Purbaya Yakin Rupiah Menguat Seiring Dana Asing Masuk

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 24 Mei 2026 18:48 WIB 7
Purbaya Yakin Rupiah Menguat Seiring Dana Asing Masuk

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpeluang kembali menguat. Pada penutupan perdagangan Selasa, 19 Mei, rupiah tercatat berada di level Rp17.706 per dolar AS.

Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan telah aktif memperkuat rupiah melalui pembelian obligasi di pasar sekunder. Langkah itu dinilai mampu menarik kembali minat investor asing ke pasar keuangan dan menekan tekanan pada rupiah.

Rupiah Dibantu Arus Dana

Purbaya menilai rupiah tidak akan bertahan lama di level saat ini. Ia melihat sentimen pasar obligasi mulai membaik seiring kembalinya aliran dana.

Dalam konferensi pers APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, ia menyebut dana mulai masuk ke pasar keuangan. Karena itu, ia meyakini rupiah akan menguat dalam waktu mendatang.

Ia menegaskan pergerakan dana tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas nilai tukar. Kementerian Keuangan, kata dia, akan terus menjaga kondisi pasar agar tetap kondusif.

Dengan masuknya investor asing, tekanan terhadap rupiah diperkirakan ikut mereda. Purbaya menilai kebijakan yang diambil pemerintah mulai menunjukkan hasil.

Kemenkeu Jaga Asumsi APBN

Purbaya mengatakan pemerintah tidak akan mengubah asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026. Asumsi harga minyak dunia juga tidak akan disesuaikan dari level US$100 per barel.

Ia menilai kebijakan penghematan yang sudah diterapkan masih memadai untuk kondisi saat ini. Penyesuaian simulasi sebelumnya juga disebut sudah memasukkan pergeseran rupiah.

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif sejak awal. Karena itu, tidak ada kebutuhan mendesak untuk merevisi asumsi fiskal utama.

Purbaya menambahkan, stabilitas yang terjaga memberi ruang bagi kebijakan fiskal untuk tetap berjalan efektif. Pemerintah, lanjutnya, ingin memastikan kepercayaan pasar tidak terganggu.

Investor Asing Kembali Masuk

Purbaya menyebut investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun. Masuknya dana ini dinilai memperkuat sinyal pemulihan kepercayaan terhadap aset rupiah.

Ia menjelaskan, imbal hasil atau yield obligasi juga mulai menurun. Kondisi itu menunjukkan permintaan terhadap surat utang pemerintah kembali membaik.

Hari ini, dana asing tercatat masuk Rp500 miliar di pasar sekunder dan Rp1,68 triliun di pasar primer. Menurut Purbaya, arus masuk tersebut menandakan pasar obligasi mulai kembali aktif.

Ia menegaskan, langkah menjaga stabilitas bond market telah membuahkan hasil. Kepercayaan investor asing terhadap obligasi Indonesia mulai pulih, dan hal itu diharapkan turut mendorong penguatan rupiah.

Prospek Rupiah Ke Depan

Purbaya optimistis tekanan terhadap rupiah akan semakin berkurang jika arus modal asing terus berlanjut. Ia menilai penguatan rupiah akan didorong oleh sentimen positif di pasar obligasi.

Menurut dia, stabilitas pasar keuangan menjadi kunci utama dalam menjaga nilai tukar. Selama kepercayaan investor terjaga, rupiah memiliki peluang untuk bergerak lebih baik.

Ia juga menilai koordinasi kebijakan fiskal dan pengelolaan pasar obligasi perlu terus diperkuat. Hal itu penting agar pergerakan rupiah tidak kembali tertekan oleh sentimen eksternal.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap pasar valuta asing dapat lebih tenang dalam beberapa waktu ke depan. Purbaya menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa rupiah akan menguat seiring membaiknya aliran dana ke Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!