Self-care selama ini kerap dianggap identik dengan liburan mahal, staycation, atau belanja sebagai bentuk healing. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena perawatan diri bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan tanpa biaya besar.
Psikolog Annisa Axelta, M.Psi menjelaskan bahwa self-care justru dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang membantu tubuh dan pikiran beristirahat. Ia menegaskan bahwa istirahat pun sudah termasuk bentuk self-care yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Self-care Tak Harus Mahal
Annisa menilai masih banyak orang yang keliru memahami self-care sebagai aktivitas yang selalu membutuhkan uang. Menurutnya, mitos tersebut membuat sebagian anak muda merasa harus melakukan sesuatu yang besar agar bisa disebut peduli pada diri sendiri.
Padahal, self-care tidak selalu berkaitan dengan pengeluaran atau gaya hidup mewah. Dalam pandangannya, kebutuhan utama dari self-care adalah memberi ruang bagi diri untuk pulih.
Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak terjebak pada standar yang justru memberatkan. Dengan begitu, self-care bisa lebih mudah diterapkan dalam rutinitas harian.
Istirahat Juga Penting
Annisa menilai banyak orang merasa bersalah saat memilih untuk rebahan atau berhenti sejenak dari kesibukan. Ia menjelaskan bahwa rasa bersalah itu tidak perlu muncul jika istirahat memang dibutuhkan tubuh.
Menurutnya, me-time sederhana di rumah sudah dapat dihitung sebagai self-care. Istirahat memberi kesempatan bagi tubuh untuk menurunkan ketegangan setelah beraktivitas padat.
Meski begitu, istirahat tetap perlu dilakukan secara seimbang. Ia mengingatkan agar kebiasaan rebahan tidak berubah menjadi pola yang membuat aktivitas harian terganggu.
Makna Self-care Sebenarnya
Lebih jauh, Annisa menjelaskan bahwa self-care adalah upaya mengisi kembali energi fisik dan mental yang terkuras. Ia mengibaratkan kondisi manusia seperti baterai yang perlu diisi ulang agar kembali berfungsi optimal.
Ketika tenaga sudah habis, seseorang membutuhkan jeda untuk memulihkan diri. Proses itu membuat tubuh dan pikiran kembali siap menghadapi aktivitas berikutnya.
Dengan cara pandang tersebut, self-care bukan sekadar memanjakan diri. Self-care adalah kebutuhan dasar untuk menjaga keseimbangan agar seseorang tetap bertenaga dan bersemangat menjalani hari.
Pilihan Self-care Sederhana
Annisa menyebut self-care memiliki banyak bentuk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Tidak semua self-care harus dilakukan melalui perjalanan, karena ada pilihan lain yang lebih sederhana dan praktis.
Beberapa contohnya adalah beristirahat cukup di akhir pekan, tidak membuka urusan kerja untuk sementara, atau menolak ajakan ketika memang butuh waktu sendiri. Langkah kecil seperti itu dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.
Ia juga menyebut adanya self-care spiritual, fisik, emosional, dan mental. Bentuknya bisa berupa beribadah, olahraga ringan, journaling, membaca buku, atau belajar hal baru sesuai kebutuhan pribadi.
