Purbaya Yakini IHSG Pulih Usai Pasar Pahami BUMN Ekspor

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 04:29 WIB 7
Purbaya Yakini IHSG Pulih Usai Pasar Pahami BUMN Ekspor

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terjadi setelah pemerintah mengumumkan BUMN khusus ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia, pada Rabu 20 Mei. Menurut dia, pasar masih bereaksi karena belum memahami sepenuhnya dampak kebijakan baru tersebut. Dalam pandangannya, ketidakpastian membuat investor memilih menjual saham lebih dulu. Kondisi itu, kata dia, wajar terjadi pada fase awal pengumuman kebijakan.

Purbaya menyampaikan hal tersebut di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Kamis 21 Mei 2026. Ia menilai pelaku pasar akan melihat manfaat yang lebih jelas setelah mekanisme BUMN ekspor berjalan. Pemerintah, lanjutnya, ingin memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Kebijakan itu juga ditujukan untuk menutup celah praktik kurang bayar pajak.

IHSG dan BUMN Ekspor

Purbaya menilai pasar saham belum sepenuhnya menangkap arah kebijakan BUMN ekspor yang diumumkan pemerintah. Ia mengatakan investor cenderung berhati-hati ketika menghadapi kebijakan baru yang belum terukur dampaknya. Dalam situasi seperti itu, tekanan jual kerap muncul lebih cepat daripada sentimen positif. Karena itu, pelemahan IHSG dinilai tidak lepas dari faktor ketidakpastian.

Menurut Purbaya, pasar biasanya akan merespons lebih rasional setelah informasi kebijakan menjadi lebih jelas. Ia menekankan bahwa reaksi awal tidak selalu mencerminkan nilai jangka panjang suatu kebijakan. Dalam pandangannya, pelaku pasar akan kembali masuk ketika prospek keuntungan mulai terlihat. Hal itu diyakini dapat membantu indeks bergerak naik kembali.

Purbaya juga menyebut tujuan kebijakan ini bukan semata pengawasan, melainkan memperbaiki kualitas transaksi ekspor. Ia menilai mekanisme baru dapat membuat aliran pendapatan perusahaan lebih transparan. Dengan demikian, nilai yang tercatat di bursa dapat lebih mencerminkan kondisi usaha yang sebenarnya. Ia optimistis transparansi itu akan menjadi sentimen positif bagi pasar.

Dampak BUMN Ekspor

Purbaya menjelaskan bahwa salah satu manfaat utama BUMN ekspor adalah menutup praktik under invoicing. Praktik tersebut selama ini berpotensi membuat nilai ekspor tercatat lebih rendah dari kondisi sebenarnya. Jika celah itu tertutup, penerimaan negara dan pencatatan perusahaan dapat menjadi lebih akurat. Menurut dia, perbaikan ini akan menguntungkan banyak pihak.

Ia menilai perusahaan yang tercatat di bursa berpeluang memperoleh manfaat ganda dari kebijakan tersebut. Di satu sisi, perusahaan dapat menikmati pendapatan yang lebih transparan. Di sisi lain, laporan kinerja yang lebih sehat berpotensi menaikkan valuasi saham. Purbaya menegaskan bahwa pasar pada akhirnya akan menghargai kinerja yang lebih nyata.

Dalam penjelasannya, Purbaya menekankan bahwa pelaku usaha tidak perlu melihat kebijakan ini sebagai hambatan. Ia menilai justru ada peluang perbaikan tata kelola yang selama ini dibutuhkan sektor ekspor. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan transaksi berjalan lebih bersih dan terukur. Jika tujuan itu tercapai, iklim investasi dinilai bisa ikut menguat.

Prospek IHSG Ke Depan

Purbaya optimistis IHSG akan kembali menguat ketika pasar memahami manfaat kebijakan baru tersebut. Ia menyebut reaksi negatif saat ini sebagai respon awal yang bersifat sementara. Ketika kepastian meningkat, investor dinilai akan menilai kebijakan ini secara lebih seimbang. Pada tahap itu, tekanan jual berpotensi mereda.

Menurut dia, kenaikan valuasi perusahaan yang terdampak kebijakan ekspor dapat mendorong minat beli saham. Pasar cenderung menyukai emiten yang memiliki laporan keuangan lebih jelas dan prospek lebih kuat. Karena itu, perbaikan tata kelola ekspor dianggap dapat menjadi katalis positif. Purbaya menyampaikan keyakinan itu secara terbuka kepada wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang menciptakan kebijakan yang merugikan dunia usaha. Sebaliknya, aturan tersebut dirancang agar arus perdagangan sumber daya alam menjadi lebih tertib. Dengan sistem satu pintu, proses ekspor diharapkan lebih mudah diawasi. Jika berjalan baik, kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal bisa ikut meningkat.

Kebijakan Ekspor SDA

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa seluruh ekspor sumber daya alam akan dikelola melalui satu pintu. Skema itu akan dijalankan lewat BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal. Komoditas yang masuk tahap awal mencakup kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi ferro alloy. Pemerintah menilai langkah itu penting untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Jakarta, Prabowo menegaskan bahwa penjualan hasil SDA harus dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk. Ia menilai kebijakan ini akan membuat tata niaga ekspor lebih tertib dan terpusat. Pemerintah juga berharap pendapatan dari komoditas strategis dapat lebih mudah diawasi. Dengan begitu, kebocoran penerimaan negara bisa ditekan.

Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu kebijakan ekonomi yang paling diperhatikan pasar saat ini. Pelaku usaha, investor, dan analis masih menimbang dampaknya terhadap ekspor, laba perusahaan, dan pergerakan saham. Di tengah proses adaptasi itu, pemerintah berupaya meyakinkan publik bahwa manfaat jangka panjangnya akan lebih besar. Purbaya pun menegaskan, ketika pasar memahami arah kebijakan ini, IHSG semestinya bergerak lebih sehat.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!