PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar naik kelas. Komitmen itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional, di tengah upaya perusahaan memperluas dampak ekonomi melalui pembinaan usaha rakyat.
Saat ini, lebih dari 30.000 UMKM telah menjadi Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Program pendampingan mencakup akses permodalan, pelatihan pemasaran digital, pengembangan produk, sertifikasi, serta fasilitasi pameran nasional dan internasional.
Dukungan UMKM Pertamina
Pertamina Patra Niaga menyatakan pembinaan UMKM tidak hanya difokuskan pada bantuan modal. Perusahaan juga mendorong penguatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Pendekatan ini dirancang untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Pendampingan yang diberikan mencakup banyak aspek, dari pengembangan produk hingga akses pasar. UMKM binaan juga memperoleh pelatihan digital marketing agar mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen. Dengan cara itu, usaha kecil diharapkan tidak berhenti pada pasar lokal.
Perusahaan menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional. Karena itu, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat seremonial. Targetnya adalah mendorong usaha binaan menjadi lebih tangguh, produktif, dan mandiri.
Langkah tersebut juga sejalan dengan dorongan pemerintah untuk memperkuat sektor usaha rakyat. Dalam konteks ekonomi nasional, UMKM kerap menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja dan perputaran ekonomi daerah. Pertamina menempatkan dukungan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Kinerja Binaan Meningkat
Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun. Peningkatan itu menunjukkan pembinaan yang dilakukan mulai memberi hasil nyata. Pertumbuhan tersebut juga memperlihatkan bahwa pelaku usaha memiliki peluang besar untuk berkembang.
Selain omzet, dampak lain yang muncul adalah pembukaan lapangan kerja baru. Lebih dari 5.200 pekerjaan tercipta dari aktivitas usaha para mitra binaan. Capaian ini memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi di berbagai daerah.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kombinasi pendampingan teknis dan penguatan jejaring usaha. Pelaku UMKM mendapatkan akses ke pelatihan, promosi, dan kesempatan tampil di berbagai ajang pameran. Jalur itu membantu mereka memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Pertamina menilai capaian binaan menjadi bukti bahwa pengembangan UMKM membutuhkan proses yang konsisten. Dukungan yang tepat dapat mendorong usaha kecil menjadi lebih kompetitif. Dalam jangka panjang, hal ini diharapkan memberi kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.
Sasagu Tembus Pasar Dunia
Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui produk pangan lokal berbasis sagu bernama Sasagu. Produk ini tidak hanya menawarkan pangan yang sehat dan praktis, tetapi juga mengangkat potensi daerah. Kehadirannya sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi petani lokal.
Founder sekaligus Owner Sasagu, Herlinda, menyebut produknya sebagai gerakan untuk membawa pangan lokal Papua ke level yang lebih luas. Melalui UMK Akademi Pertamina, pihaknya ingin memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jaringan. Sasagu juga ingin memastikan sagu Papua dikenal di berbagai pasar.
Produk Sasagu telah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang. Pencapaian itu menunjukkan bahwa produk lokal Indonesia memiliki peluang besar di pasar internasional. Keberhasilan ini juga mempertegas pentingnya inovasi dalam pengembangan usaha kecil.
Menurut Herlinda, misi mereka adalah membuat sagu Papua dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun. Model bisnis tersebut tidak hanya mengejar penjualan, tetapi juga keberlanjutan sosial bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian, nilai ekonomi dan pemberdayaan berjalan beriringan.
Festival UMKM Perluas Jangkauan
Dalam rangka Hari UMKM Nasional, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kegiatan itu berlangsung di Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Ajang ini menjadi ruang promosi sekaligus pertemuan antar pelaku usaha.
Festival tersebut memberi kesempatan bagi UMKM untuk memasarkan produk secara lebih luas. Para peserta juga dapat memperluas jaringan bisnis dan menjajaki kolaborasi lintas sektor. Kehadiran konsumen langsung di lokasi membantu pelaku usaha membaca kebutuhan pasar.
Bagi Pertamina, festival bukan sekadar pameran, melainkan bagian dari strategi penguatan ekosistem UMKM. Kegiatan seperti ini memberi panggung bagi produk lokal untuk tampil sejajar dengan merek yang lebih besar. Di saat yang sama, pelaku usaha mendapat pengalaman berinteraksi dengan pasar yang lebih beragam.
Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian inisiatif tersebut dapat memperkuat kontribusi UMKM terhadap ekonomi daerah. Perusahaan juga menargetkan produk lokal Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional. Dengan dukungan berkelanjutan, UMKM diharapkan benar-benar naik kelas dan menjadi penggerak pertumbuhan baru.
