PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar naik kelas dan bersaing di pasar global. Komitmen itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional, Kamis (14/8/2025).
Hingga kini, lebih dari 30.000 UMKM telah menjadi Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Pendampingan yang diberikan mencakup permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, serta fasilitasi pameran nasional dan internasional.
Dukungan UMKM Pertamina
Program pembinaan yang dijalankan Pertamina Patra Niaga dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha di berbagai daerah. Pendekatan tersebut tidak hanya menyasar akses modal, tetapi juga memperkuat kapasitas manajerial dan daya saing produk.
Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, UMKM binaan mendapat bekal untuk memasuki pasar yang lebih luas. Strategi ini dinilai penting agar pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.
Pertamina juga membuka ruang promosi melalui berbagai pameran berskala nasional dan internasional. Kesempatan tersebut membantu pelaku UMKM mempertemukan produk mereka dengan calon pembeli baru dan mitra bisnis potensial.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembinaan UMKM tidak berhenti pada bantuan awal. Di sisi lain, ekosistem usaha yang lebih kuat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Omzet dan Ekspor Naik
Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami peningkatan omzet rata-rata sebesar 35 persen per tahun. Pertumbuhan itu menjadi indikator bahwa pendampingan yang diberikan mulai menghasilkan dampak nyata bagi usaha kecil.
Selain peningkatan pendapatan, para pelaku UMKM binaan juga berhasil menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru. Capaian ini memperlihatkan bahwa sektor UMKM masih menjadi penggerak penting dalam penyerapan tenaga kerja.
Dari sisi ekspor, produk binaan Pertamina telah menembus tujuh negara, yaitu Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia. Pencapaian tersebut memperkuat posisi UMKM Indonesia di pasar internasional.
Perkembangan ini menegaskan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di luar negeri. Dengan dukungan yang tepat, pelaku UMKM dapat bertransformasi dari usaha kecil menjadi pemain ekspor yang berkelanjutan.
Kisah Sasagu Papua
Salah satu contoh keberhasilan datang dari Papua melalui produk pangan lokal berbasis sagu bernama Sasagu. Produk ini tidak hanya menawarkan pangan yang sehat dan praktis, tetapi juga membawa misi pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Herlinda, Founder dan Owner Sasagu, menyebut usahanya sebagai gerakan untuk mengangkat sagu Papua ke pasar yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa produk tersebut dibuat untuk memberdayakan petani lokal dan membuka lapangan kerja baru.
Melalui UMK Akademi Pertamina, Sasagu berupaya memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jejaring usaha. Program itu juga membantu mereka menyiapkan langkah untuk membawa sagu Papua mendunia.
Sasagu telah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang sebagai bukti bahwa produk berbasis kearifan lokal mampu menembus pasar global. Keberhasilan ini menjadi contoh konkret bagaimana UMKM dapat tumbuh melalui pembinaan yang konsisten.
Komitmen Ekosistem UMKM
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Menurut dia, UMKM juga menjadi wujud nyata kemandirian masyarakat yang perlu terus diperkuat.
Ia mengatakan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen hadir bersama pelaku UMKM melalui bantuan modal dan penguatan ekosistem usaha. Dukungan tersebut diarahkan agar UMKM lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Dalam rangka Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kegiatan itu berlangsung di Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar sebagai ruang promosi sekaligus kolaborasi lintas sektor.
Perseroan berharap rangkaian inisiatif tersebut dapat memperkuat kapasitas UMKM dan mendongkrak kontribusi ekonomi daerah. Lebih jauh, produk lokal diharapkan mampu bersaing secara konsisten di pasar internasional.
