Purbaya Yakin IHSG Dekati Titik Terendah

Forex & Saham Fajar Nugraha Utama 22 Mei 2026 13:58 WIB 6
Purbaya Yakin IHSG Dekati Titik Terendah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pasar saham Indonesia masih memiliki prospek cerah meski belakangan berfluktuasi dan sempat tertekan cukup dalam. Ia menilai indeks saham kini sudah mendekati titik terendah atau bottom. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di tengah pertanyaan mengenai arah pasar modal ke depan. Purbaya menegaskan peluang kenaikan indeks masih besar karena ekonomi nasional dinilai akan terus membaik.

Menurut Purbaya, pemerintah bersama Presiden Prabowo sedang menjalankan reformasi ekonomi secara serius untuk memperkuat fondasi nasional. Ia menyebut kebijakan tersebut akan berdampak positif terhadap pasar modal dalam jangka menengah hingga panjang. Dalam pandangannya, penguatan fundamental ekonomi akan menjadi penopang utama bagi kenaikan IHSG. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak panik menghadapi tekanan pasar yang terjadi saat ini.

Prospek IHSG Masih Cerah

Purbaya mengatakan pergerakan ekonomi mengikuti siklus bisnis yang secara alamiah bergerak naik dan turun. Ia menilai fase ekspansi dapat berlangsung lama apabila reformasi dijalankan dengan tepat. Dalam kondisi yang dikelola dengan baik, pertumbuhan ekonomi bisa bertahan lebih panjang dari perkiraan umum. Hal itu, menurutnya, akan memberi ruang bagi pasar saham untuk melanjutkan penguatan.

Ia juga menyinggung bahwa masa ekspansi ekonomi umumnya dapat berlangsung selama tujuh hingga delapan tahun. Namun, menurut dia, periode itu bisa mencapai 10 tahun bila kebijakan yang dijalankan efektif. Purbaya menilai disiplin dalam memperbaiki pondasi ekonomi menjadi kunci agar siklus ekspansi tidak cepat berakhir. Dengan demikian, pasar modal memiliki peluang untuk menikmati tren positif yang lebih panjang.

Dalam paparannya, Purbaya menyebut potensi kenaikan indeks saham dalam beberapa tahun ke depan masih sangat besar. Ia memperkirakan, dari titik terendah ekonomi, pertumbuhan dapat mencapai empat hingga lima kali lipat pada periode 2028 sampai 2030. Pernyataan ini ia sampaikan untuk menggambarkan keyakinannya terhadap arah pasar jangka panjang. Menurutnya, pasar saham akan mengikuti perbaikan ekonomi yang berlangsung bertahap.

Purbaya memberi ilustrasi bahwa apabila indeks berada di level terendah sekitar 7.000, maka ruang kenaikannya masih terbuka lebar. Ia menyebut prospek penguatan itu bisa terlihat pada akhir 2028 hingga 2030. Meski demikian, ia menekankan bahwa pergerakan pasar tetap dipengaruhi banyak faktor dan tidak selalu bergerak lurus. Karena itu, investor diminta melihat tren dalam horizon waktu yang lebih panjang.

Reformasi Ekonomi Dipercepat

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah, bersama Presiden Prabowo, tengah mendorong reformasi ekonomi secara serius. Ia mengatakan dirinya mendapat tugas untuk berkeliling dan memastikan berbagai persoalan ekonomi dibenahi. Menurut dia, kerja sama antarlembaga juga menjadi bagian penting dari proses perbaikan tersebut. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pondasi ekonomi nasional secara menyeluruh.

Ia menegaskan bahwa reformasi tidak dilakukan setengah hati, melainkan dengan pendekatan yang terukur. Purbaya menyebut seluruh pihak di pemerintahan perlu bergerak bersama agar hasilnya dapat dirasakan pasar. Dalam pandangannya, pasar modal akan merespons positif jika kebijakan fiskal dan struktur ekonomi membaik. Karena itu, ia optimistis sentimen investor akan semakin kuat seiring berjalannya waktu.

Reformasi ekonomi, menurut Purbaya, akan berdampak langsung pada stabilitas dan daya tahan perekonomian nasional. Ia menilai pondasi yang kuat akan membantu Indonesia menghadapi gejolak global yang masih berlangsung. Dengan dasar ekonomi yang sehat, dunia usaha dinilai lebih mudah tumbuh dan menarik investasi. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mendorong penguatan indeks saham domestik.

Pernyataan tersebut ia sampaikan sebagai sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga arah kebijakan tetap pro-pertumbuhan. Purbaya juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan agenda pembenahan ekonomi. Ia percaya hasil dari kebijakan itu tidak hanya terlihat pada data makro, tetapi juga pada kinerja pasar modal. Dalam jangka panjang, kepercayaan investor menjadi salah satu modal utama untuk menjaga momentum.

Analisis Teknikal Menunjukkan Bottom

Selain melihat faktor fundamental, Purbaya juga menilai tekanan pasar saham mulai mereda dari sisi teknikal jangka pendek. Ia menyebut kondisi saat ini sudah mendekati titik bottom, atau bahkan mungkin telah mencapainya. Pandangan itu membuatnya lebih optimistis terhadap arah pergerakan IHSG berikutnya. Meski demikian, ia tetap mengingatkan bahwa volatilitas masih bisa terjadi dalam waktu dekat.

Menurut Purbaya, indikator teknikal dapat membantu membaca sentimen jangka pendek di pasar. Ia melihat tekanan yang terjadi belakangan tidak lagi sedalam sebelumnya. Kondisi tersebut, katanya, sering kali menjadi tanda awal pembalikan arah. Karena itu, investor diminta memperhatikan perubahan tren secara cermat.

Purbaya menilai titik terendah pasar sering menjadi dasar untuk fase pemulihan berikutnya. Jika ekonomi terus membaik, ruang kenaikan indeks akan semakin terbuka. Ia menyebut kombinasi antara reformasi ekonomi dan perbaikan sentimen pasar bisa mendorong penguatan bertahap. Dalam kerangka itu, IHSG dinilai memiliki peluang untuk pulih secara lebih stabil.

Ia juga menekankan bahwa investor tidak seharusnya mengambil keputusan hanya karena tekanan jangka pendek. Menurutnya, arah besar pasar lebih ditentukan oleh kualitas pondasi ekonomi. Selama fondasi nasional terus diperkuat, pasar saham akan memiliki alasan untuk bergerak naik. Pandangan ini ia sampaikan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap investasi saham.

Investor Diminta Tetap Tenang

Purbaya meminta masyarakat tidak takut berinvestasi di pasar saham untuk tujuan jangka panjang. Ia menilai keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada prospek ekonomi, bukan pada kepanikan sesaat. Menurut dia, pasar saham tetap menjadi instrumen penting bagi masyarakat yang ingin membangun kekayaan secara bertahap. Karena itu, disiplin dan kesabaran menjadi kunci utama.

Ia menegaskan pemerintah akan terus menjaga fundamental ekonomi agar tetap kuat. Selama dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan, ia berjanji pondasi ekonomi akan terus diperbaiki. Keyakinan itu, menurutnya, akan memberi dampak positif terhadap pergerakan IHSG dari waktu ke waktu. Dengan begitu, investor memiliki alasan untuk tetap percaya pada pasar domestik.

Purbaya juga menyebut bahwa kenaikan pasar saham tidak harus terjadi secara cepat, tetapi bisa berlangsung bertahap. Ia menilai tren semacam itu justru lebih sehat bagi pasar. Kenaikan yang stabil dinilai lebih mencerminkan kekuatan fundamental dibanding lonjakan sesaat. Karena itu, investor diminta memandang pasar dalam perspektif jangka panjang.

Di akhir pernyataannya, Purbaya kembali menegaskan optimisme terhadap arah pasar modal Indonesia. Ia mengatakan IHSG akan terus naik bertahap selama pondasi ekonomi dijaga dengan baik. Menurutnya, reformasi yang berjalan saat ini merupakan modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor. Dengan kombinasi itu, pasar saham Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!