Purbaya Yakin IHSG Dekati Titik Terendah dan Berpeluang Naik

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 14:59 WIB 2
Purbaya Yakin IHSG Dekati Titik Terendah dan Berpeluang Naik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah meski belakangan bergerak fluktuatif dan sempat tertekan cukup dalam. Dalam acara Jogja Financial Festival 2026, ia menilai indeks saham saat ini telah mendekati titik terendah atau bottom.

Purbaya menyampaikan pandangan itu saat menjawab pertanyaan mengenai arah pergerakan indeks saham ke depan, termasuk peluang kenaikan dalam jangka menengah hingga panjang. Ia menegaskan bahwa reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintah akan memperkuat fundamental nasional dan mendorong pasar modal bergerak lebih positif.

Prospek IHSG Masih Kuat

Purbaya menilai pelemahan indeks saham tidak mencerminkan arah jangka panjang pasar modal Indonesia. Ia menyebut peluang penguatan tetap besar karena ekonomi nasional diperkirakan terus membaik.

Menurutnya, investor perlu melihat kondisi pasar secara lebih luas, bukan hanya dari tekanan jangka pendek. Ia menegaskan bahwa perbaikan ekonomi akan menjadi penopang utama bagi kenaikan indeks.

Dalam forum tersebut, Purbaya menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan indeks masih turun atau mulai pulih. Ia menilai ruang kenaikan justru lebih besar dibandingkan risiko penurunan lanjutan.

Keyakinan itu, kata dia, didasarkan pada arah kebijakan ekonomi yang sedang ditempuh pemerintah. Dengan fondasi yang menguat, pasar saham dinilai akan mengikuti perbaikan fundamental tersebut.

Reformasi Ekonomi Jadi Penopang

Purbaya menyebut Presiden Prabowo dan jajaran pemerintah menjalankan reformasi ekonomi secara serius. Ia mengatakan dirinya mendapat tugas untuk memastikan berbagai persoalan ekonomi dibenahi secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa kerja sama lintas pihak menjadi bagian penting dari proses pembenahan tersebut. Menurutnya, kebijakan yang dijalankan tidak sekadar formalitas, melainkan upaya nyata memperkuat pondasi ekonomi.

Reformasi itu, lanjut Purbaya, diharapkan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan stabil. Kondisi tersebut dinilai akan memberi dampak langsung terhadap kepercayaan investor di pasar saham.

Ia juga menekankan bahwa perbaikan fundamental bukan proses instan, melainkan membutuhkan konsistensi. Meski demikian, arah kebijakan yang ditempuh diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Siklus Bisnis Dorong Ekspansi

Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi selalu bergerak dalam siklus bisnis yang naik dan turun. Karena itu, tekanan pasar saat ini menurutnya masih bagian dari pola alamiah ekonomi.

Ia menyebut fase ekspansi dapat berlangsung cukup panjang apabila reformasi dijalankan dengan baik. Dalam kondisi ideal, periode pertumbuhan bisa bertahan lebih lama dan memberi ruang lebih besar bagi pasar modal.

Purbaya bahkan memperkirakan masa ekspansi dapat berlangsung sekitar tujuh hingga delapan tahun jika pengelolaan ekonomi kurang optimal. Namun, jika kebijakan dijalankan dengan tepat, periode pertumbuhan bisa mencapai sekitar sepuluh tahun.

Menurutnya, pemahaman terhadap siklus ekonomi penting agar pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap gejolak jangka pendek. Dengan pandangan itu, ia menilai koreksi pasar justru bisa menjadi bagian dari fase pemulihan.

Target Kenaikan Hingga Dua Ribu Tiga Puluh

Purbaya juga memproyeksikan potensi kenaikan indeks saham yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Ia menyebut dari titik terendah ekonomi, pertumbuhan bisa mencapai empat hingga lima kali lipat pada periode 2028 hingga 2030.

Ia memberi contoh sederhana bahwa jika indeks berada di level 7.000 pada titik terendah, maka ruang kenaikan ke depan masih sangat terbuka. Proyeksi itu, menurutnya, menunjukkan optimisme terhadap arah pasar saham Indonesia.

Selain faktor fundamental, Purbaya melihat tekanan jangka pendek di pasar saham mulai mereda. Ia menilai secara teknikal, indeks sedang mendekati atau bahkan telah melewati titik bottom.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak takut berinvestasi di pasar saham untuk jangka panjang. Selama fundamental ekonomi terus membaik, ia meyakini IHSG akan naik bertahap.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!