Pertamina Latih UMKM Siap Tembus Pasar Ekspor

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 18:02 WIB 3
Pertamina Latih UMKM Siap Tembus Pasar Ekspor

Pertamina menggelar pelatihan ekspor bagi UMKM binaannya di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan peserta menghadapi Trade Expo Indonesia 2025, salah satu pameran dagang terbesar di Asia Tenggara. Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam promosi, negosiasi, dan penjualan di pasar internasional. Program ini juga menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong produk lokal agar naik kelas.

Selama tiga hari, para peserta mendapat materi dari praktisi berpengalaman, mulai dari strategi pameran dagang internasional hingga penyusunan kontrak. Mereka juga menjalani praktik display produk, presentasi, dan simulasi temu bisnis agar lebih siap berinteraksi dengan buyer asing. Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, menilai pelatihan ini penting untuk memperkuat daya saing UMKM. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN.

Pelatihan Ekspor untuk UMKM

Pertamina bersama PPEJP menyiapkan pelatihan yang fokus pada kebutuhan nyata pelaku usaha kecil. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga langsung berkaitan dengan praktik perdagangan internasional. Pendekatan ini diharapkan membuat peserta lebih percaya diri saat bertemu calon pembeli dari luar negeri. Dengan bekal tersebut, UMKM binaan diharapkan mampu memahami standar pasar global secara lebih utuh.

Sugih Rahmansyah menjelaskan bahwa visi PPEJP sejalan dengan Pertamina dalam mendukung UMKM agar berdaya saing. Menurut dia, pelatihan ini menjadi sarana untuk memperkuat kesiapan peserta sebelum tampil di ajang besar. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam atas setiap materi yang diberikan. Hal itu dinilai krusial agar pelaku usaha tidak hanya siap secara produk, tetapi juga siap secara strategi.

Fety, Manager SMEPP Pertamina, menyebut pelatihan ini sebagai kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan maksimal. Ia berharap peserta mengikuti seluruh sesi dengan sungguh-sungguh dan segera menerapkan ilmunya dalam pengembangan usaha. Fety juga menilai pemahaman yang kuat akan membantu UMKM menghadapi tantangan pasar global. Menurut dia, kesiapan mental dan kemampuan teknis harus berjalan beriringan.

Persiapan Menuju Trade Expo

Trade Expo Indonesia 2025 menjadi momentum penting bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada buyer internasional. Karena itu, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya siap dari sisi kualitas produk, tetapi juga matang dalam promosi. Para pelaku usaha dilatih memahami cara menyampaikan nilai jual produk secara meyakinkan. Mereka juga diarahkan untuk menguasai etika komunikasi dalam forum bisnis internasional.

Materi pelatihan mencakup strategi promosi di pameran dagang, teknik pitching, hingga business matching. Peserta juga mendapat pembekalan tentang penyusunan kontrak agar lebih memahami alur transaksi lintas negara. Seluruh rangkaian kegiatan disusun untuk meniru situasi nyata yang akan dihadapi di pameran. Dengan demikian, peserta dapat berlatih sebelum berhadapan langsung dengan buyer.

Praktik display produk menjadi salah satu bagian yang dianggap penting dalam sesi pelatihan. Peserta belajar menata produk agar menarik perhatian pengunjung dan mudah dipahami calon pembeli. Simulasi presentasi juga membantu mereka membangun kepercayaan diri saat menjelaskan keunggulan produk. Melalui metode ini, UMKM diharapkan tampil lebih profesional di TEI 2025.

Antusiasme Peserta Binaan

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku bangga mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ekspor yang difasilitasi Pertamina. Menurut dia, pelatihan ini membuka wawasan baru tentang cara masuk ke pasar internasional. Gunawan menilai pengalaman langsung seperti ini sangat membantu pelaku usaha kecil.

Gunawan mengatakan bahwa dirinya belajar cara memperkenalkan produk dengan strategi yang tepat. Ia berharap produk yang dibawa bisa diterima oleh pasar luar negeri. Jika itu terwujud, ia optimistis peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja di Garut akan semakin luas. Bagi dia, ekspor bukan sekadar target penjualan, tetapi juga jalan untuk memperkuat ekonomi daerah.

Antusiasme peserta mencerminkan besarnya harapan terhadap program pembinaan seperti ini. Banyak pelaku usaha melihat pelatihan ekspor sebagai pintu masuk untuk memperluas jaringan pasar. Kesempatan bertemu mentor dan praktisi memberi nilai tambah yang tidak selalu didapatkan dalam pelatihan biasa. Karena itu, kehadiran program ini disambut positif oleh para UMKM binaan.

Dorongan Daya Saing Nasional

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Menurut dia, Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat citra bangsa di mata dunia. Fadjar menilai pengembangan UMKM adalah investasi jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Program pelatihan ekspor ini disebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran. Khususnya, program tersebut mendukung peningkatan lapangan kerja yang berkualitas, kewirausahaan, dan pengembangan industri kreatif. Pertamina juga menempatkan inisiatif ini dalam kerangka dukungan terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif. Dengan begitu, manfaatnya diharapkan tidak hanya dirasakan peserta, tetapi juga masyarakat luas.

Pertamina menegaskan komitmennya untuk mendukung target net zero emission 2060 melalui program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals. Seluruh upaya itu dijalankan sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance di seluruh lini bisnis dan operasi perusahaan. Dukungan terhadap UMKM menjadi salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pada saat yang sama, langkah ini memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar ekspor.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!