Pertamina UMK Academy 2025 Bekali UMK Naik Kelas

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 07:38 WIB 4
Pertamina UMK Academy 2025 Bekali UMK Naik Kelas

Ratusan pelaku usaha mikro dan kecil mengikuti pelatihan tematik dalam program Pertamina UMK Academy 2025 untuk memperkuat kapasitas usaha di berbagai sektor. Kegiatan ini digelar guna membantu pelaku UMK naik kelas lebih cepat melalui pembelajaran yang lebih spesifik, praktis, dan sesuai kebutuhan pasar.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan program tersebut dirancang agar pelaku usaha memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan daya saing yang lebih baik. Pelatihan ini menghadirkan mentor profesional, materi berbasis sektor usaha, serta praktik langsung yang dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis.

UMK Academy dan Penguatan Usaha

Pertamina menilai pelatihan tematik menjadi cara efektif untuk mempercepat peningkatan kapasitas pelaku UMK. Pendekatan ini membuat peserta dapat mempelajari kebutuhan usaha secara lebih fokus sesuai sektor yang digeluti.

Baron menjelaskan, peserta dibagi berdasarkan bidang usaha seperti craft, furniture, jewelry, food and beverage, agribisnis, jasa, teknologi, fashion, dan wastra. Dengan pembagian tersebut, materi yang diterima menjadi lebih relevan dan mudah diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Ia menambahkan bahwa pelatihan tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik langsung bersama mentor yang ahli di bidang masing-masing. Model pembelajaran ini diharapkan mampu mendorong UMK berkembang lebih cepat dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Materi Sesuai Kebutuhan Sektor

Sejumlah pemateri profesional hadir untuk berbagi pengalaman dan strategi pengembangan usaha. Di antaranya pendiri dan Direktur Kreatif Pyo Jewelry Luthfia Fataty, pemilik Panda Food Stenly Hendi Avanda, serta Ahmad Tessario dari Sirtanio Organik Indonesia.

Selain itu, pengamat mode sekaligus pendiri Indonesia Fashion Chamber Lisa Fitria juga ikut memberikan pembekalan pada peserta. Kehadiran para praktisi dinilai memperkuat nilai pembelajaran karena materi disampaikan berdasarkan pengalaman nyata di industri.

Luthfia membawakan materi untuk sektor craft, furniture, dan jewelry, termasuk arah tren pasar tahun 2026. Sementara Stenly menyoroti distribusi, promosi, dan pengembangan produk F&B, termasuk pentingnya memaksimalkan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.

Peserta Raup Manfaat Praktis

Sejumlah peserta mengaku mendapatkan wawasan baru yang langsung berkaitan dengan kebutuhan usaha mereka. Novita Hermawan, owner Agrominafiber, menyebut pelatihan ini membuka pandangannya terhadap tren desain global, manajemen bisnis, dan pemasaran digital.

Menurut Novita, penguatan kapasitas seperti ini penting agar UMKM mampu menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional. Ia menilai pembelajaran yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat kesiapan bisnis untuk berkembang lebih jauh.

Peserta lain, Dimita Agustin, pemilik Dara Baro, mengatakan kelas fesyen membuatnya lebih memahami cara menghitung ongkos produksi secara efisien. Ia juga mempelajari perbedaan katalog, lookbook, dan line sheet, serta penerapannya dalam strategi pemasaran.

Langkah Dorong Ekonomi Inklusif

Achmad Em, pemilik Kopi Kalimantan, turut merasakan manfaat dari kelas tematik F&B yang membahas pengembangan merek, inovasi produk, dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia menilai bekal tersebut penting untuk menghadapi persaingan pasar kopi yang semakin ketat.

Program UMK Academy 2025 dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri kreatif dan mendorong kewirausahaan. Pertamina menegaskan inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tematik yang lebih terarah, Pertamina berharap pelaku usaha kecil dapat memperkuat fondasi bisnis sekaligus memperluas peluang pasar. Langkah ini juga diharapkan melahirkan lebih banyak UMK yang tangguh, adaptif, dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!