Pola Makan Ternyata Bisa Memicu Jerawat

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 23:16 WIB 2
Pola Makan Ternyata Bisa Memicu Jerawat

Jerawat tidak hanya dipengaruhi oleh skincare atau kebiasaan membersihkan wajah, tetapi juga oleh pola makan sehari-hari. Sejumlah makanan, seperti tinggi gula, produk susu, dan ultra processed food, disebut dapat membuat jerawat lebih mudah muncul dan sulit mereda.

Dokter sekaligus praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center menjelaskan, hubungan antara makanan dan jerawat tidak berlaku sama untuk setiap orang. Meski demikian, sebagian orang dapat mengalami breakout setelah mengonsumsi makanan tertentu, sehingga perhatian terhadap asupan harian menjadi penting.

Jerawat dan pola makan

Jerawat memang tidak muncul hanya karena makanan. Kondisi ini juga dipengaruhi hormon, stres, genetik, serta kebiasaan merawat kulit.

Namun, pola makan tetap dapat ikut memengaruhi kondisi kulit pada sebagian orang. Makanan tertentu dilaporkan bisa memicu breakout dan memperburuk peradangan.

Menurut dr Silvia Kartika, efek tersebut tidak selalu sama pada setiap individu. Ada orang yang sensitif terhadap jenis makanan tertentu, tetapi ada juga yang tidak mengalami perubahan berarti.

Gula dan jerawat

Makanan tinggi gula sering dikaitkan dengan jerawat karena dapat memengaruhi kadar insulin di dalam tubuh. Kondisi ini kemudian dapat mendorong perubahan hormon yang berdampak pada produksi minyak kulit.

Ketika produksi minyak meningkat, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat. Akibatnya, jerawat dapat muncul lebih sering atau tampak lebih meradang.

Pola konsumsi gula berlebih juga kerap dihubungkan dengan proses peradangan. Dalam jangka tertentu, kondisi tersebut dapat membuat kulit lebih sulit pulih dari breakout.

Produk susu dan makanan olahan

Produk susu termasuk jenis makanan yang kerap disebut berhubungan dengan jerawat. Pada sebagian orang, konsumsi susu dapat memicu respons kulit yang lebih sensitif.

Sementara itu, ultra processed food juga mendapat sorotan karena dinilai memiliki dampak pada keseimbangan tubuh. Jenis makanan ini biasanya tinggi garam, gula, dan bahan tambahan lain yang kurang baik bagi kesehatan kulit.

Meski begitu, tidak semua orang akan mengalami jerawat setelah mengonsumsinya. Respons tubuh terhadap makanan sangat dipengaruhi kondisi masing-masing individu.

Langkah menjaga kulit

Memperhatikan pola makan dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola jerawat. Langkah ini bukan pengobatan utama, tetapi bisa mendukung perawatan kulit yang sudah dijalani.

Jika seseorang merasa jerawatnya sering memburuk setelah mengonsumsi makanan tertentu, pencatatan asupan harian dapat membantu menemukan polanya. Dengan begitu, pemicu yang mungkin berulang bisa lebih mudah dikenali.

Selain menjaga makanan, perawatan kulit tetap perlu dilakukan secara konsisten. Bila jerawat sulit membaik atau semakin meradang, pemeriksaan ke dokter kulit menjadi langkah yang disarankan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!