Raline Shah Tampil Anggun di Cannes dengan Gaun Sapto

Lifestyle Anindya Kirana Putri 31 Mei 2026 21:24 WIB 3
Raline Shah Tampil Anggun di Cannes dengan Gaun Sapto

Raline Shah kembali menjadi sorotan di karpet merah Cannes Film Festival 2026 di Cannes, Prancis, saat mengenakan gaun rancangan khusus Sapto Djojokartiko. Penampilan itu menegaskan konsistensi sang aktris dalam memilih busana dari desainer Indonesia untuk ajang film internasional bergengsi tersebut.

Gaun berwarna Oyster itu tampil mencuri perhatian karena memadukan siluet klasik dengan sentuhan modern yang elegan. Di balik tampilannya yang anggun, terdapat detail bordir, konstruksi rumit, dan interpretasi motif khas yang memperkuat identitas mode Indonesia.

Inspirasi gaun Raline Shah

Inspirasi utama gaun tersebut berangkat dari keinginan menghadirkan siluet klasik yang tetap relevan dengan selera masa kini. Untuk premiere The Beloved, Sapto Djojokartiko ingin menampilkan nuansa glamor yang tak lekang waktu.

Perancang asal Solo itu juga menyisipkan sentuhan personal melalui detail heritage Indonesia yang dibuat secara halus. Karena itu, bordir motif Yayi Ukir diterapkan di seluruh permukaan ballgown agar tampilan tidak hanya mewah, tetapi juga berkarakter.

Menurut Sapto, pendekatan ini penting agar gaun memiliki nilai lebih dari sekadar visual yang menarik. Ia ingin menonjolkan craftsmanship dan identitas yang selama ini menjadi bagian dari DNA labelnya.

Hasilnya, Raline tampil seperti figur modern dengan aura klasik yang kuat di atas karpet merah. Busana tersebut memberi kesan anggun, terukur, dan tetap mudah dikenali sebagai karya desainer Indonesia.

Makna motif Yayi Ukir

Motif Yayi Ukir terinspirasi dari perpaduan elemen ukiran dan tekstur tenun tradisional. Sapto kemudian mereinterpretasikan elemen itu bersama motif signature miliknya, yaitu Penara.

Di dalam struktur motif tersebut, elemen Penara dimasukkan kembali untuk menghasilkan bentuk baru yang lebih kaya detail. Proses itu membuat tampilan akhir terasa halus, elegan, dan tetap memiliki kedalaman visual.

Motif ini juga dinilai serasi dengan perhiasan Chopard yang dikenakan Raline Shah. Nuansa art-deco pada perhiasan membuat keseluruhan tampilan terasa lebih harmonis dan dimensional.

Kombinasi busana dan aksesori menghadirkan kesan mewah tanpa terlihat berlebihan. Detail motif yang presisi memberi ruang bagi perhiasan untuk tetap menonjol secara seimbang.

Proses pengerjaan yang panjang

Gaun yang dikenakan Raline Shah pada Cannes Film Festival 2026 dikerjakan selama kurang lebih 800 jam. Waktu tersebut digunakan untuk memastikan setiap elemen tampil rapi, presisi, dan selaras dengan konsep yang dirancang.

Proses pengerjaan mencakup konstruksi, bordir, hingga tahap penyelesaian akhir. Setiap bagian ditangani dengan perhatian besar agar siluet gaun jatuh dengan baik saat dikenakan.

Meski durasinya berbeda dengan kebaya Raline di Cannes 2024 yang memakan waktu 1.200 jam, detail pengerjaannya tetap intensif. Sapto menekankan bahwa proses yang teliti dibutuhkan agar busana terlihat effortless di tubuh pemakainya.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa kemewahan dalam busana tidak hanya datang dari tampilan akhir. Di baliknya, ada kerja teknis yang panjang dan disiplin tinggi dari para perajin.

Warna Oyster yang konsisten

Warna Oyster kembali dipilih karena sudah lama menjadi bagian dari palet khas Sapto Djojokartiko. Warna tersebut dinilai memiliki karakter timeless, understated, dan elegan.

Dalam kesempatan kali ini, Raline Shah juga secara pribadi menginginkan warna tersebut. Ia menilai Oyster merepresentasikan sisi klasik dan anggun yang ingin ditampilkan di hadapan publik internasional.

Sapto menyebut warna itu memiliki kekuatan untuk tampil menonjol tanpa terasa berlebihan. Palet tersebut juga memberi ruang bagi bordir, tekstur, dan siluet gaun untuk terlihat lebih hidup di bawah pencahayaan karpet merah.

Penggunaan warna yang konsisten memperkuat identitas visual keduanya di ajang internasional. Raline pun kembali membuktikan bahwa busana desainer Indonesia mampu bersaing di panggung mode dunia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!