Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 24 Mei 2026 13:46 WIB 7
Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Komitmen itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari UMKM Nasional, seiring perluasan pembinaan terhadap lebih dari 30.000 mitra di berbagai sektor usaha.

Pendampingan yang diberikan mencakup akses permodalan, pelatihan digital marketing, pengembangan produk, sertifikasi, hingga fasilitasi pameran nasional dan internasional. Sejak awal 2025, sebanyak 2.500 UMKM binaan juga tercatat mengalami kenaikan omzet rata-rata 35 persen per tahun, menciptakan lebih dari 5.200 lapangan kerja baru, serta menembus pasar ekspor ke tujuh negara.

UMKM Binaan Pertamina Meningkat

Pertamina Patra Niaga menyebut pembinaan UMKM dilakukan secara berkelanjutan agar pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh. Lebih dari 30.000 UMKM kini menjadi mitra binaan dan tersebar di beragam sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian, hingga industri kreatif. Pendampingan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan usaha dari hulu ke hilir.

Bantuan yang diberikan tidak berhenti pada modal usaha, melainkan juga mencakup penguatan kapasitas bisnis. Para pelaku UMKM memperoleh pelatihan pemasaran digital, dukungan sertifikasi produk, serta akses untuk mengikuti pameran berskala besar. Langkah itu diharapkan memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Marchelino Verieza, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam ekonomi nasional. Ia menyebut UMKM bukan hanya tulang punggung perekonomian, tetapi juga wujud nyata kemandirian masyarakat. Menurut dia, Pertamina ingin membangun ekosistem yang membuat pelaku usaha lebih tangguh di era digital.

Sasagu Jadi Contoh Sukses

Salah satu kisah sukses datang dari Papua melalui produk pangan lokal berbasis sagu bernama Sasagu. Produk ini tidak hanya menawarkan pangan sehat dan praktis, tetapi juga memberdayakan petani lokal dan membuka lapangan kerja baru. Sasagu bahkan telah diekspor ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

Herlinda, Founder & Owner Sasagu, mengatakan bahwa produk tersebut bukan sekadar barang dagangan, melainkan sebuah gerakan untuk mengangkat pangan lokal Papua. Ia menjelaskan bahwa Sasagu dikembangkan agar sehat, praktis, dan nikmat, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui UMK Akademi Pertamina, pihaknya ingin memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jaringan.

Herlinda juga menegaskan ambisinya membawa sagu Papua lebih dikenal di tingkat internasional. Ia menyampaikan pesan bahwa siapa pun, kapan pun, dan di mana pun dapat menikmati sagu Papua. Kisah tersebut menjadi contoh bagaimana produk lokal mampu naik kelas jika mendapat pendampingan yang tepat.

Festival UMKM Di Lima Kota

Dalam rangka Hari UMKM Nasional tahun ini, Pertamina Patra Niaga juga menggelar Festival UMKM Binaan di lima kota. Kegiatan tersebut berlangsung di Jakarta, Surabaya, Medan, Balikpapan, dan Makassar. Festival ini menjadi ruang promosi sekaligus ajang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra baru.

Melalui festival tersebut, UMKM binaan mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat. Pelaku usaha juga bisa memperluas jejaring dan menjalin kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi produk lokal di pasar domestik.

Pertamina Patra Niaga menilai forum seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan perkembangan UMKM. Dukungan yang terintegrasi diyakini mampu mendorong kontribusi ekonomi daerah secara lebih luas. Pada saat yang sama, pelaku usaha mendapat panggung yang lebih besar untuk menunjukkan kualitas produknya.

Target Ekspor Produk Lokal

Pertamina Patra Niaga berharap rangkaian inisiatif pembinaan dapat memperkuat kapasitas UMKM di berbagai daerah. Dengan dukungan yang tepat, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Perusahaan menilai penguatan UMKM akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat.

Selain pasar domestik, peluang ekspor juga menjadi perhatian dalam program pendampingan ini. Sejumlah UMKM binaan telah berhasil menjangkau Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Papua Nugini, Jerman, dan Australia. Capaian tersebut menunjukkan produk lokal memiliki potensi besar untuk bersaing secara internasional.

Roberth menegaskan, keberpihakan kepada UMKM harus diwujudkan dalam pendampingan yang konkret dan berkelanjutan. Ia menilai dukungan berupa modal, pelatihan, dan akses pasar harus berjalan seiring agar hasilnya lebih terasa. Dengan begitu, UMKM dapat terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!