dan nyaman dipakai.

Proses panjang ini memperlihatkan bahwa busana couture membutuhkan waktu, keterampilan, dan kesabaran. Hasil akhirnya adalah gaun yang terlihat ringan di tubuh, meski dibangun dari kerja teknis yang sangat rumit.

Warna Oyster Jadi Andalan

Warna Oyster kembali dipilih sebagai palet utama karena telah lama menjadi signature palette SAPTO DJOJOKARTIKO. Warna tersebut dikenal memiliki karakter timeless, understated, dan elegan.

Menurut Sapto, Raline juga menginginkan warna itu karena merepresentasikan sisi klasik dan anggun dari dirinya. Pilihan tersebut menunjukkan bahwa busana red carpet sering kali disusun melalui dialog antara desainer dan pemakainya.

Warna Oyster dinilai mampu tampil menonjol tanpa terasa berlebihan. Dalam pencahayaan karpet merah, warna ini memberi ruang bagi tekstur bordir dan detail siluet untuk terlihat lebih hidup.

Keseluruhan tampilan Raline di Cannes 2026 akhirnya membentuk kesan yang kuat, konsisten, dan matang secara estetika. Kolaborasi dengan Sapto Djojokartiko kembali membuktikan bahwa fashion Indonesia mampu bersaing di panggung global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!