Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 24 Mei 2026 10:11 WIB 8
Pertamina Perkuat UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar naik kelas. Peringatan Hari UMKM Nasional menjadi momentum bagi perusahaan energi pelat merah itu untuk menegaskan peran pembinaan yang selama ini dijalankan di berbagai daerah.

Lebih dari 30.000 UMKM telah tercatat sebagai Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di sektor kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Pada 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan disebut mengalami kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun, menciptakan 5.200 lapangan kerja baru, serta menembus pasar ekspor ke tujuh negara.

UMKM Binaan Pertamina

Pertamina Patra Niaga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi nasional. Pendampingan yang diberikan tidak hanya menyasar modal usaha, tetapi juga pengembangan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pasar yang makin kompetitif dan serba digital. Dengan pendekatan tersebut, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih berkelanjutan.

Ruang lingkup pembinaan mencakup akses permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran. Dukungan itu memberi peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk. Di sisi lain, pembinaan juga membantu UMKM memahami standar yang dibutuhkan pasar modern. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi usaha kecil untuk naik kelas.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM bukan sekadar penopang ekonomi. Menurut dia, UMKM juga mencerminkan kemandirian masyarakat yang perlu terus diperkuat. Karena itu, Pertamina Patra Niaga berkomitmen membangun ekosistem yang tangguh dan berdaya saing. Komitmen tersebut diarahkan agar pelaku UMKM dapat bertahan dan berkembang di era digital.

Kinerja Omzet Dan Kerja

Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami peningkatan omzet rata-rata 35 persen per tahun. Capaian itu menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dapat memberi dampak nyata terhadap kinerja usaha. Kenaikan omzet juga menjadi sinyal bahwa produk UMKM semakin diterima pasar. Dalam jangka panjang, tren tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain pertumbuhan omzet, program pembinaan turut menghasilkan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru. Angka tersebut memperlihatkan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan kerja di berbagai wilayah. Ketika usaha berkembang, dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik bisnis, tetapi juga masyarakat sekitar. Hal ini memperkuat posisi UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Pertamina Patra Niaga menilai peningkatan kinerja UMKM harus diikuti dengan akses pasar yang lebih luas. Karena itu, perusahaan mendorong pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan promosi dan pameran. Upaya tersebut membantu UMKM memperkenalkan produk kepada konsumen baru. Dengan demikian, pertumbuhan usaha tidak berhenti pada peningkatan produksi semata.

Sasagu Jadi Contoh Sukses

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui produk pangan lokal berbasis sagu bernama Sasagu. Produk ini tidak hanya menawarkan pangan yang sehat dan praktis, tetapi juga mengangkat potensi lokal daerah. Keberadaan Sasagu memberi nilai tambah bagi petani sagu dan membuka lapangan kerja baru. Inovasi tersebut memperlihatkan bahwa produk berbasis kearifan lokal bisa bersaing secara nasional.

Founder dan Owner Sasagu, Herlinda, menyebut produknya sebagai gerakan yang menghubungkan pangan lokal dengan pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa Sasagu dikembangkan untuk memperkuat kapasitas bisnis, memperluas jaringan, dan membawa sagu Papua mendunia. Melalui UMK Akademi Pertamina, timnya memperoleh dorongan untuk meningkatkan daya saing. Sasagu pun menjadi contoh bagaimana pendampingan dapat melahirkan usaha yang berorientasi ekspor.

Produk Sasagu telah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia memiliki peluang besar di pasar internasional. Dengan strategi yang tepat, UMKM dapat menjadikan kekayaan daerah sebagai kekuatan bisnis. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat narasi bahwa inovasi lokal mampu menembus batas geografis.

Festival UMKM Perluas Pasar

Dalam rangka Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Festival ini dirancang sebagai ruang promosi sekaligus pertemuan antarpelaku usaha. Kehadiran acara tersebut memberi kesempatan bagi UMKM untuk tampil lebih dekat dengan konsumen.

Melalui festival itu, pelaku UMKM dapat memasarkan produk, memperluas jaringan, dan menjalin kolaborasi lintas sektor. Ajang ini juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan yang dapat mendukung pertumbuhan usaha. Bagi pelaku UMKM, interaksi seperti ini penting untuk memperkuat posisi mereka di pasar. Ekosistem bisnis yang sehat dinilai akan mendorong produk lokal lebih dikenal luas.

Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian inisiatif tersebut mampu meningkatkan kapasitas UMKM di seluruh Indonesia. Perusahaan juga menargetkan kontribusi ekonomi daerah dapat terdongkrak melalui tumbuhnya usaha kecil yang lebih tangguh. Di saat yang sama, produk lokal diharapkan semakin kompetitif di pasar internasional. Dukungan berkelanjutan menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!