Pertamina Latih UMKM Siap Masuk Pasar Ekspor

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 11:54 WIB 4
Pertamina Latih UMKM Siap Masuk Pasar Ekspor

Pertamina bersama Pusat Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kementerian Perdagangan menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Program ini digelar untuk memperkuat kesiapan usaha kecil dalam menembus pasar internasional. Mayoritas peserta juga dijadwalkan tampil di Trade Expo Indonesia 2025, salah satu pameran perdagangan terbesar di Asia Tenggara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM naik kelas dan lebih berdaya saing.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN, yang berfokus pada pengembangan UMKM. Materi yang diberikan dirancang agar peserta memahami kebutuhan pasar ekspor secara praktis. Selama tiga hari, peserta dibekali strategi promosi, teknik pitching, temu bisnis, hingga penyusunan kontrak. Agenda itu diharapkan membuat UMKM lebih siap menghadapi buyer internasional dengan pendekatan yang profesional.

Pelatihan Ekspor UMKM

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi ruang penting bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas. Ia menegaskan PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama, yakni membantu pelaku usaha lokal menembus pasar global. Menurut dia, kesiapan peserta akan sangat menentukan keberhasilan mereka saat mengikuti ajang dagang internasional. Karena itu, pelatihan ini diposisikan sebagai bekal awal yang strategis.

Fety, Manager SMEPP Pertamina, mengatakan kegiatan ini merupakan kesempatan berharga yang perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia berharap para peserta mengikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh dan segera menerapkan materi yang diterima. Pemahaman yang kuat dinilai penting agar UMKM mampu menghadapi persaingan ekspor yang semakin ketat. Pelatihan ini juga dirancang untuk menambah kepercayaan diri pelaku usaha saat berhadapan dengan calon pembeli dari luar negeri.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapat teori dari praktisi berpengalaman, tetapi juga menjalani praktik langsung. Mereka berlatih display produk, presentasi usaha, dan simulasi temu bisnis yang menyerupai situasi nyata. Pendekatan ini dipilih agar peserta memahami cara membangun komunikasi bisnis yang efektif. Dengan demikian, materi yang diterima tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi juga pada penerapan lapangan.

Program ini dipandang selaras dengan kebutuhan UMKM yang ingin naik kelas melalui peningkatan kualitas promosi dan negosiasi. Peserta diharapkan mampu menyesuaikan produk dengan standar pasar ekspor tanpa kehilangan identitas lokal. Persiapan yang matang juga akan membantu mereka menjawab kebutuhan buyer secara lebih meyakinkan. Dalam konteks itu, pelatihan menjadi jembatan antara potensi usaha dan peluang pasar global.

Persiapan Menuju Trade Expo

Trade Expo Indonesia 2025 menjadi salah satu target utama dari penyelenggaraan pelatihan ini. Ajang tersebut dinilai sebagai momentum besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produk kepada buyer internasional. Karena itu, peserta diarahkan agar tidak hanya unggul dari sisi produk, tetapi juga siap dalam strategi promosi. Kesiapan itu mencakup kemampuan menjelaskan nilai tambah produk secara jelas dan meyakinkan.

Fety menjelaskan bahwa pelatihan disusun agar peserta matang dalam menghadapi proses negosiasi bisnis. Menurut dia, buyer luar negeri tidak hanya menilai kualitas barang, tetapi juga kesiapan produsen dalam bekerja sama. Oleh karena itu, peserta perlu memahami cara membangun relasi yang profesional dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat peluang transaksi lebih terbuka setelah pameran berlangsung.

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku antusias mengikuti pelatihan karena mendapat kesempatan belajar langsung dari praktisi. Gunawan menilai materi yang diberikan sangat relevan untuk membantu produk lokal masuk pasar internasional. Ia berharap produknya dapat diterima buyer dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Garut.

Gunawan menyebut dirinya bangga dan beruntung bisa ikut dalam program pelatihan ekspor Pertamina. Menurut dia, pengalaman ini memberikan pemahaman baru tentang cara memperkenalkan produk di pasar global. Ia juga melihat pelatihan sebagai jalan untuk memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kapasitas usaha. Dengan bekal tersebut, pelaku UMKM diharapkan lebih percaya diri saat tampil di hadapan buyer asing.

Dukungan Daya Saing Nasional

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Upaya itu juga diarahkan untuk memperkuat citra bangsa di mata dunia. Dalam pandangannya, pengembangan UMKM adalah investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional.

Fadjar menyatakan bahwa program pelatihan ekspor menjadi langkah nyata perusahaan dalam mengangkat potensi lokal ke panggung internasional. Ia menilai banyak produk UMKM memiliki kualitas tinggi, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam promosi dan akses pasar. Melalui pembinaan yang tepat, produk lokal dapat memperoleh tempat yang lebih kuat di pasar ekspor. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut juga disebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama pada poin peningkatan lapangan kerja dan kewirausahaan. Selain itu, dukungan terhadap industri kreatif dan pengembangan infrastruktur turut menjadi bagian dari arah kebijakan tersebut. Pertamina menempatkan pelatihan ini sebagai kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas.

Pertamina menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang mendukung transisi energi sekaligus pembangunan berkelanjutan. Perusahaan menargetkan pencapaian net zero emission 2060 melalui program yang berdampak langsung pada Sustainable Development Goals. Seluruh upaya tersebut dijalankan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance di seluruh lini bisnis. Dalam konteks UMKM, dukungan itu diharapkan melahirkan usaha yang tangguh, kompetitif, dan siap bersaing di pasar dunia.

Harapan Untuk UMKM Binaan

Pelatihan ekspor ini diharapkan membuat UMKM binaan semakin siap memasuki pasar luar negeri. Kesiapan itu mencakup kualitas produk, strategi promosi, serta kemampuan bernegosiasi. Jika seluruh aspek tersebut berjalan baik, peluang transaksi ekspor akan semakin besar. Pada akhirnya, pelaku usaha dapat memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi bisnis mereka.

Dampak lain yang diharapkan adalah munculnya lapangan kerja baru di daerah asal para pelaku usaha. Ketika permintaan meningkat, kebutuhan tenaga kerja dan rantai pasok juga berpotensi bertambah. Kondisi ini akan memberi efek berganda bagi ekonomi lokal, terutama di sentra-sentra produksi. Karena itu, penguatan UMKM dipandang sebagai salah satu cara efektif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Program pendampingan ekspor juga memberi sinyal bahwa kolaborasi pemerintah dan BUMN memiliki peran penting dalam pengembangan usaha kecil. Sinergi tersebut membuat UMKM mendapat akses pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Dengan dukungan berkelanjutan, pelaku usaha berpeluang naik kelas secara lebih terukur. Langkah ini sekaligus memperluas kontribusi UMKM dalam perdagangan internasional.

Ke depan, keberhasilan peserta di TEI 2025 akan menjadi tolok ukur efektivitas pelatihan yang diberikan. Jika produk dapat menarik minat buyer, maka program serupa berpeluang diperluas ke lebih banyak daerah. Pertamina dan PPEJP pun dinilai memiliki ruang besar untuk memperkuat ekosistem ekspor UMKM. Dari proses itu, produk lokal diharapkan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga diakui di pasar global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!