Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 00:03 WIB 2
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas pada momentum Hari UMKM Nasional. Dukungan itu diberikan melalui akses permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran berskala nasional dan internasional. Saat ini, lebih dari 30.000 UMKM telah menjadi Mitra Binaan Pertamina dan tersebar di berbagai sektor usaha. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat daya saing UMKM di pasar domestik sekaligus pasar global.

Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan tercatat mengalami kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun. Program pendampingan itu juga mendorong lahirnya lebih dari 5.200 lapangan kerja baru di berbagai daerah. Sejumlah produk binaan bahkan telah menembus pasar ekspor ke tujuh negara, yakni Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penguatan ekosistem UMKM memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional.

Pertamina dan UMKM Nasional

Pertamina Patra Niaga menempatkan UMKM sebagai bagian penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Perusahaan energi pelat merah itu menilai UMKM tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga simbol kemandirian masyarakat. Karena itu, dukungan yang diberikan tidak berhenti pada pembiayaan, melainkan juga pendampingan usaha yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM lebih siap menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menyebut UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Ia menegaskan perusahaan ingin hadir bersama pelaku usaha kecil agar tumbuh lebih tangguh. Menurut dia, ekosistem yang kuat akan membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan pasar digital. Dengan begitu, pelaku usaha dapat memperluas peluang bisnis secara lebih berkelanjutan.

Pendampingan UMKM juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk dan kapasitas manajerial pelaku usaha. Melalui pelatihan, sertifikasi, dan promosi, UMKM binaan diharapkan mampu memenuhi standar pasar yang lebih tinggi. Strategi ini penting agar produk lokal tidak hanya bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu masuk ke pasar ekspor. Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia yang semakin bergantung pada daya saing sektor riil.

Dalam konteks pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, peran UMKM masih sangat dominan. Sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menopang perputaran ekonomi di daerah. Karena itu, penguatan UMKM dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Pertamina Patra Niaga menegaskan dukungan itu akan terus dijalankan melalui program yang lebih terarah.

Kisah Sukses Sasagu Papua

Salah satu contoh keberhasilan datang dari Papua melalui produk pangan lokal berbasis sagu bernama Sasagu. Produk ini dikembangkan bukan hanya untuk menghadirkan makanan sehat dan praktis, tetapi juga untuk memberdayakan petani lokal. Sasagu turut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Capaian tersebut menjadikan produk ini sebagai salah satu kisah sukses UMKM binaan Pertamina.

Herlinda, Founder dan Owner Sasagu, mengatakan perusahaannya ingin menjadikan sagu Papua lebih dikenal luas. Ia menyebut Sasagu bukan sekadar produk, melainkan sebuah gerakan untuk mengangkat pangan lokal. Melalui UMK Akademi Pertamina, pihaknya ingin memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jaringan usaha. Harapannya, sagu Papua bisa hadir di lebih banyak pasar, baik di dalam maupun luar negeri.

Menurut Herlinda, produk berbasis sagu memiliki potensi besar karena menggabungkan nilai kesehatan, kepraktisan, dan keberlanjutan. Potensi itu semakin kuat karena melibatkan petani lokal dalam rantai pasok. Model bisnis semacam ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga dampak sosial yang luas. Dari Papua, Sasagu menunjukkan bahwa produk lokal dapat menjadi kebanggaan nasional.

Keberhasilan menembus pasar ekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang menjadi bukti bahwa produk daerah mampu bersaing. Pencapaian ini lahir dari kombinasi inovasi produk, pendampingan usaha, dan konsistensi kualitas. Bagi UMKM lain, kisah Sasagu dapat menjadi contoh bahwa pasar global terbuka bagi pelaku usaha yang siap berkembang. Perjalanan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pembinaan dan ketekunan pelaku usaha.

Festival UMKM Di Lima Kota

Dalam peringatan Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota besar. Kota yang menjadi lokasi kegiatan itu adalah Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Festival ini menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan mereka. Ajang tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk bertemu calon mitra bisnis baru.

Melalui festival itu, UMKM binaan dapat memperluas jejaring dan membangun kerja sama lintas sektor. Kehadiran berbagai kota penyelenggara memberi peluang lebih besar bagi produk lokal untuk dikenal masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini membantu pelaku usaha memahami tren pasar dan preferensi konsumen. Dengan demikian, strategi bisnis mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Festival UMKM juga menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha kecil. Kehadiran produk binaan di ruang publik memperlihatkan kualitas dan daya saing yang semakin baik. Pameran seperti ini penting karena memberi panggung langsung bagi UMKM untuk menunjukkan keunggulan produknya. Dukungan semacam ini dinilai efektif untuk mempercepat proses naik kelas bagi pelaku usaha lokal.

Pertamina Patra Niaga berharap seluruh inisiatif tersebut dapat memperkuat kontribusi UMKM terhadap ekonomi daerah. Perusahaan juga ingin produk lokal mampu bersaing lebih jauh di pasar internasional. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Pada akhirnya, penguatan sektor ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Dampak Ekonomi Bagi Daerah

Pertumbuhan UMKM binaan Pertamina menunjukkan bahwa pendampingan yang tepat dapat menghasilkan dampak ekonomi yang terukur. Kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun menjadi sinyal bahwa pasar merespons positif produk-produk binaan. Sementara itu, penciptaan ribuan lapangan kerja baru menunjukkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Kondisi ini memperlihatkan bahwa UMKM punya peran besar dalam memperluas kesempatan ekonomi.

Penguatan UMKM juga berkontribusi pada perputaran ekonomi di daerah. Ketika usaha kecil tumbuh, rantai pasok lokal ikut bergerak, mulai dari bahan baku, produksi, hingga distribusi. Efek berantai tersebut menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap UMKM kerap dipandang sebagai investasi sosial dan ekonomi yang penting.

Di sisi lain, akses ke pasar ekspor membuka peluang bagi produk lokal untuk meningkatkan nilai tambah. Produk yang mampu menembus pasar luar negeri biasanya harus memenuhi standar kualitas, kemasan, dan konsistensi produksi. Pendampingan dari perusahaan dan lembaga pembina menjadi faktor penting untuk mencapai standar tersebut. Dengan persiapan yang baik, UMKM Indonesia berpeluang semakin kuat di tingkat global.

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa komitmen terhadap UMKM akan terus diperkuat melalui program yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha. Fokusnya bukan hanya pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang tahan terhadap perubahan. Strategi ini sejalan dengan upaya pemerintah memperbesar kontribusi sektor UMKM dalam perekonomian nasional. Jika konsisten dijalankan, dukungan tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!