Pertamina UMK Academy Dorong UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 06:28 WIB 5
Pertamina UMK Academy Dorong UMK Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 digelar pada 22-23 Oktober 2025 di Karibia Boutique Hotel, Medan, untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil binaan PT Pertamina EP. Sebanyak 30 peserta dari Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mendorong mereka naik kelas lebih cepat. Program ini menekankan penguatan karakter wirausaha, pengelolaan bisnis yang lebih rapi, serta kesiapan bersaing di rantai pasok yang lebih luas. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pertamina terhadap pertumbuhan UMK yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Materi pelatihan mencakup manajemen waktu, pengelolaan arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, hingga bisnis ramah lingkungan. Seluruh rangkaian pembelajaran disusun agar para pelaku usaha dapat langsung menerapkan ilmu yang diperoleh dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Kehadiran program ini menjadi sinyal bahwa penguatan UMK tidak lagi hanya soal modal, tetapi juga soal kesiapan manajemen dan strategi pertumbuhan. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan omzet secara berkelanjutan.

Pelatihan UMK untuk Naik Kelas

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelaku UMK. Ia menyebut pelatihan ini dirancang agar usaha kecil dapat berkembang lebih cepat dan lebih siap menghadapi tantangan pasar. Menurut dia, UMK perlu menjadi lebih tangguh, berkualitas, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan segera diterapkan dalam kegiatan usaha masing-masing.

Edwin juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antarpelaku usaha agar usaha yang dijalankan memiliki jejaring yang lebih luas. Ia berharap para peserta dapat saling bertukar pengalaman, informasi, dan peluang kerja sama setelah mengikuti kegiatan ini. Dukungan semacam ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Dengan jejaring yang kuat, UMK memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh dan bertahan di tengah persaingan.

Pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada penerapan praktis di lapangan. Peserta didorong untuk memahami bahwa pertumbuhan usaha membutuhkan disiplin, konsistensi, dan keberanian berinovasi. Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan UMK untuk beradaptasi dengan perubahan pasar yang semakin cepat. Dalam konteks itu, pelatihan menjadi modal penting untuk memperkuat fondasi bisnis.

Strategi Bisnis UMK Modern

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan kurikulum pelatihan yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Kelas Go Modern mendorong UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih profesional dan efisien. Kelas Go Digital membantu peserta memanfaatkan teknologi digital dalam operasional usaha. Sementara itu, kelas Go Online difokuskan pada pemasaran dan penjualan melalui platform daring.

Selain itu, peserta juga mendapat materi Go Global yang dirancang untuk mempersiapkan UMK memasuki pasar internasional. Program tersebut memberi gambaran bahwa pelaku usaha kecil perlu memahami standar bisnis yang lebih luas dan kompetitif. Dengan strategi yang tepat, produk lokal berpeluang menembus pasar yang lebih besar. Hal ini menjadi langkah penting agar UMK tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan.

Setiap kelas turut mengusung pendekatan Go Green sebagai pengingat agar pelaku usaha peduli terhadap kelestarian lingkungan. Integrasi aspek ramah lingkungan dianggap relevan dengan tren bisnis masa kini yang menuntut keberlanjutan. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu menjalankan usaha yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bertanggung jawab. Model bisnis seperti ini dinilai semakin dibutuhkan dalam ekosistem usaha modern.

Dampak Nyata bagi Peserta

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti asal Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos dalam seleksi skala nasional. Ia menyebut kesempatan tersebut membuka akses ke bimbingan langsung dari mentor profesional. Selain itu, peserta juga memperoleh bantuan sertifikasi dan perizinan yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan usaha. Baginya, pengalaman itu menjadi dorongan penting untuk membawa bisnis ke tahap berikutnya.

Marissa menilai pelatihan ini memberi manfaat yang terasa langsung pada perkembangan usahanya. Ia mengaku bisnis yang dijalankan mengalami peningkatan omzet setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025. Selain omzet, perluasan pasar juga mulai dirasakan berkat pendampingan yang diterima selama program berlangsung. Menurut dia, dukungan seperti ini membuat pelaku UMK lebih percaya diri menghadapi persaingan.

Kisah peserta tersebut menunjukkan bahwa pelatihan yang tepat dapat menghasilkan dampak konkret bagi pelaku usaha kecil. Pendampingan yang menyentuh aspek manajemen, pemasaran, dan legalitas menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan usaha. Dengan bekal tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga peluang untuk memperkuat posisi bisnis. Dampak positif inilah yang menjadi salah satu tujuan utama dari penyelenggaraan program.

Penguatan Ekonomi yang Inklusif

Kegiatan Pertamina UMK Academy 2025 disebut sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas. Program ini juga mendukung penguatan industri kreatif yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pelatihan dan akses permodalan, pelaku UMK diharapkan mampu meningkatkan skala usahanya secara lebih terukur. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi mendorong kewirausahaan yang lebih luas di masyarakat.

Penguatan kapasitas UMK dinilai penting karena sektor ini menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi daerah. Saat pelaku usaha kecil memiliki kemampuan manajerial yang lebih baik, dampaknya dapat dirasakan hingga ke tingkat komunitas. Rantai nilai yang terbentuk juga berpotensi memperkuat ekonomi lokal dan nasional secara bersamaan. Karena itu, program pendampingan seperti ini memiliki nilai strategis dalam pembangunan ekonomi.

Inisiatif pelatihan yang menggabungkan aspek bisnis, digital, dan lingkungan juga dinilai relevan dengan kebutuhan masa depan. UMK yang mampu beradaptasi akan lebih mudah bertahan dalam perubahan ekonomi yang dinamis. Dengan dukungan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara inklusif. Pada akhirnya, penguatan UMK menjadi fondasi penting bagi ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!