Pola Makan Bisa Memengaruhi Jerawat: Penjelasan Ahli

Lifestyle Anindya Kirana Putri 13 Mei 2026 08:24 WIB 8
Pola Makan Bisa Memengaruhi Jerawat: Penjelasan Ahli

Jerawat tidak hanya dipicu oleh produk perawatan wajah, tetapi juga kebiasaan makan sehari-hari. Para ahli menilai pola makan dapat memengaruhi kondisi kulit secara berbeda pada setiap orang. Kondisi jerawat tidak selalu muncul karena satu faktor saja, melainkan kombinasi faktor internal dan eksternal.

Dokter dan praktisi estetika dr Silvia Kartika dari Seraphim Medical Center menyatakan ada hubungan antara makanan tertentu dengan breakout. Menurutnya, konsumsi gula berlebih, produk susu, hingga ultra-processed food bisa memicu jerawat pada sebagian orang. Efeknya beragam antar individu karena dipengaruhi faktor hormonal, stres, dan cara perawatan kulit.

Makanan yang Dikaitkan

Beberapa jenis makanan sering dikaitkan dengan munculnya jerawat. Respons terhadap makanan berbeda antar individu. Penelitian menunjukkan hubungan ini tidak mutlak, tetapi patut diperhatikan.

Makanan tinggi gula berpotensi meningkatkan kadar insulin. Kenaikan insulin dapat merangsang produksi minyak pada kulit. Sebagai akibatnya pori-pori lebih mudah tersumbat dan jerawat bisa muncul.

Produk susu juga sering disebut mempengaruhi breakout pada sebagian orang. Selain itu, ultra-processed food dapat memperburuk peradangan kulit. Namun efeknya tidak seragam, sehingga identifikasi pribadi diperlukan.

Peran Peradangan & Hormon

Hubungan antara makanan dan jerawat dipicu melalui mekanisme peradangan. Perubahan hormon setelah konsumsi tertentu juga berkontribusi pada produksi minyak. Keduanya dapat memperparah jerawat pada beberapa orang.

Saat produksi minyak meningkat, pori-pori kulit lebih mudah tersumbat. Penyumbatan ini menjadi tempat tumbuhnya bakteri penyebab radang. Akibatnya jerawat meradang dan kurang mereda meski perawatan berlangsung.

Pola makan kini sering diperhatikan sebagai salah satu faktor yang dapat memperburuk jerawat. Namun, para ahli menekankan jerawat tidak selalu muncul karena makanan semata. Faktor hormon, stres, genetik, serta kebiasaan perawatan kulit tetap memainkan peran penting.

Praktik Diet Seimbang

Para ahli menyarankan pendekatan diet seimbang untuk kulit. Kuncinya adalah variasi nutrisi dari sumber alami tanpa berlebihan. Pola makan yang teratur dapat mendukung kesehatan kulit secara umum.

Batasi asupan gula tambahan dan makanan berproses tinggi. Pilih susu rendah lemak atau alternatif nabati jika sensitif. Perbanyak serat, buah, sayur, dan protein tanpa lemak untuk mendukung kulit.

Konsultasikan dengan dokter kulit untuk rekomendasi personal. Setiap orang memiliki respons berbeda terhadap makanan tertentu. Mencatat makanan yang dikonsumsi dapat membantu mengidentifikasi pemicu pribadi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!