Pertamina UMK Academy 2025 Dorong Peserta Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 23 Mei 2026 06:17 WIB 7
Pertamina UMK Academy 2025 Dorong Peserta Naik Kelas

Pertamina UMK Academy 2025 digelar di Karibia Boutique Hotel, Medan, pada Kamis, 22 hingga 23 Oktober 2025, untuk memperkuat kapasitas usaha mikro dan kecil binaan Pertamina. Sebanyak 30 peserta dari mitra binaan PT Pertamina EP Rantau Field, Pangkalan Susu Field, dan Lirik Field mengikuti pelatihan yang menekankan penguatan karakter wirausaha, peningkatan kemampuan bisnis, serta perluasan akses ke rantai pasok global.

Kegiatan ini dirancang agar pelaku UMK dapat naik kelas lebih cepat, lebih mandiri, dan lebih berdaya saing. Materi yang diberikan mencakup manajemen waktu, arus kas, pembukuan, riset pasar, inovasi produk, pemasaran digital, branding, hingga praktik bisnis ramah lingkungan.

Strategi UMK Naik Kelas

Acara dibuka oleh Manager Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto, yang menegaskan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk mendorong UMK agar tumbuh lebih cepat. Ia menyebut peserta perlu menjadi pelaku usaha yang tangguh, berkualitas, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat.

Edwin berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, melainkan langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha. Dengan begitu, bisnis para peserta diharapkan berkembang secara berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi yang lebih luas.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarpelaku usaha dalam memperkuat jaringan bisnis. Menurut dia, jejaring yang baik dapat membantu UMK bertahan, memperluas pasar, dan menemukan peluang kerja sama baru.

Pelatihan ini menjadi ruang pertemuan bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman dan strategi. Interaksi tersebut dinilai penting untuk membangun mental usaha yang lebih siap menghadapi persaingan. Selain itu, forum ini membuka peluang kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem UMK binaan.

Materi Bisnis Dan Digital

Manager Community Involvement and Development PHR Regional 1 Sumatra, Iwan Ridwan Faizal, memaparkan kurikulum pelatihan yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Setiap kelas dirancang agar peserta memahami tahapan pengembangan usaha secara lebih terstruktur.

Kelas Go Modern diarahkan agar UMK mengadopsi praktik bisnis yang lebih efisien dan profesional. Kelas Go Digital menekankan integrasi teknologi digital dalam operasional usaha sehari-hari.

Selanjutnya, kelas Go Online membekali peserta untuk memanfaatkan platform digital dalam pemasaran dan penjualan. Sementara itu, kelas Go Global dipersiapkan untuk membantu UMK masuk ke pasar internasional.

Setiap kelas juga mengusung konsep Go Green sebagai pengingat agar pelaku UMK lebih peduli pada kelestarian lingkungan. Pendekatan ini dinilai relevan karena keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha modern. Dengan demikian, pelaku UMK tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pembekalan Untuk Daya Saing

Materi yang diberikan dalam pelatihan mencakup manajemen waktu, pengelolaan arus kas, dan pembukuan yang lebih rapi. Peserta juga mendapat pembahasan mengenai riset, analisis pasar, dan inovasi produk untuk memperkuat posisi usaha.

Selain aspek operasional, peserta dibekali pengetahuan tentang digital marketing dan branding agar produk lebih mudah dikenal pasar. Bekal ini penting karena pemasaran digital kini menjadi salah satu kunci pertumbuhan usaha kecil.

Rangkaian pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu peserta membaca peluang pasar dengan lebih cermat. Dengan pemahaman yang lebih baik, UMK dapat menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Penguatan kapasitas seperti ini juga dinilai mendukung kesiapan UMK untuk bersaing di rantai pasok yang lebih besar. Di tengah perubahan pasar yang cepat, kemampuan beradaptasi menjadi modal penting bagi keberlanjutan usaha.

Harapan Pelaku Usaha

Salah satu peserta, Marissa, founder Kerispati atau Keripik Pisang Roti dari Indragiri Hulu, Riau, mengaku senang dan bangga bisa lolos sebagai peserta skala nasional. Ia menilai kesempatan tersebut memberi nilai tambah bagi perkembangan usahanya.

Marissa menyampaikan bahwa dirinya memperoleh bimbingan langsung dari mentor profesional selama kegiatan berlangsung. Ia juga mendapat bantuan terkait sertifikasi dan perizinan yang selama ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha kecil.

Menurut dia, manfaat pelatihan tidak hanya terasa pada peningkatan kapasitas, tetapi juga pada perkembangan bisnis yang dibangun. Setelah mengikuti Pertamina UMK Academy 2025, usaha yang ia jalankan disebut mengalami peningkatan omzet dan perluasan pasar.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang tepat dapat memberi dampak nyata bagi UMK. Akses pada ilmu, pendampingan, dan jaringan usaha menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kecil.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas UMK sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas. Selain itu, inisiatif tersebut juga mendukung pengembangan industri kreatif dan kewirausahaan melalui pelatihan serta akses permodalan.

Melalui penguatan UMK, pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan usaha kecil dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekonomi jangka panjang.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!