PSN Andalkan Satelit Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Teknologi BRH 24 Mei 2026 18:53 WIB 7
PSN Andalkan Satelit Lokal Hadapi Starlink di Indonesia

Pasifik Satelit Nusantara atau PSN menegaskan strategi berbeda untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit milik Starlink di Indonesia. Perusahaan yang dipimpin Adi Rahman Adiwoso itu kini mengandalkan satelit Nusantara Lima, yang telah mengantongi izin Jartupsat dan VSAT dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

PSN memilih tidak terjebak dalam perang harga, melainkan menawarkan layanan berbasis teknologi lokal dan kedaulatan infrastruktur nasional. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan menilai layanannya lebih tahan terhadap gangguan geopolitik global dan tetap berada di dalam negeri.

Strategi PSN Hadapi Starlink

Adi menegaskan PSN ingin memberikan opsi berbeda di tengah agresivitas Starlink di pasar Indonesia. Menurut dia, pendekatan yang dipilih perusahaan tidak hanya soal konektivitas, tetapi juga soal kendali atas teknologi yang digunakan.

PSN menempatkan pengembangan teknologi lokal sebagai bagian penting dari strategi bisnisnya. Salah satu contohnya adalah antena Cerdiq yang disebut seluruh komponennya dibuat di dalam negeri.

Dengan basis produksi lokal, PSN berharap layanan internet satelit dapat lebih mandiri dan tidak bergantung pada rantai pasok luar negeri. Perusahaan juga menilai model ini lebih selaras dengan kepentingan nasional dalam jangka panjang.

Kedaulatan Teknologi Satelit

Adi menyebut seluruh kapasitas layanan PSN berada di wilayah Indonesia, sehingga pengelolaannya tidak bergantung pada fasilitas lintas negara. Kondisi itu, menurut dia, menjadi nilai tambah saat industri telekomunikasi global menghadapi risiko geopolitik.

Ia menilai layanan yang dibangun di dalam negeri tidak akan mudah dihentikan hanya karena adanya dinamika politik internasional. Karena itu, PSN menempatkan kedaulatan teknologi sebagai salah satu argumen utama dalam persaingan bisnis.

Langkah tersebut juga menjadi pembeda dengan penyedia layanan global yang mengoperasikan jaringan lintas kawasan. PSN menilai model yang mereka pilih lebih aman dan lebih sesuai untuk kebutuhan nasional.

Menolak Perang Harga

Di sisi lain, PSN mengakui persaingan dengan Starlink tidak mudah, terutama dari aspek finansial dan strategi harga. Adi menyebut Starlink memiliki keunggulan karena bisa memanfaatkan pendapatan dari pasar besar seperti Amerika Serikat dan Eropa.

Menurut dia, keuntungan itu kemudian dapat digunakan untuk memperkuat penetrasi di negara lain, termasuk Indonesia. Karena itu, PSN memilih tidak masuk ke skema subsidi besar-besaran yang dinilai tidak sehat.

Perusahaan menilai persaingan yang terlalu bergantung pada harga justru berisiko merugikan keberlanjutan industri. PSN ingin membangun bisnis yang tumbuh secara wajar tanpa harus mengorbankan struktur pasar.

Nusantara Lima Berkapasitas Besar

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia saat ini.

Satelit GEO itu menjadi salah satu andalan PSN untuk memperluas jangkauan internet di wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat layanan komunikasi data bagi berbagai kebutuhan di Tanah Air.

Dengan pengoperasian Nusantara Lima, PSN menegaskan posisinya sebagai pemain satelit nasional yang ingin bersaing lewat teknologi, bukan sekadar harga. Strategi ini sekaligus menjadi jawaban atas meningkatnya kompetisi layanan internet satelit di Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!