Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000

Forex & Saham Gilang Nabaris 01 Juni 2026 15:46 WIB 4
Purbaya Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak di sekitar level yang disebut mendekati titik terendah sejak krisis pasar akibat pandemi COVID-19. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi itu hanya sementara, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih kuat. Ia bahkan memperkirakan IHSG bisa kembali ke kisaran 8.000-an seperti pada awal 2026. Optimisme itu disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 22 Mei 2026.

Purbaya mengatakan arah pergerakan saham pada akhirnya ditentukan oleh fundamental perusahaan dan perekonomian nasional. Menurutnya, jika ekonomi membaik, maka profitabilitas perusahaan juga akan ikut meningkat. Dalam situasi itu, harga saham yang sedang turun justru bisa menjadi peluang bagi investor. Ia menegaskan pasar saham tidak perlu panik karena pemerintah akan terus memperbaiki ekonomi.

Prospek IHSG Menguat

Purbaya menilai IHSG memiliki peluang besar untuk kembali menguat dalam waktu dekat. Ia menyebut perbaikan ekonomi nasional akan menjadi dorongan utama bagi pasar saham. Ketika pertumbuhan ekonomi membaik, laba emiten juga berpotensi meningkat. Kondisi tersebut, menurutnya, akan mendorong harga saham bergerak lebih tinggi.

Ia menyampaikan bahwa pergerakan saham tidak berdiri sendiri, melainkan mengikuti kesehatan ekonomi secara keseluruhan. Jika fundamental ekonomi nasional terjaga, sentimen investor biasanya ikut menguat. Purbaya menilai situasi itu dapat mempercepat pemulihan IHSG. Karena itu, ia melihat koreksi yang terjadi saat ini masih bersifat temporer.

Dalam pandangannya, pasar akan segera merespons arah kebijakan dan perbaikan ekonomi yang sedang berjalan. Ia menilai para pelaku pasar sebaiknya tidak terlalu khawatir dengan tekanan jangka pendek. Menurutnya, selama fundamental membaik, IHSG akan menemukan momentumnya kembali. Rebound pun dinilai tinggal menunggu waktu.

Fundamental Ekonomi Jadi Kunci

Purbaya menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional menjadi faktor utama bagi kenaikan pasar saham. Ia menjelaskan, ketika ekonomi tumbuh, perusahaan cenderung mencatat profit yang lebih baik. Kinerja tersebut kemudian tercermin pada valuasi saham di bursa. Dengan demikian, fondasi ekonomi menjadi penentu arah IHSG.

Ia juga menyoroti hubungan langsung antara profitabilitas dan harga saham. Perusahaan yang membukukan laba, tetapi harga sahamnya turun, dinilai berada dalam kondisi undervalue. Dalam situasi seperti itu, investor dapat mempertimbangkan untuk membeli. Menurutnya, potensi keuntungan akan terbuka ketika pasar kembali menilai wajar saham tersebut.

Pernyataan itu menunjukkan keyakinan pemerintah bahwa pemulihan ekonomi akan menjalar ke pasar modal. Purbaya menilai sentimen jangka panjang tetap positif selama kebijakan ekonomi dijaga konsisten. Ia menyebut perbaikan yang dilakukan pemerintah akan memperkuat kepercayaan investor. Hal itu pada akhirnya diharapkan mendukung penguatan IHSG secara berkelanjutan.

Investor Diminta Tetap Tenang

Di tengah tekanan pasar, Purbaya meminta investor saham untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia mengatakan pasar memiliki fase naik dan turun yang wajar. Karena itu, koreksi yang terjadi saat ini tidak harus dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, kondisi tersebut bisa menjadi kesempatan untuk masuk pasar pada harga lebih rendah.

Ia menilai kekhawatiran berlebihan justru dapat mengganggu keputusan investasi. Menurutnya, investor sebaiknya melihat kondisi fundamental, bukan hanya pergerakan harian indeks. Jika emiten tetap mencatat kinerja baik, maka pelemahan harga saham tidak selalu mencerminkan kondisi sebenarnya. Pandangan itu, kata dia, penting agar investor lebih rasional dalam membaca pasar.

Purbaya juga menyampaikan keyakinan bahwa perbaikan ekonomi akan berlangsung semakin cepat. Ia menyebut pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang mendukung pertumbuhan. Dengan dukungan tersebut, pasar saham dinilai akan ikut bergerak naik. IHSG pun diperkirakan memiliki ruang pemulihan yang lebih kuat.

Rebound Dinilai Tinggal Menunggu

Purbaya memperkirakan IHSG akan kembali bergerak naik tidak lama lagi. Ia bahkan menyebut secara teknikal, pasar berpotensi mulai menguat pada pekan depan. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa pergerakan tetap dipengaruhi sentimen global dan domestik. Namun, arah besarnya dinilai masih mengarah ke pemulihan.

Menurutnya, posisi indeks yang sedang berada di area rendah justru bisa menjadi titik balik. Ketika pasar mulai membaca perbaikan ekonomi secara nyata, minat beli diperkirakan meningkat. Situasi itu dapat memicu penguatan yang lebih cepat. Dalam pandangannya, koreksi saat ini bukan akhir dari tren pasar.

Dengan fondasi ekonomi yang disebut terus membaik, Purbaya optimistis IHSG dapat kembali ke level 8.000-an. Ia menilai target tersebut masih masuk akal jika profitabilitas perusahaan ikut tumbuh. Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga momentum pemulihan. Investor pun diminta bersabar sambil mencermati peluang yang ada di pasar saham.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!