Pertamina Latih UMKM Hadapi Ekspor dan TEI 2025

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 25 Mei 2026 01:44 WIB 5
Pertamina Latih UMKM Hadapi Ekspor dan TEI 2025

Pertamina menggelar pelatihan ekspor bagi pelaku UMKM binaan di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 1 Oktober 2025. Kegiatan ini digelar untuk mempersiapkan peserta menghadapi Trade Expo Indonesia 2025, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menembus pasar internasional.

Selama tiga hari, peserta menerima materi dari praktisi berpengalaman, mulai dari strategi promosi, teknik pitching, business matching, hingga penyusunan kontrak. Program ini menjadi tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN, yang menargetkan UMKM naik kelas dan berdaya saing global.

Pelatihan Ekspor untuk UMKM

Kepala PPEJP, Sugih Rahmansyah, mengatakan pelatihan ini dirancang agar peserta semakin siap bersaing di pasar ekspor. Menurut dia, PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama, yakni mendorong UMKM agar berdaya saing dan mampu menembus pasar global. Ia menilai kesempatan ini perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta.

Fety, Manager SMEPP Pertamina, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan kesempatan berharga yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Ia berharap peserta memahami setiap materi, lalu segera menerapkannya dalam pengembangan usaha. Pemahaman yang mendalam, kata dia, sangat penting untuk membentuk kesiapan UMKM menghadapi pasar global.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang lebih kuat bagi pelaku UMKM. Dengan bekal yang tepat, peserta diharapkan tidak hanya siap secara produk, tetapi juga matang dalam strategi bisnis. Pendekatan tersebut dinilai penting agar UMKM dapat tampil lebih percaya diri saat berhadapan dengan buyer internasional.

Materi Pelatihan Ekspor Praktis

Selama pelatihan, peserta memperoleh paparan mengenai strategi promosi di pameran dagang internasional. Mereka juga dibekali teknik pitching yang efektif agar produk dapat dipresentasikan dengan lebih meyakinkan. Selain itu, sesi temu bisnis menjadi bagian penting dalam rangka melatih kesiapan bernegosiasi.

Materi lain yang diberikan mencakup penyusunan kontrak, yang menjadi aspek krusial dalam transaksi lintas negara. Peserta juga mengikuti praktik display produk agar mampu menata tampilan barang secara profesional. Simulasi presentasi turut dilakukan untuk melatih kepercayaan diri saat berhadapan dengan calon mitra usaha.

Gabungan antara teori dan praktik membuat pelatihan terasa lebih aplikatif bagi para peserta. Mereka tidak hanya menerima konsep, tetapi juga langsung mempelajari penerapannya dalam situasi nyata. Model pembelajaran ini diharapkan membantu UMKM memahami standar ekspor dengan lebih baik.

TEI Jadi Peluang UMKM

Trade Expo Indonesia 2025 dipandang sebagai momentum besar bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada buyer internasional. Ajang ini menjadi salah satu etalase perdagangan terbesar di Asia Tenggara, sehingga peluang promosi dinilai sangat terbuka. Karena itu, pelatihan ekspor disusun agar peserta siap dari sisi produk maupun strategi penjualan.

Salah satu peserta, Gunawan dari UMKM Gun'S Leather asal Garut, akan membawa produk ramah lingkungan berbahan kulit ke TEI 2025. Ia mengaku bangga dan beruntung mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Menurut dia, pelatihan ekspor Pertamina membantunya memahami cara memperkenalkan produk di pasar internasional dengan strategi yang tepat.

Gunawan berharap produknya dapat diterima pasar dan membuka peluang kerja lebih luas bagi masyarakat Garut. Harapan itu sejalan dengan tujuan pelatihan, yakni mendorong UMKM agar tumbuh dan naik kelas. Dengan bekal yang diberikan, peserta diharapkan mampu memaksimalkan kesempatan di ajang pameran internasional.

Komitmen Pertamina pada UMKM

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar perusahaan. Pertamina ingin memastikan produk UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global. Perusahaan juga ingin memperkuat citra bangsa melalui kehadiran produk lokal di panggung internasional.

Fadjar menyebut, inisiatif ini menjadi langkah nyata Pertamina dalam mengangkat potensi lokal. Program pelatihan ekspor dinilai tidak hanya memberi keterampilan, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan. Dalam jangka panjang, penguatan UMKM diharapkan berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru.

Kegiatan ini disebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya pada upaya meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan. Pertamina juga menegaskan komitmennya terhadap target net zero emission 2060 melalui dukungan pada Sustainable Development Goals dan penerapan ESG. Dengan begitu, penguatan UMKM menjadi bagian dari kontribusi ekonomi sekaligus keberlanjutan perusahaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!