Prabowo Dorong Peran Swasta untuk Kerek Ekonomi Nasional

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 01:19 WIB 7
Prabowo Dorong Peran Swasta untuk Kerek Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat Pidato Penyampaian KEM-PPKF APBN 2027 di hadapan publik pada Rabu, 20 Mei 2026. Prabowo menilai kontribusi swasta perlu diperbesar agar ekonomi nasional bergerak lebih cepat. Ia juga menekankan bahwa peningkatan peran tersebut harus berjalan secara benar dan terukur.

Dalam pidatonya, Prabowo mencontohkan sejumlah perusahaan nasional yang mampu bersaing di tingkat internasional. Dua nama yang ia sorot adalah Indofood dan Mayora, yang produk-produknya telah dikenal luas di berbagai negara. Ia menyebut keberhasilan itu sebagai bukti bahwa pelaku usaha Indonesia dapat tampil di pasar global. Menurutnya, pencapaian tersebut layak diakui sebagai bagian dari kekuatan ekonomi nasional.

Swasta Jadi Motor Ekonomi

Prabowo menilai perekonomian Indonesia akan lebih kuat jika sektor swasta diberi ruang yang lebih besar. Namun, ia menegaskan bahwa peran besar itu harus diiringi dengan tata kelola yang benar. Ia tidak menginginkan pertumbuhan yang hanya tampak besar di atas kertas. Baginya, kualitas kontribusi jauh lebih penting daripada sekadar besarnya skala usaha.

Dalam pandangannya, negara perlu mengakui prestasi perusahaan-perusahaan nasional yang telah mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. Ia menyebut keberhasilan itu sebagai cerminan daya saing dunia usaha Indonesia. Ketika pelaku usaha mampu menembus pasar luar negeri, hal tersebut juga memberi dampak pada citra ekonomi Indonesia. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberi dukungan yang tepat kepada sektor ini.

Prabowo menilai hubungan yang sehat antara pemerintah dan swasta dapat menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Dukungan kebijakan, kepastian usaha, dan iklim investasi yang kondusif disebut menjadi faktor penting. Dengan kombinasi tersebut, perusahaan nasional dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas produksi. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi diharapkan ikut memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Indofood Tembus Pasar Dunia

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indofood sebagai salah satu contoh perusahaan Indonesia yang telah melangkah jauh di pasar internasional. Produk mi instan yang diproduksi perusahaan itu disebut telah dipasarkan di seluruh dunia. Ia bahkan mengaku sering mendengar orang di Eropa menanyakan produk Indomie. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan kuatnya pengenalan merek asal Indonesia di luar negeri.

Prabowo juga bercerita bahwa di sejumlah negara Afrika, produk itu dianggap sebagai bagian dari konsumsi masyarakat setempat. Cerita tersebut ia sampaikan untuk menggambarkan betapa luasnya jangkauan produk Indonesia. Bagi pemerintah, keberhasilan semacam ini dapat menjadi kebanggaan nasional. Selain itu, pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan industri Indonesia dalam membangun merek global.

Keberhasilan Indofood dipandang tidak hanya soal penjualan, tetapi juga soal reputasi. Produk yang diterima di banyak negara biasanya memiliki standar kualitas yang konsisten. Hal itu menjadi modal penting bagi perusahaan lain yang ingin mengikuti jejak serupa. Dengan demikian, sektor manufaktur nasional memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat posisi di pasar internasional.

Mayora Kuasai Banyak Negara

Selain Indofood, Prabowo turut menyoroti Mayora yang berhasil memasarkan Kopiko ke lebih dari 100 negara. Ia menyebut pencapaian itu sebagai bukti bahwa produk lokal bisa diterima luas oleh konsumen dunia. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak datang secara kebetulan. Ada kerja keras, strategi merek, dan konsistensi kualitas yang menopang ekspansi perusahaan.

Prabowo bahkan mengatakan bahwa dirinya kerap memperkenalkan produk itu saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ia menyampaikan hal tersebut sambil menyinggung peran brand ambassador dalam memperluas pengenalan produk. Menurutnya, promosi yang tepat dapat membantu produk Indonesia lebih mudah dikenal. Dalam konteks ini, perusahaan nasional dinilai perlu terus kreatif membangun citra merek.

Keberhasilan Mayora memperluas pasar menunjukkan bahwa produk konsumsi Indonesia memiliki daya saing tinggi. Jika strategi pemasaran dan jaringan distribusi dikelola dengan baik, peluang ekspor bisa terus meningkat. Prabowo menilai capaian seperti itu patut dijadikan contoh oleh pelaku usaha lain. Dengan dukungan yang tepat, semakin banyak perusahaan nasional berpeluang menembus pasar global.

Dorongan bagi Dunia Usaha

Pernyataan Prabowo memberi sinyal bahwa pemerintah melihat sektor swasta sebagai mitra penting dalam pembangunan ekonomi. Ia ingin pertumbuhan tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga pada kekuatan dunia usaha. Pendekatan ini dinilai dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, sektor swasta yang aktif juga berpotensi menciptakan lapangan kerja lebih banyak.

Di tengah tantangan global, daya saing perusahaan Indonesia menjadi faktor yang semakin penting. Perusahaan yang mampu bertahan dan berkembang di luar negeri menunjukkan bahwa industri nasional memiliki potensi besar. Karena itu, kebijakan yang mendorong produktivitas dan ekspansi menjadi sangat relevan. Pemerintah dan pelaku usaha disebut perlu berjalan searah untuk mencapai hasil yang optimal.

Pesan utama Prabowo adalah bahwa kekuatan ekonomi Indonesia harus dibangun bersama. Negara memerlukan swasta yang kuat, namun tetap sehat, transparan, dan berdaya saing. Keberhasilan Indofood dan Mayora menjadi contoh bahwa potensi tersebut sudah ada. Tantangannya kini adalah memperluas keberhasilan itu ke lebih banyak sektor usaha nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!