PSN Andalkan Internet Satelit Lokal Hadapi Starlink

Teknologi BRH 25 Mei 2026 04:18 WIB 5
PSN Andalkan Internet Satelit Lokal Hadapi Starlink

Pasifik Satelit Nusantara atau PSN menegaskan strategi baru untuk menghadapi persaingan layanan internet satelit berbasis Low Earth Orbit milik Starlink di Indonesia. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso menyampaikan bahwa perusahaan memilih jalur berbeda dengan mengandalkan teknologi lokal, setelah mengoperasikan satelit Nusantara Lima dan mengantongi izin layanan dari Kementerian Komunikasi dan Digital.

PSN menempatkan kedaulatan teknologi sebagai fokus utama, terutama melalui pengembangan antena Cerdiq dan infrastruktur satelit yang dibuat di dalam negeri. Perusahaan juga menolak perang harga dan subsidi besar-besaran, sambil memasarkan layanan berkapasitas jumbo hingga 160 Gbps sebagai salah satu yang terbesar di Asia.

Internet Satelit Lokal PSN

Adi menjelaskan bahwa PSN tidak ingin meniru model bisnis Starlink yang agresif dalam ekspansi pasar. Menurut dia, PSN justru menawarkan opsi berbeda dengan menekankan teknologi yang dibangun secara lokal. Pendekatan itu dinilai penting agar industri satelit nasional memiliki arah yang lebih mandiri.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Adi menyebut seluruh komponen utama yang dikembangkan PSN diarahkan untuk memperkuat ekosistem dalam negeri. Ia menilai kehadiran solusi buatan lokal memberi nilai tambah bagi pengguna dan pemerintah. Langkah tersebut juga menjadi pembeda utama di tengah meningkatnya persaingan layanan internet satelit.

PSN melihat internet satelit bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal kontrol atas infrastruktur. Karena itu, perusahaan berupaya menjaga agar pengelolaan layanan tetap berada di wilayah hukum Indonesia. Dengan cara ini, PSN ingin membangun kepercayaan jangka panjang dari pasar domestik.

Kedaulatan Teknologi Jadi Fokus

Adi menegaskan bahwa pengembangan teknologi lokal merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan layanan satelit nasional. Menurut dia, seluruh kapasitas yang dibangun PSN berada di tanah air dan tidak bergantung pada keputusan dari luar negeri. Kondisi tersebut dinilai penting untuk memastikan layanan tetap berjalan dalam situasi apa pun.

Ia menyoroti bahwa infrastruktur yang dibangun di dalam negeri memiliki ketahanan lebih baik terhadap risiko geopolitik global. Jika terjadi ketegangan internasional, layanan yang seluruhnya berada di Indonesia dinilai lebih aman dari gangguan. PSN ingin memastikan layanan komunikasi tidak mudah terdampak oleh perubahan politik luar negeri.

Dengan posisi itu, PSN mencoba menawarkan stabilitas sebagai keunggulan utama. Perusahaan tidak hanya menjual konektivitas, tetapi juga kepastian layanan yang lebih terkendali. Strategi ini diharapkan menarik bagi pelanggan yang membutuhkan jaringan satelit andal untuk kebutuhan bisnis dan publik.

Strategi Harga Tanpa Subsidi

PSN mengakui persaingan dengan Starlink bukan perkara mudah, terutama dari sisi finansial dan penetapan harga. Adi menilai Starlink memiliki kemampuan besar untuk menekan pasar melalui model bisnis global yang sangat kuat. Meski begitu, PSN memilih tidak masuk ke perang harga yang dinilai tidak sehat.

Perusahaan juga menolak strategi subsidi besar-besaran demi mengejar pangsa pasar. Menurut Adi, pendekatan tersebut justru berisiko merusak struktur industri dalam jangka panjang. PSN ingin bertumbuh secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kesehatan bisnis.

Adi bahkan menyebut perang harga dengan perusahaan yang didukung salah satu orang terkaya di dunia sebagai situasi yang tidak realistis untuk diikuti. Karena itu, PSN lebih fokus pada nilai layanan dan ketahanan infrastruktur. Strategi ini menjadi dasar perusahaan dalam mempertahankan posisi di pasar internet satelit nasional.

Kapabilitas Nusantara Lima

PSN resmi mengoperasikan layanan internet berbasis satelit Nusantara Lima dengan kapasitas hingga 160 Gbps. Kapasitas tersebut disebut sebagai yang terbesar di kawasan Asia, sehingga memperkuat posisi PSN di industri satelit regional. Kehadiran satelit ini menjadi tonggak penting bagi ekspansi layanan perusahaan.

Nusantara Lima juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas akses konektivitas ke wilayah yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Dengan kapasitas besar, PSN menargetkan layanan yang lebih stabil untuk kebutuhan pemerintahan, bisnis, dan masyarakat. Infrastruktur ini diharapkan membantu memperkecil kesenjangan digital di berbagai daerah.

Di sisi lain, izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit dan Very Small Aperture Terminal dari Komdigi menjadi landasan operasional yang penting. Legalitas tersebut memberi ruang bagi PSN untuk menjalankan layanan secara lebih luas dan terukur. Dalam persaingan yang semakin ketat, kombinasi izin, teknologi lokal, dan kapasitas besar menjadi modal utama PSN.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!