PT Pertamina (Persero) pada Maret 2026 meluncurkan program sertifikasi bagi UMKM untuk memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar, khususnya ke ritel modern. Sertifikasi yang diberikan mencakup Nomor Induk Berusaha (NIB), halal, hak kekayaan intelektual (HaKI), hingga dokumen lingkungan (SPPL). Program ini bertujuan membantu UMKM tumbuh berkelanjutan melalui pendampingan dan fasilitas sertifikasi.
Dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan sertifikasi menjadi syarat penting bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Baron menegaskan Pertamina berkomitmen mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan yang komprehensif, termasuk fasilitasi sertifikasi. Sertifikasi dianggap bukan sekadar formalitas, melainkan pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta menjawab kebutuhan konsumen yang semakin selektif.
Sertifikasi untuk UMKM
Salah satu UMKM yang memperoleh sertifikasi adalah Inovasi Mitra Sudjarwo (MiniesQ) dari Pondok Aren, Tangerang Selatan. Usaha ini bergerak di bidang makanan sehat dan telah memperoleh sertifikat halal untuk produk seperti healthy cookies, brownies, dan camilan berbasis oat. Keberhasilan ini dipandang sebagai contoh dampak program terhadap pelaku usaha setempat.
Pendiri MiniesQ, Minie Sudjarwo, menyatakan tren gaya hidup sehat menjadi peluang bagi pengembangan usahanya. Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat membuat permintaan produk sehat meningkat. Ia menambahkan bahwa perusahaan ingin menghadirkan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dinikmati.
Minie menjelaskan bahwa kesadaran pola hidup sehat adalah peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha. Ia menegaskan MiniesQ hadir untuk menyediakan produk yang sehat, praktis, dan tetap enak dinikmati. Sertifikasi halal yang diterima diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya.
Langkah Pertamina
Program ini bukan sekadar sertifikasi, melainkan rangkaian pendampingan bagi UMKM. Melalui pendampingan itu, UMKM dibantu mempersiapkan dokumen, standar produksi, dan kepatuhan terhadap lingkungan. Tujuannya adalah memampukan UMKM naik kelas dan menjangkau jaringan ritel modern.
Sertifikasi yang diberikan mencakup NIB, halal, HaKI, hingga SPPL, sehingga pelaku usaha memiliki landasan kepatuhan yang jelas. Dengan landasan itu, peluang akses pasar ke ritel modern menjadi lebih luas. Kepatuhan dan kredibilitas produk juga meningkat di mata konsumen.
Baron menegaskan bahwa sertifikasi bukan hanya formalitas, melainkan pintu masuk bagi UMKM untuk memperluas akses pasar. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing pelaku usaha di pasar domestik yang semakin kompetitif. Pertamina berkomitmen terus memfasilitasi UMKM agar tumbuh secara berkelanjutan.
Dukungan bagi MiniesQ
MiniesQ menyambut program sertifikasi dengan optimisme. Produk sehat yang dihadirkan sesuai tren konsumen saat ini. Sertifikasi halal meningkatkan kredibilitas produk di mata konsumen.
MiniesQ berencana memasuki jaringan ritel nasional. Sertifikasi diyakini mempercepat ekspansi ke gerai modern. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan pendapatan serta kesadaran merek.
Minie Sudjarwo menilai momentum ini penting untuk mendorong UMKM kuliner sehat. Ia berharap kebijakan lintas sektor terus diperkuat agar UMKM tumbuh berkelanjutan. Dukungan publik dan swasta, termasuk fasilitas sertifikasi, menjadi kunci keberhasilan.
