PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 14:53 WIB 6
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Pertamina menggelar kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, sebagai tahap awal pembinaan bagi wirausaha perempuan yang lolos seleksi administrasi. Dari total 8.196 pendaftar, para peserta yang terpilih akan mengikuti rangkaian pra-kurasi sebelum masuk ke tahapan lanjutan.

Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi usaha perempuan melalui pembekalan dasar, mulai dari peran founder, pemahaman karakter pelanggan, hingga penentuan nilai produk. Dengan pendekatan tersebut, PFpreneur diharapkan mampu mendorong pelaku usaha perempuan naik kelas secara berkelanjutan.

PFpreneur Digarap Secara Daring

Pra-kurasi menjadi pintu masuk dari empat tahapan utama dalam PFpreneur 2026. Tahapan itu meliputi pra-kurasi, kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final. Seluruh proses pembelajaran dilakukan secara asinkron melalui platform e-learning PFseries.

Di dalam platform tersebut, peserta memperoleh materi video yang disusun untuk memperkenalkan dasar-dasar kewirausahaan. Selain itu, peserta juga mengerjakan pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran. Skema ini memberi fleksibilitas bagi peserta untuk belajar sesuai waktu masing-masing.

Kurasi daring dipilih agar pembinaan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha perempuan dari berbagai daerah. Pertamina menempatkan tahap awal ini sebagai pondasi sebelum peserta mengikuti pembinaan yang lebih spesifik. Dengan cara itu, proses seleksi dan peningkatan kapasitas berjalan lebih terukur.

Pembekalan Dasar Wirausaha

Materi pra-kurasi mencakup penguatan mindset wirausaha yang menjadi dasar penting dalam membangun usaha. Peserta juga mempelajari analisis pasar dan konsumen agar dapat memahami kebutuhan pembeli dengan lebih tepat. Selain itu, pembekalan mencakup pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan.

Kurikulum PFpreneur juga menekankan strategi pemasaran yang relevan dengan kondisi pasar saat ini. Peserta diarahkan untuk memahami cara meningkatkan kapasitas digital dan memperluas penjualan. Dengan materi tersebut, usaha kecil diharapkan lebih siap menghadapi persaingan.

Manager SMEPP PT Pertamina, Fety, mengatakan program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum masuk ke pembinaan lanjutan. Ia menyebut perempuan wirausaha sebagai sosok Kartini yang berperan penting dalam menggerakkan ekonomi Indonesia. Karena itu, PFpreneur disiapkan sebagai pembinaan dasar yang terarah.

Jalur Naik Kelas UMKM

PFpreneur menjadi tahap awal sebelum peserta masuk ke program lanjutan seperti Pertamina UMK Academy, Pertamina SMEXPO, dan UMK Go Global. Jalur pembinaan ini disusun agar peserta tidak berhenti di pelatihan dasar. Mereka diarahkan untuk terus berkembang hingga memiliki daya saing lebih kuat.

Sejak berjalan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor. Bidang usaha yang terlibat mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis. Capaian tersebut menunjukkan besarnya minat pelaku usaha perempuan terhadap pembinaan yang terstruktur.

Pertamina menilai pembinaan berlapis penting untuk menjaga keberlanjutan usaha. Peserta yang lolos dari satu tahap akan mendapat peluang lebih besar untuk mengikuti program tingkat lanjut. Dengan begitu, pengembangan usaha dapat berjalan dari fondasi hingga ekspansi pasar.

Dampak Nyata Bagi Peserta

Sejumlah peserta menunjukkan perkembangan usaha setelah mengikuti program PFpreneur. Rifera, peserta asal Sumatera Selatan, mengembangkan produk eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami. Usaha yang semula rumahan kini menjadi binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Rifera juga berkesempatan tampil dalam Pameran Produk Unggulan Sumatera Selatan 2026. Kehadiran produk tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan dapat membuka akses promosi yang lebih luas. Bagi pelaku usaha kecil, kesempatan seperti ini menjadi nilai tambah yang penting.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, memulai usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah mengikuti program, ia melanjutkan ke UMK Academy, tampil dalam Trade Expo Indonesia, dan menjalin kerja sama dengan pembeli dari China serta Kanada. Ia juga meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025, yang menegaskan dampak konkret dari pembinaan PFpreneur.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan program ini ditujukan untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menyebut PFpreneur bukan sekadar pelatihan, melainkan ekosistem yang dirancang agar perempuan pelaku usaha bisa mandiri dan menghidupi orang lain. Pertamina, kata dia, ingin hadir sebagai energi penggerak keberdayaan perempuan Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!