PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 11:53 WIB 4
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Program PFpreneur 2026 memasuki tahap pra-kurasi secara daring pada Selasa, 21 April, dengan peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar. Tahap ini menjadi pintu awal pembekalan dasar usaha bagi wirausaha perempuan sebelum masuk ke proses kurasi lanjutan.

Melalui program ini, peserta akan mempelajari peran founder, pemahaman karakter pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Pertamina menegaskan PFpreneur dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan agar siap naik kelas ke pembinaan UMKM yang lebih lanjut.

Pembekalan Awal PFpreneur

Pra-kurasi menjadi tahap pertama dari empat tahapan dalam PFpreneur 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti kurasi 1, kurasi 2, dan kurasi final sebelum melangkah ke pembinaan berikutnya.

Proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries. Di dalamnya, peserta memperoleh materi video serta tugas pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman mereka.

Kurikulum yang diberikan mencakup penguatan mindset wirausaha, analisis pasar dan konsumen, pengelolaan sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan. Peserta juga dibekali strategi pemasaran, peningkatan kapasitas digital, dan penguatan penjualan.

Fokus pada UMKM Perempuan

Manager SMEPP PT Pertamina (Persero), Fety, mengatakan program ini ditujukan untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum masuk ke tahap pembinaan lanjutan. Menurut dia, perempuan pelaku usaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan daerah.

Fety menyebut PFpreneur hadir sebagai program pembinaan dasar yang dirancang khusus untuk womenpreneur. Setelah mendapat pembekalan awal, peserta diharapkan lebih siap mengikuti program lanjutan di lingkungan Pertamina Grup.

Program ini menjadi jalur awal sebelum peserta masuk ke Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, hingga UMK Go Global. Dengan skema tersebut, Pertamina menargetkan UMKM perempuan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang semakin kompetitif.

Jejak Pembinaan PFpreneur

Sejak dijalankan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Bidang usaha yang terlibat meliputi kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Sejumlah peserta juga menunjukkan perkembangan usaha setelah mengikuti program ini. Rifera asal Sumatera Selatan, misalnya, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami yang kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Usaha Rifera bahkan tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026. Sementara itu, Sofyani Mirah dari Yogyakarta mengembangkan olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet, lalu melanjutkan ke UMK Academy, Trade Expo Indonesia, serta menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada.

Ekosistem Bisnis Berkelanjutan

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan PFpreneur dirancang untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menilai program ini bukan hanya pelatihan, melainkan ekosistem yang membantu perempuan menjadi mandiri dan menginspirasi.

Agus menjelaskan bahwa semangat yang dibawa program ini sejalan dengan nilai Kartini, yakni mendorong perempuan agar berdaya melalui usaha yang dijalankan. Menurut dia, PFpreneur juga diharapkan mampu membuka kesempatan bagi peserta untuk menghidupi lebih banyak orang di sekitarnya.

Pertamina menempatkan PFpreneur sebagai bagian dari kontribusi perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui pembinaan berjenjang, perusahaan berharap pelaku usaha perempuan dapat tumbuh lebih siap, lebih tangguh, dan lebih kompetitif di pasar nasional maupun global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!