Purbaya Targetkan Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS

Forex & Saham Stanislaus Firstyan Gratia 28 Mei 2026 23:32 WIB 5
Purbaya Targetkan Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan nilai tukar rupiah kembali menguat ke level Rp15.000 per dolar Amerika Serikat. Saat ini, kurs rupiah masih berada di atas Rp17.600 per dolar AS, sehingga pemerintah menyiapkan langkah baru untuk menekan pelemahan. Kebijakan tersebut dirancang agar devisa hasil ekspor tetap bertahan di dalam negeri dan mendukung stabilitas pasar keuangan.

Purbaya menyampaikan rencana itu di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat, 22 Mei 2026. Ia menegaskan, langkah yang akan dimulai pada pekan depan itu diharapkan membuat arus devisa dari ekspor batu bara dan CPO tidak keluar dari Indonesia. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan aturan baru penempatan devisa hasil ekspor yang mulai berlaku pada Juni 2026.

Rupiah Dibidik Menguat

Purbaya menargetkan rupiah dapat kembali ke kisaran Rp15.000 per dolar AS dalam waktu mendatang. Target ini disampaikan seiring kebutuhan pemerintah menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan pasar global. Ia menilai penguatan rupiah akan membantu memperbaiki kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian nasional.

Menurut Purbaya, langkah yang akan ditempuh pemerintah mulai pekan depan akan menjadi bagian dari strategi penguatan mata uang Garuda. Meski belum merinci bentuk kebijakannya, ia memastikan akan ada aksi yang langsung menyasar pergerakan nilai tukar. Pemerintah ingin memastikan kebijakan tersebut memberi dampak nyata terhadap aliran devisa.

Di sisi lain, target penguatan rupiah juga diharapkan mampu meredam volatilitas di pasar keuangan. Ketika nilai tukar lebih stabil, dunia usaha cenderung memiliki kepastian yang lebih baik dalam merencanakan kegiatan operasional. Kondisi itu juga dapat memperkuat daya tahan ekonomi domestik dalam jangka menengah.

DHE Jadi Penopang Baru

Pemerintah akan menerapkan aturan penempatan devisa hasil ekspor atau DHE yang baru mulai Juni 2026. Salah satu poin penting dalam aturan itu adalah kewajiban menyimpan devisa hasil ekspor di bank-bank milik negara atau Himbara. Kebijakan ini diharapkan membuat dana hasil ekspor lebih lama berputar di dalam negeri.

Purbaya menilai penguatan DHE akan menjadi salah satu penopang utama stabilitas rupiah. Ia menjelaskan, devisa dari sektor ekspor yang sebelumnya berpotensi keluar kini diharapkan tetap berada di sistem keuangan nasional. Dengan begitu, pasokan valuta asing di dalam negeri dapat terjaga lebih baik.

Ekspor batu bara dan CPO disebut menjadi salah satu sumber devisa yang besar bagi Indonesia. Jika dana hasil ekspor tersebut terserap di perbankan domestik, maka likuiditas valas akan lebih kuat. Pemerintah berharap mekanisme ini memberi efek berantai terhadap penguatan mata uang rupiah.

Pasar Obligasi Dijaga

Selain melalui DHE, Kementerian Keuangan juga telah mendorong stabilitas rupiah lewat intervensi di pasar obligasi. Langkah tersebut ditempuh agar imbal hasil atau yield obligasi tidak melonjak terlalu tinggi. Kenaikan yield yang berlebihan berisiko memicu keluarnya modal asing dari pasar Indonesia.

Purbaya menjelaskan, ketika yield obligasi turun, investor asing cenderung tetap tertarik masuk ke pasar domestik. Kondisi itu membuat stabilitas harga obligasi lebih terjaga dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Pemerintah menilai hal tersebut penting untuk mendukung aliran modal yang sehat.

Menurut dia, stabilitas pasar obligasi menjadi salah satu indikator penting bagi kepercayaan investor. Jika harga obligasi terjaga, pelaku pasar akan lebih tenang dalam menempatkan dana di Indonesia. Karena itu, kebijakan menjaga yield akan terus dipertahankan ke depan.

Kepercayaan Investor Dijaga

Pemerintah menempatkan stabilitas nilai tukar, DHE, dan pasar obligasi sebagai satu rangkaian kebijakan yang saling mendukung. Tiga instrumen itu diharapkan mampu memperkuat cadangan likuiditas dan mengurangi tekanan terhadap rupiah. Dalam jangka panjang, kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter.

Purbaya menegaskan, arus modal asing harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan gejolak di pasar keuangan. Ketika investor melihat Indonesia mampu menjaga stabilitas aset keuangan, minat masuk modal diyakini akan tetap tinggi. Pemerintah pun ingin memastikan sinyal yang diberikan ke pasar tetap konsisten.

Dengan kombinasi kebijakan baru dan penguatan disiplin DHE, pemerintah berharap rupiah bergerak lebih stabil menuju level yang lebih kuat. Meski target Rp15.000 per dolar AS tidak disebut memiliki batas waktu pasti, arah kebijakan telah mulai dipertegas. Pasar kini menunggu detail langkah yang akan diumumkan pada pekan depan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!