PFpreneur 2026 Diperkuat, 8.196 Peserta Lolos Seleksi

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 16:35 WIB 6
PFpreneur 2026 Diperkuat, 8.196 Peserta Lolos Seleksi

Pertamina melalui program PFpreneur 2026 mulai menggelar kurasi secara daring pada Selasa, 21 April 2026, dengan fokus membina pelaku usaha perempuan agar memiliki fondasi bisnis yang lebih kuat. Sebanyak 8.196 pendaftar lolos seleksi administrasi dan kini memasuki tahap pra-kurasi sebagai pintu awal menuju pembinaan lanjutan.

Pada tahap ini, peserta akan mendapat pembekalan dasar usaha yang mencakup peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Program tersebut menjadi langkah awal dari empat tahapan pembinaan, sebelum peserta berpeluang melaju ke kurasi berikutnya dan masuk ke ekosistem UMKM Pertamina yang lebih luas.

Kurasi PFpreneur 2026

PFpreneur 2026 dirancang sebagai program pembinaan dasar bagi perempuan pelaku usaha di berbagai daerah. Tahap pra-kurasi menjadi fase awal yang menentukan kesiapan peserta sebelum melanjutkan ke proses seleksi berikutnya. Dari total 8.196 pendaftar, peserta yang lolos administrasi dinilai memenuhi syarat untuk mengikuti pembelajaran awal. Seluruh proses kurasi dilakukan secara daring agar dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah.

Program ini memiliki empat tahapan, yakni pra-kurasi, kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final. Setiap tahap disusun untuk mengukur pemahaman peserta secara bertahap, mulai dari dasar usaha hingga kesiapan mengembangkan bisnis. Pola ini diharapkan membantu peserta memahami posisi usaha mereka secara lebih terstruktur. Dengan begitu, pembinaan yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran.

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, menegaskan bahwa PFpreneur ditujukan untuk memperkuat fondasi usaha perempuan sebelum naik kelas. Ia menyebut perempuan pelaku usaha sebagai sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Karena itu, Pertamina menghadirkan program khusus perempuan melalui PFpreneur. Program ini disiapkan untuk membangun dasar kewirausahaan yang lebih kokoh.

Menurut Fety, pembinaan dasar tersebut penting sebelum peserta masuk ke program lanjutan seperti UMK Academy. Peserta juga berpeluang terhubung dengan Pertamina SMEXPO dan UMK Go Global setelah melewati tahapan yang disiapkan. Rangkaian ini menunjukkan adanya jalur pembinaan yang berlapis. Setiap lapisan diarahkan untuk meningkatkan daya saing usaha perempuan.

Materi dasar usaha

Peserta pra-kurasi akan mempelajari materi dasar yang relevan dengan kebutuhan usaha mikro dan kecil. Topik yang diberikan mencakup peran founder, pemahaman karakteristik pelanggan, dan penentuan nilai produk atau usaha. Materi ini dirancang agar peserta lebih peka terhadap kebutuhan pasar. Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha dapat menyusun strategi bisnis yang lebih terarah.

Selain itu, kurikulum PFpreneur juga menitikberatkan pada penguatan mindset wirausaha. Peserta akan dibekali kemampuan analisis pasar dan konsumen, yang menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis. Pembelajaran ini bertujuan membentuk pola pikir yang adaptif terhadap perubahan pasar. Hal tersebut penting bagi pelaku usaha yang ingin bertahan dan berkembang.

Aspek pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan turut masuk dalam materi pembinaan. Peserta juga mendapat pembekalan mengenai strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter usaha masing-masing. Di sisi lain, peningkatan kapasitas digital dan penjualan menjadi bagian penting dari kurikulum. Kombinasi materi ini ditujukan agar usaha peserta lebih siap bersaing secara modern.

Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries. Peserta akan mengakses materi video, lalu mengerjakan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi. Metode ini memungkinkan peserta belajar dengan fleksibel sesuai waktu masing-masing. Pendekatan tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha yang tetap menjalankan bisnis harian.

Dukungan untuk womenpreneur

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menilai PFpreneur bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem pembinaan yang disiapkan agar peserta dapat tumbuh secara berkelanjutan. Melalui program ini, perempuan diharapkan mampu membangun usaha yang memberi manfaat ekonomi. Pesan itu sejalan dengan semangat pemberdayaan yang diusung Pertamina.

Agus menyampaikan bahwa PFpreneur dirancang agar perempuan pelaku usaha dari berbagai daerah bisa mandiri dan menginspirasi. Ia menekankan bahwa usaha yang dijalankan para peserta tidak hanya memberi penghasilan bagi keluarga. Lebih jauh, usaha tersebut juga dapat membuka lapangan kerja di sekitarnya. Karena itu, penguatan fondasi bisnis dianggap sebagai langkah yang sangat penting.

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Bidang usaha yang terlibat antara lain kuliner, fesyen, kerajinan, dan agribisnis. Capaian ini menunjukkan bahwa program tersebut memiliki jangkauan yang luas. Selain itu, pendampingan berkelanjutan menjadi nilai utama dalam pembinaannya.

Pertamina menegaskan kehadirannya bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai penggerak keberdayaan perempuan. Dengan pendekatan pembinaan dasar, perusahaan ingin memastikan peserta siap melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan ekonomi dapat dibangun melalui pendampingan yang sistematis. Pada akhirnya, PFpreneur diharapkan melahirkan lebih banyak womenpreneur tangguh di Indonesia.

Kisah peserta binaan

Sejumlah peserta binaan PFpreneur menunjukkan dampak nyata dari program tersebut dalam pengembangan usaha mereka. Rifera, peserta asal Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usahanya yang semula rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan. Produk tersebut juga tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026.

Kisah serupa datang dari Sofyani Mirah asal Yogyakarta, yang mengolah pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy dan tampil dalam Trade Expo Indonesia. Kesempatan itu membawanya menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada. Ia juga meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025 sebagai pengakuan atas perkembangan usahanya.

Cerita para peserta menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat membuka akses pasar yang lebih luas. Pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga peluang untuk bertemu pembeli dan mitra baru. Dalam banyak kasus, program pembinaan menjadi jembatan menuju pasar internasional. Hal ini memperlihatkan bahwa usaha kecil dapat tumbuh jika diberi pendampingan yang konsisten.

PFpreneur pun diposisikan sebagai pintu masuk menuju peningkatan kelas usaha perempuan. Dari pembekalan dasar, peserta diarahkan untuk lebih siap menghadapi tantangan bisnis yang lebih kompleks. Program ini juga memperkuat kepercayaan diri pelaku usaha dalam mengelola produk dan pasar. Dengan fondasi yang lebih kuat, peluang naik kelas dinilai semakin terbuka.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!