Pria Malaysia Jahit 30 Pasang Baju Lebaran untuk Keluarga

Lifestyle Clara Monica 23 Mei 2026 05:06 WIB 7
Pria Malaysia Jahit 30 Pasang Baju Lebaran untuk Keluarga

Seorang pria asal Malaysia menjadi sorotan setelah memamerkan dedikasinya menjahit sendiri busana Lebaran untuk seluruh anggota keluarganya. Melalui akun TikTok @prince.syed.shahid, ia membagikan momen saat keluarga kecilnya tampil seragam dengan busana hijau neon yang mencolok ketika berziarah ke pemakaman.

Pria tersebut mengaku menyiapkan 30 pasang baju berbeda untuk dikenakan setiap hari selama bulan Syawal. Seluruh busana itu dibuatnya sendiri demi membahagiakan istri dan anak-anak tercinta, sehingga unggahan tersebut cepat menyita perhatian warganet.

Busana Lebaran Buatan Sendiri

Dalam unggahannya, pria itu menulis bahwa proyek busana keluarga tersebut merupakan bagian dari perayaan Hari Raya 2026. Ia menyebut rangkaian pakaian itu akan digunakan selama 30 hari penuh di bulan Syawal.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh busana tersebut merupakan hasil jahitan tangannya sendiri. Ungkapan itu menunjukkan komitmen besar terhadap keluarga, sekaligus kecintaan pada tradisi berpakaian saat Lebaran.

Langkah tersebut membuat banyak pengguna media sosial terkesan karena tidak semua orang bersedia meluangkan waktu dan tenaga sebesar itu. Di tengah tren pakaian instan, pilihan menjahit sendiri menjadi nilai tambah yang menonjol.

Penampilan Neon Saat Ziarah

Perhatian publik semakin besar ketika keluarga itu terlihat mengenakan busana seragam berwarna hijau neon saat berada di area pemakaman. Warna yang cerah menciptakan kontras kuat dengan suasana ziarah yang biasanya khusyuk dan tenang.

Penampilan ayah, ibu, dan dua anak mereka dinilai sangat mencolok oleh netizen. Meski demikian, banyak pula yang menganggap gaya tersebut sebagai ekspresi kebahagiaan keluarga dalam menyambut Hari Raya.

Busana yang dikenakan tampak bergaya melayu modern dengan detail payet yang mewah. Aksesori yang senada membuat penampilan keluarga tersebut terlihat kompak dan terkonsep.

Reaksi Warganet Mengalir

Unggahan itu segera memicu beragam komentar dari pengguna TikTok. Sebagian warganet memuji kreativitas dan kesabaran sang ayah dalam menyiapkan busana untuk keluarganya.

Di sisi lain, penampilan mereka di pemakaman juga menjadi bahan perbincangan karena dianggap tidak lazim. Namun, tidak sedikit yang menilai momen tersebut sebagai bentuk kebersamaan keluarga yang terekam secara unik.

Konten seperti ini kerap viral karena menggabungkan unsur tradisi, keluarga, dan gaya berpakaian yang berbeda dari biasanya. Kombinasi itu membuat unggahan mudah menarik perhatian di media sosial.

Tradisi Busana Syawal

Bagi banyak keluarga di Asia Tenggara, busana Lebaran menjadi bagian penting dari perayaan Syawal. Pakaian seragam sering dipilih untuk memperkuat rasa kebersamaan dan menghadirkan kesan rapi dalam momen silaturahmi.

Kasus ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam berpakaian dapat menjadi cara untuk merayakan hari besar dengan lebih personal. Ketika busana dibuat sendiri, nilai emosional yang melekat pun biasanya terasa lebih kuat.

Viralnya kisah pria Malaysia ini menegaskan bahwa perhatian publik mudah tertuju pada perpaduan keahlian, dedikasi, dan visual yang unik. Pada akhirnya, busana Lebaran bukan hanya soal tampilan, tetapi juga tentang cerita di balik pembuatannya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!