Pertamina Perkuat UMKM Lewat Academy dan Pendampingan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 07:00 WIB 4
Pertamina Perkuat UMKM Lewat Academy dan Pendampingan

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan dan kemandirian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Dukungan itu dijalankan melalui program UMKM Academy, yang dirancang untuk membantu pelaku usaha naik kelas. Program ini menargetkan penguatan manajemen, peningkatan kualitas produk, serta perluasan pemasaran. Sasaran akhirnya adalah mendorong omzet sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar usaha.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa pembinaan UMKM dilakukan secara berkelanjutan. Menurut dia, program tersebut disusun agar pelaku usaha memiliki manajemen yang lebih profesional. Selain itu, Pertamina juga memberikan pendampingan untuk memperbaiki mutu produk dan strategi pemasaran. Melalui upaya ini, perusahaan berharap dapat ikut memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dukungan Pertamina untuk UMKM

Pertamina menempatkan UMKM sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Perusahaan pelat merah itu melihat pelaku usaha kecil memiliki peran besar dalam mendorong pemerataan kesejahteraan. Karena itu, pendampingan tidak hanya difokuskan pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan kapasitas usaha. Langkah ini diharapkan membuat UMKM lebih siap menghadapi persaingan pasar.

Fadjar menegaskan bahwa program pendampingan dirancang untuk memberi manfaat jangka panjang. Ia menyebut pertumbuhan UMKM yang sehat akan berdampak langsung pada lingkungan sekitar usaha. Jika omzet meningkat, maka kebutuhan tenaga kerja juga berpotensi bertambah. Dalam jangka lebih luas, hal itu akan menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.

Melalui UMKM Academy, Pertamina berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih terstruktur. Pelaku usaha mendapatkan dukungan untuk memahami tata kelola usaha yang lebih baik. Mereka juga didorong agar mampu memperkuat identitas produk di pasar. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan UMKM yang lebih mandiri dan kompetitif.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Pertamina menilai keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari omset, tetapi juga dari manfaat sosial yang dihasilkan. Ketika usaha tumbuh, rantai pasok di sekitar usaha ikut bergerak. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional turut meningkat.

Pelatihan Dorong Kualitas Produk

Salah satu penerima manfaat program binaan Pertamina adalah Java Criollo, usaha produk cokelat milik Inge Arina. Ia mengaku pelatihan yang diterima membuat produk usahanya semakin dikenal luas. Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek produksi, tetapi juga cara membangun bisnis yang lebih tertata. Hal itu membuat usahanya berkembang lebih stabil.

Inge menyampaikan bahwa dukungan Pertamina memberi dampak nyata terhadap pengembangan produk. Ia merasa lebih percaya diri karena produk Java Criollo kini memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Pendampingan tersebut juga membantu pelaku usaha memahami kebutuhan konsumen. Dengan begitu, produk yang dihasilkan menjadi lebih relevan dan bernilai jual tinggi.

Selain berdampak pada usaha, program ini juga menciptakan multiplier effect bagi pihak lain yang terlibat dalam rantai produksi. Inge menuturkan bahwa para petani yang memasok bahan baku ikut merasakan manfaatnya. Ketika usaha berkembang, permintaan terhadap hasil kebun juga meningkat. Kondisi ini membantu memperkuat ekonomi lokal secara menyeluruh.

Ia berharap dukungan seperti ini terus meluas agar lebih banyak masyarakat desa dapat ikut merasakan manfaatnya. Menurut dia, keterlibatan kelompok wanita tani juga penting untuk memperkuat rantai produksi. Dengan model usaha yang lebih inklusif, kesejahteraan di sekitar operasional bisnis dapat terdorong. Harapan itu sejalan dengan misi pemberdayaan UMKM yang dijalankan Pertamina.

Pemasaran Membuka Pasar Baru

Selain cokelat, manfaat program binaan Pertamina juga dirasakan oleh pelaku usaha kuliner. Sri Wahyuni, pemilik Sambal Ning Niniek, mengaku bersyukur menjadi mitra binaan perusahaan tersebut. Ia menilai dukungan yang diberikan sangat membantu usahanya tumbuh dari awal. Kini produknya dapat dipasarkan ke jangkauan yang lebih luas.

Sri menyebut Pertamina mendampingi pelaku usaha dari tahap paling dasar hingga mampu bersaing di pasar. Pendampingan itu membuat dirinya lebih memahami strategi penjualan dan penguatan merek. Menurut dia, dukungan seperti ini sangat penting bagi UMKM yang baru berkembang. Dengan arahan yang tepat, peluang pasar menjadi lebih terbuka.

Perluasan pemasaran menjadi salah satu titik penting dalam pengembangan UMKM. Ketika produk mulai dikenal lebih banyak konsumen, potensi pertumbuhan usaha ikut meningkat. Hal ini juga membuka peluang untuk menambah kapasitas produksi. Pada akhirnya, penjualan yang lebih besar dapat memperkuat ketahanan usaha.

Sri berharap pendampingan dari Pertamina dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Ia meyakini, keberlanjutan dukungan akan membantu produknya menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Jika pasar terus bertambah, perusahaan kecil seperti miliknya bisa menciptakan lapangan kerja baru. Dampaknya akan dirasakan langsung oleh warga di sekitar usaha.

Dampak Ekonomi bagi Daerah

Program pembinaan UMKM yang dijalankan Pertamina tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada pemerataan manfaat ekonomi. Dengan manajemen yang lebih profesional, pelaku usaha dapat mengelola sumber daya secara lebih efisien. Kualitas produk yang meningkat juga membuat daya saing UMKM semakin kuat. Kombinasi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Ketika UMKM berkembang, efek turunannya dirasakan oleh banyak pihak. Tenaga kerja lokal memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke dalam aktivitas usaha. Pemasok bahan baku, mitra distribusi, hingga pelaku usaha pendukung turut bergerak. Rantai ekonomi seperti ini membantu menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.

Pertamina menilai keberadaan UMKM yang tangguh akan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat. Perusahaan ingin memastikan pembinaan tidak berhenti pada pelatihan sesaat. Karena itu, pendampingan terus disiapkan agar pelaku usaha mampu bertahan dan berkembang. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Dengan dukungan yang tepat, UMKM berpeluang menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Pertamina berharap program ini dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang naik kelas. Semakin banyak usaha yang tumbuh, semakin besar pula manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Dari situ, pertumbuhan ekonomi lokal dapat berlangsung lebih kuat dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!