Pertamina Dorong UMKM Olah Limbah Pisang di Kebumen

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 00:12 WIB 7
Pertamina Dorong UMKM Olah Limbah Pisang di Kebumen

PT Pertamina (Persero) mendorong pengembangan UMKM melalui Program Pertapreneur Aggregator dengan menggandeng PT Agrominafiber Java Indonesia dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kebumen. Kolaborasi ini fokus mengolah limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi dan berorientasi ramah lingkungan.

Program tersebut telah menunjukkan hasil awal dengan penyaluran sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen dalam waktu satu minggu. Pertamina menilai inisiatif ini tidak hanya memperkuat rantai pasok, tetapi juga membuka keterampilan baru bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Pertamina dan UMKM Kebumen

Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, menilai pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri. Menurut dia, serat pelepah pisang dapat dikembangkan menjadi material kerajinan yang diminati pasar ekspor.

Novita menjelaskan, kerja sama dengan Rutan Kebumen dirancang agar warga binaan terlibat langsung dalam proses produksi yang nyata. Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut harus menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberi manfaat sosial.

Melalui skema ini, perusahaan berharap rantai produksi bisa berjalan lebih efisien dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan prinsip pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Pendampingan Produksi UMKM

Setelah pelatihan perdana, Agrominafiber menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen. Perusahaan menargetkan sekitar 30 persen kebutuhan bahan baku, dari total 15 ton per bulan, dapat dipasok dari hasil produksi warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyebut respons awal terhadap kerja sama ini cukup positif. Ia mengatakan perkembangan program terlihat baik, meski belum genap satu bulan berjalan.

Menurut Pramu, pendampingan dari mitra usaha dan Pertamina penting agar program tidak berhenti pada tahap pelatihan. Ia berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal yang berguna setelah mereka selesai menjalani masa pidana.

Kualitas Serat UMKM Meningkat

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi ditetapkan sekitar tiga ton per bulan sebagai acuan pengembangan ke depan.

Saat ini, sekitar 60 persen produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan. Sisanya masih berada dalam tahap penyempurnaan teknik agar hasil produksi lebih seragam dan layak masuk rantai pasok.

Selama pendampingan, tim Agrominafiber memberi bimbingan langsung mulai dari teknik produksi hingga pengelolaan bahan baku. Pendekatan itu dijalankan dengan prinsip zero waste agar proses produksi lebih efisien dan bertanggung jawab.

Model UMKM Berkelanjutan

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai sinergi Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis. Ia menilai kolaborasi tersebut berpotensi menjaga kesinambungan pasokan bahan baku sekaligus memperkuat kapasitas produksi.

Menurut Bima, hasil dari kerja sama ini dapat terlihat relatif cepat jika fokus pada kualitas dan ketepatan waktu produksi. Ia menegaskan pendampingan berikutnya akan diarahkan untuk memastikan standar produk semakin konsisten.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan program ini menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi. Pertamina berharap model serupa dapat direplikasi karena memberi dampak bisnis yang sehat dan manfaat sosial yang berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!