Pertamina UMK Academy 2025 digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada Kamis, 22 Oktober 2025, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro dan kecil binaan Pertamina. Kegiatan ini diikuti 30 peserta dari PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field, dengan fokus pada penguatan karakter wirausaha, pengelolaan bisnis, dan akses ke rantai pasok global.
Pelatihan tersebut dirancang agar UMK mampu naik kelas lebih cepat, lebih tangguh, dan lebih mandiri melalui pembelajaran praktis yang dapat langsung diterapkan. Materi yang diberikan mencakup manajemen waktu, arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, digital marketing, branding, hingga bisnis ramah lingkungan.
Pertamina UMK Academy Medan
Acara ini dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menegaskan bahwa pelatihan bertujuan mendorong UMK menjadi lebih berkualitas dan berdaya saing. Menurut dia, penguatan kapasitas pelaku usaha kecil menjadi langkah penting agar mereka bisa berkembang secara berkelanjutan. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
Edwin menilai pelaku UMK memerlukan ruang belajar yang tidak hanya memberi teori, tetapi juga membuka peluang jejaring bisnis yang lebih luas. Karena itu, pelatihan ini dikemas agar peserta dapat membangun sinergi dengan sesama pelaku usaha. Dengan demikian, usaha yang dijalankan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dalam jangka panjang.
Pelaksanaan program di Medan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata perusahaan energi terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembinaan UMK tidak berhenti pada bantuan modal, melainkan berlanjut pada pendampingan kompetensi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang siap bersaing di pasar yang lebih besar.
Fokus Materi Penguatan Usaha
Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan dibagi ke dalam beberapa kelas tematik. Kelas Go Modern diarahkan agar UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih efisien dan profesional. Sementara itu, Go Digital membantu peserta memanfaatkan teknologi dalam operasional usaha.
Selain dua kelas tersebut, peserta juga dibekali materi Go Online untuk memperkuat pemasaran dan penjualan melalui platform digital. Ada pula Go Global yang disiapkan untuk membantu UMK memahami kebutuhan pasar internasional. Seluruh rangkaian materi dirancang agar pelaku usaha memiliki fondasi yang lebih kokoh dalam menghadapi perubahan pasar.
Setiap kelas turut mengusung semangat Go Green sebagai pengingat pentingnya praktik bisnis yang peduli lingkungan. Pendekatan ini dinilai relevan dengan tuntutan industri yang kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Melalui kombinasi modernisasi, digitalisasi, dan kepedulian lingkungan, UMK diharapkan mampu tumbuh lebih kompetitif.
Manfaat Nyata Bagi Peserta
Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti asal Indragiri Hulu, Riau, mengaku bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menyebut kesempatan tersebut memberinya akses langsung kepada mentor profesional yang berpengalaman. Selain itu, peserta juga memperoleh bantuan sertifikasi dan perizinan usaha.
Marissa menilai pelatihan ini memberi dampak konkret bagi pengembangan usahanya. Ia menyebut bisnis yang dibangun bersama timnya mengalami peningkatan omzet dan perluasan pasar setelah mengikuti program tersebut. Menurut dia, pendampingan seperti ini sangat penting bagi pelaku UMK yang ingin tumbuh secara terukur.
Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah juga memperkaya pertukaran pengalaman antar pelaku usaha. Situasi tersebut membantu peserta saling belajar mengenai tantangan, strategi, dan peluang pasar. Dengan begitu, pelatihan tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga wadah membangun jejaring bisnis yang produktif.
Dukungan Untuk Ekonomi Nasional
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMK sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas. Pengembangan industri kreatif dan kewirausahaan dinilai menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif. Karena itu, pelatihan dan akses permodalan terus didorong agar manfaatnya lebih merata.
Dalam konteks yang lebih luas, penguatan UMK diharapkan mampu menambah daya tahan ekonomi daerah. Ketika pelaku usaha kecil naik kelas, kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja juga meningkat. Dampak tersebut penting bagi pemulihan dan pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.
Inisiatif Pertamina UMK Academy 2025 menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan usaha yang lebih sehat. Melalui kombinasi pengetahuan, pendampingan, dan jejaring bisnis, UMK memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Langkah ini sekaligus mempertegas peran pembinaan korporasi dalam membangun ekonomi nasional yang berkelanjutan.
