PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 23 Mei 2026 07:21 WIB 6
PFpreneur 2026 Bina Wirausaha Perempuan Naik Kelas

Pertamina Foundation resmi menggelar kurasi Program PFpreneur 2026 secara daring pada Selasa, 21 April, untuk peserta yang lolos seleksi administrasi dari total 8.196 pendaftar. Program ini menjadi pintu awal pembinaan bagi pelaku usaha perempuan sebelum melaju ke tahapan kurasi berikutnya dan program lanjutan Pertamina.

Pada tahap pra-kurasi, peserta akan menerima pembekalan dasar usaha yang mencakup peran founder, karakteristik pelanggan, hingga penentuan nilai produk atau usaha. Melalui sistem pembelajaran asinkron di PFseries, para peserta juga akan mengikuti video pembelajaran, pre-test, dan post-test.

Pra-kurasi PFpreneur

Pra-kurasi menjadi tahap awal dari empat rangkaian seleksi dalam PFpreneur 2026, yakni pra-kurasi, kurasi satu, kurasi dua, dan kurasi final. Tahap ini dirancang untuk memastikan peserta memiliki bekal dasar yang memadai sebelum mengikuti pembinaan yang lebih mendalam.

Materi yang diberikan disusun untuk menjawab kebutuhan dasar pelaku usaha perempuan yang sedang berkembang. Peserta akan mempelajari penguatan mindset wirausaha, analisis pasar, serta pemahaman terhadap konsumen.

Selain itu, peserta juga mendapat materi mengenai pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, strategi pemasaran, serta peningkatan kapasitas digital dan penjualan. Seluruh pembelajaran dilakukan secara daring agar dapat diakses lebih luas oleh peserta dari berbagai daerah.

Fokus Pembinaan Perempuan

Manager SMEPP PT Pertamina Persero, Fety, mengatakan PFpreneur dirancang untuk memperkuat fondasi pelaku usaha perempuan sebelum masuk ke pembinaan lanjutan. Menurut dia, perempuan wirausaha memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bentuk pembinaan dasar yang disesuaikan dengan kebutuhan womenpreneur. Setelah mengikuti tahap awal ini, peserta berpeluang melanjutkan ke pembinaan UMKM tingkat lanjut di Pertamina Group.

Fety menyebut PFpreneur menjadi bagian dari dukungan Pertamina bagi perempuan agar dapat naik kelas dalam usaha. Program ini juga disiapkan sebagai jembatan menuju berbagai inisiatif lanjutan seperti UMK Academy, Pertamina SMEXPO, dan UMK Go Global.

Jejak UMKM Binaan

Sejak dilaksanakan pada 2020, PFpreneur telah membina 6.325 UMKM perempuan dari berbagai sektor usaha. Bidang yang dibina mencakup kuliner, fesyen, kerajinan, hingga agribisnis.

Sejumlah peserta telah menunjukkan dampak nyata setelah mengikuti program ini. Rifera dari Sumatera Selatan, misalnya, mengembangkan eco-fashion berbahan kulit kayu dan serat alami, lalu usahanya dibina oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan.

Peserta lain, Sofyani Mirah dari Yogyakarta, merintis usaha olahan pisang tanpa pewarna dan pengawet. Setelah ikut program, ia melanjutkan ke UMK Academy, tampil di Trade Expo Indonesia, menjalin kerja sama dengan pembeli dari China dan Kanada, serta meraih Platinum Award Bina Mitra UMKM 2025.

Ekosistem Wirausaha Mandiri

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari mengatakan PFpreneur ditujukan untuk mendorong kemandirian pelaku usaha perempuan. Ia menilai program ini disusun agar peserta dapat berkembang, menginspirasi, dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Menurut Agus, PFpreneur menjadi ekosistem pembinaan yang dirancang agar perempuan pelaku usaha dapat bertumbuh dari tahap dasar. Pendekatan itu diharapkan membuat peserta lebih siap menghadapi tantangan pasar dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Pertamina melalui PFpreneur bukan hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai penggerak keberdayaan perempuan Indonesia. Dengan dukungan pembinaan yang terstruktur, program ini diharapkan terus melahirkan wirausaha perempuan yang tangguh dan berdaya saing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!